PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Reporter : Ahmad M.
Training skuat PSIM. Dok. PSIM

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin segar usai Adrian Purzycki telah menuntaskan masa hukuman kartu merah. 

Artinya, Purzycki dipastikan siap kembali merumput membela Laskar Mataram di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul. Kehadiran gelandang asal Polandia tersebut tentu menjadi suntikan tenaga baru bagi segenap jajaran pemain beserta tim pelatih. 

Baca juga: Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Pelatih PSIM Yogtakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan kehadiran sang pemain bakal jadi amunisi positif timnya. Meskipun, ia masih mempertanyakan terkait sanksi yang diterima anak asuhnya tersebut.

"Menurut pendapat saya, larangan bermain dalam dua laga cukup berlebihan mengingat insiden tersebut bukan pelanggaran keras, melainkan murni kecelakaan di lapangan," kata van Gastel pada Kamis, 16 Oktober 2026.  

Van Gastel mengaku tetap menerima keputusan ini dengan lapang dada. Kini dengan kembalinya Purzycki, ia berharap bisa menyusun susunan pemain terbaik untuk laga esok.

Baca juga: Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

"Dengan ia (Purzycki) sudah dapat diturunkan kembali, jadi kami akan melihat skema susunan pemain terbaik untuk memulai pertandingan," ujarnya.

Sementara itu, Purzycki merasa antusias menyambut laga lawan PSM. Ia mengaku sudah menantikan momen ini agar dapat kembali berkontribusi untuk tim.

"Cukup sulit hanya menonton pertandingan di pinggir lapangan tanpa berkontribusi, jadi saya senang bisa kembali dan saya berharap kami bisa memberikan performa yang terbaik di hari Jumat," ujarnya.

Baca juga: Memulai dengan Kekalahan, PSS Sleman Disebut dalam Masa Transisi

Jebolan akademi Swansea City tersebut mengaku terus menjaga kebugaran fisiknya secara mandiri selama menepi sementara waktu. Ia menyatakan terus berlatih lebih banyak dengan intensitas yang lebih tinggi. 

"Tentu ketika saya tidak bisa bermain saya harus mengimbangi pemain yang bermain dengan cara lain," ucapnya.  

Editor : A. Mustaqim

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru