Kebun Raya Mangrove Surabaya Disulap Jadi Laboratorium Hidup, Pelajar Bisa Belajar Energi Terbarukan

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pirolisis mangrove Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Pirolisis mangrove Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM) sebagai kawasan konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi pusat riset dan edukasi berbasis living lab. Melalui pengembangan tersebut, KRM disiapkan sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum mempelajari langsung teknologi energi baru terbarukan dan pengelolaan lingkungan.

Pengembangan itu dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya riset sekaligus memperkenalkan inovasi ramah lingkungan kepada masyarakat.

Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan kawasan mangrove dipilih karena memiliki fungsi konservasi sehingga sangat tepat menjadi lokasi demonstrasi penerapan teknologi energi bersih.

"Karena kawasan ini merupakan area konservasi dan kawasan lindung yang mengutamakan kelestarian lingkungan, maka pemanfaatan energi terbarukan menjadi bentuk nyata yang harus diwujudkan. Kami membuat model berskala mini agar siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dapat belajar sekaligus melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut bekerja," kata Agus, Kamis, 23 Juli 2026.

Tiga Teknologi Energi Terbarukan

Dalam tahap pengembangannya, Brida menghadirkan tiga model energi baru terbarukan yang dapat dipelajari langsung oleh pengunjung. Teknologi pertama adalah panel surya yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber pembangkit listrik.

Teknologi kedua ialah Terangin, inovasi hasil Inovboyo 2025 yang mengubah hembusan angin di kawasan pesisir menjadi energi listrik melalui turbin angin berukuran kecil. Sementara inovasi ketiga berupa teknologi pirolisis, yakni proses mengolah limbah plastik menjadi energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai listrik maupun bahan bakar.

"Seluruh teknologi ini bukan dibangun untuk kepentingan industri, melainkan sebagai media pembelajaran. Pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana energi terbarukan diproduksi hingga akhirnya menghasilkan listrik," ujarnya.

Sampah Plastik Diolah Menjadi Energi

Supporting Pengolahan Pirolisis KRM, Ir. Edy Hartono, menjelaskan teknologi pirolisis mampu mengubah sampah plastik maupun biomassa berupa daun dan ranting kering menjadi tiga produk utama, yakni gas, bahan bakar cair, dan residu padat. Menurut dia, fokus utama pengembangan di Kebun Raya Mangrove adalah mengubah sampah plastik menjadi gas dan bahan bakar cair yang selanjutnya dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

"Plastik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dapat dikonversi menjadi energi yang bermanfaat. Inilah yang ingin kami tunjukkan kepada masyarakat," ujar Edy.

Hasil uji coba menunjukkan volume sampah plastik yang terkumpul di kawasan KRM, terutama saat akhir pekan, memiliki potensi cukup besar untuk diolah menjadi energi. Energi listrik yang dihasilkan nantinya tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional di kawasan Kebun Raya Mangrove.

Selain sampah plastik, limbah biomassa seperti ranting dan daun kering yang selama ini hanya ditumpuk juga akan diolah melalui proses pirolisis. Menurut Edy, teknologi tersebut dapat menjadi model Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) skala kecil yang murah, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah Surabaya.

Namun, ia menekankan keberhasilan sistem itu sangat bergantung pada kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. "Tantangan terbesar bukan pada teknologinya, tetapi bagaimana masyarakat membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik. Jika sampah sudah dipisahkan sejak awal, proses pirolisis akan jauh lebih efektif," katanya.

Kawasan Hijau dan Ruang Aktivitas Warga

Selain mengembangkan teknologi energi terbarukan, Brida juga memperkuat fungsi Kebun Raya Mangrove sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman bagi masyarakat. Berdasarkan hasil kajian Urban Heat, kawasan mangrove tercatat sebagai salah satu titik dengan suhu paling rendah di Surabaya karena memiliki tutupan vegetasi mangrove yang lebat.

Untuk mendukung aktivitas olahraga masyarakat, Pemkot Surabaya juga membangun jalur baru sepanjang sekitar dua kilometer yang memanfaatkan pematang tambak. Jalur tersebut akan digunakan dalam ajang Mangrove Eco Run yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/7/2026).

Agus mengatakan, berbagai pengembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi Kebun Raya Mangrove sebagai kawasan yang mengintegrasikan fungsi konservasi, pendidikan, riset, rekreasi, hingga pengembangan inovasi.

"Kami ingin Kebun Raya Mangrove tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi laboratorium hidup yang melahirkan pembelajaran, inovasi, dan solusi lingkungan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.

Berita Terbaru

HUT ke-62 Golkar, Adam Rusydi Serahkan Bantuan untuk Panti Sosial di Sidoarjo

HUT ke-62 Golkar, Adam Rusydi Serahkan Bantuan untuk Panti Sosial di Sidoarjo

Rabu, 21 Okt 2026 19:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Tim Bakti Sosial DPD Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan bantuan sembako ke dua panti…

Kejati Jatim Telusuri Dugaan Aliran Dana Rp 687,5 Juta ke Mantan Kadis ESDM NK

Kejati Jatim Telusuri Dugaan Aliran Dana Rp 687,5 Juta ke Mantan Kadis ESDM NK

Rabu, 21 Okt 2026 17:18 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:18 WIB

Jurnas.net – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana sebesar Rp 687,5 juta, yang disebut berkaitan dengan mantan Kepala Dinas Energi d…

Mahasiswa Unej Hadirkan 5 Inovasi Program Pemberdayaan Masyarakat

Mahasiswa Unej Hadirkan 5 Inovasi Program Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 21 Okt 2026 16:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 16:00 WIB

Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.…

Peringati HUT ke-62, Golkar Jatim Bantu Panti Asuhan dan Lansia di Surabaya-Sidoarjo

Peringati HUT ke-62, Golkar Jatim Bantu Panti Asuhan dan Lansia di Surabaya-Sidoarjo

Rabu, 21 Okt 2026 13:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 13:42 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggelar kegiatan bakti sosial d…

Karhutla Bromo Telan Lima Nyawa, PKB Takziah ke Rumah Duka

Karhutla Bromo Telan Lima Nyawa, PKB Takziah ke Rumah Duka

Rabu, 21 Okt 2026 11:10 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:10 WIB

Lima relawan dan petugas meninggal dunia setelah terjebak dalam bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur…

SIER Perluas Peluang Investasi, Jepang Siap Bantu Jaring Investor ke Kawasan Industri Baru

SIER Perluas Peluang Investasi, Jepang Siap Bantu Jaring Investor ke Kawasan Industri Baru

Rabu, 21 Okt 2026 11:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 11:04 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) membuka peluang memperluas investasi Jepang melalui rencana pengembangan kawasan industri di sejumlah …