Jember – Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Lima program unggulan tersebut berbasis potensi dan solusi atas permasalahan masyarakat di wilayah dampingan.
Ragam inovasi tersebut mencakup bidang kesehatan, penguatan ekonomi sirkular, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat desa hutan, hingga mitigasi bencana berbasis teknologi. Program-program ini selanjutnya akan dibawa ke ajang Abdidaya Ormawa 2026 pada 21–25 Oktober 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Siap Sinergi dengan Pemerintah, KAFISIP Unej Dorong Alumni Jadi Agen Perubahan
Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., saat melepas keberangkatan tim ke Makassar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa dan dosen pembimbing atas kerja keras hingga berhasil melaju ke tingkat nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim, karena untuk mencapai tahapan ini bukanlah hal yang mudah. Lakukan yang terbaik selama mengikuti kegiatan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujar Iwan Taruna.
Kelima tim tersebut berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan lintas fakultas, yaitu:
1. BEM Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dengan inovasi SUGIH PACE: Program Perbaikan Kesehatan Gigi-Mulut-Gizi Lansia Melalui Inisiasi Kombucha Ampas Kopi dan Aquaponik di Desa Pace Jember
Baca juga: Sinergi Alumni FISIP Unej: Kepengurusan Baru Siap Pacu Reputasi Global di Tengah Disrupsi
2. BEM Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) dengan inovasi JAGATARA: Desa Agraris Berlapis Rowokangkung sebagai Model Circular Ekonomy Zero-Waste Berbasis Komoditas Unggulan Melalui Inovasi dan Penguatan Ekosistem Digital UMKM
3. BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan inovasi Kampung Tanggap Bencana (KAMTAB): Mewujudkan Desa Nogosari Tangguh Banjir Melalui Sistem Peringatan Dini Berbasis IoT dan Rumah Lindung Adaptif
4. Himpunan Mahasiswa Gizi FKM dengan inovasi SIPETRAN (Sistem Pemberdayaan Terpadu Desa Hutan Berkelanjutan): Integrasi Konservasi Lahan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Menuju Kemandirian Pangan Desa Gunungsari
5. BEM Fakultas Keperawatan dengan inovasi Bumi Wana Mandiri: Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan Berbasis Lokal Agroforestri Menuju Kemandirian Pangan dan Ekonomi Tanahwulan yang Berkelanjutan.
Dalam sambutan pelepasan, Iwan juga berpesan agar seluruh anggota tim tetap percaya diri serta menjaga integritas selama berkompetisi. “Paling penting, tetaplah percaya diri dan jangan minder. Kita memiliki reputasi dan saya yakin kalian mempunyai prestasi yang sangat baik. Percaya diri itu penting, tetapi jangan sampai menjadi sombong atau arogan. Saya yakin dosen pembimbing akan selalu memberikan arahan. Semoga adik-adik senantiasa diberikan kesehatan selama mengikuti kegiatan hingga kembali ke Jember,” katanya.
Melalui berbagai program berbasis kearifan lokal ini, para mahasiswa diharapkan mampu memperluas kolaborasi berdampak dengan masyarakat sekaligus mengasah kapasitas kepemimpinan, kreativitas, kerja sama tim, dan kepekaan sosial. Seluruh sivitas akademika UNEJ berharap kelima tim dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik bagi almamater.
Editor : M. Saifulloh