Pentas Tunggal 'Dwiatma' UKMF-K Abstra UTM, Kolaborasi Seni dan Perenungan Diri

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pertunjukan Pentas Tunggal bertajuk “Dwiatma” oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kesenian Abstra Universitas Trunojoyo Madura (UKMF-K Abstra UTM). (Istimewa)
Pertunjukan Pentas Tunggal bertajuk “Dwiatma” oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kesenian Abstra Universitas Trunojoyo Madura (UKMF-K Abstra UTM). (Istimewa)

Jurnas.net - Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kesenian Abstra Universitas Trunojoyo Madura (UKMF-K Abstra UTM) kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang kreatif mahasiswa dengan sukses menggelar Pentas Tunggal bertajuk “Dwiatma”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Center (GSC) UTM tersebut, mendapat sambutan antusias dari mahasiswa lintas fakultas hingga masyarakat umum.

Pentas tunggal ini mengusung tema “Dwiatma: Menggenapkan yang Retak di Ambang Dua Sukma”, sebuah konsep artistik yang merepresentasikan dualias batin manusia antara nalar dan rasa, gelap dan terang, luka dan pemulihan. Tema tersebut diolah secara mendalam melalui pendekatan simbolik, menjadikan panggung sebagai ruang refleksi sekaligus perenungan eksistensial.

Beragam cabang seni ditampilkan secara kolaboratif, mulai dari tari tradisional, tari modern, teater, seni rupa, hingga sastra. Perpaduan lintas disiplin ini membentuk alur pertunjukan yang dinamis dan berlapis makna, membawa penonton masuk ke suasana kontemplatif yang sarat pesan filosofis.

Setiap karya yang dipentaskan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung sebagai satu narasi utuh tentang proses manusia dalam mengenali, merawat, dan menggenapkan dirinya. Penonton diajak tidak sekadar menikmati estetika visual, tetapi juga menafsirkan pesan-pesan kemanusiaan yang relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Ketua Pelaksana, Risdiana Nur Abdilah, menegaskan bahwa pentas tunggal ini memiliki makna strategis bagi keberlangsungan organisasi.

“Pentas tunggal ‘Dwiatma’ tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga media edukasi dan regenerasi. Kegiatan ini menjadi wadah memperkenalkan anggota muda UKMF-K Abstra kepada publik sekaligus menunjukkan proses pembinaan kreativitas yang terus berjalan,” kata Risdiana, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia mengatakan penghujung tahun sengaja dipilih sebagai momentum refleksi, di mana seni hadir sebagai medium perenungan dan perayaan karya. "Kami ingin seni tetap hidup di lingkungan kampus, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani melampaui batas kreativitasnya,” tandasnya.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …