Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tampilan fisik Masjid Hj Anis Syarifah. Dok. Istimewa
Tampilan fisik Masjid Hj Anis Syarifah. Dok. Istimewa

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir menyaksikan peresmian Masjid Hj Anis Syarifah yang dibangun di dekat lokasi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan sang istri pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo tersebut meninggal. Peristiwa nahas itu terjadi pada 1 Maret 2026. 

Di antara kerumunan warga, tampak Aab Abdullah (37), salah satu pihak yang terlibat dalam kecelakaan itu, hadir menggunakan kursi roda. Ia didorong oleh istrinya, Surati Julia Wijayanti (35), yang mendampinginya sepanjang acara.

Bagi Surati, berdirinya masjid tersebut membawa harapan di tengah musibah yang telah mengubah kehidupan keluarganya.

"Banyak hikmah yang bisa diambil dari kecelakaan ini. Di balik musibah, masih banyak pelajaran yang bisa kami petik. Tidak hanya bagi kami, hikmahnya juga bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya pada Jumat, 16 Oktober 2026. 

Surati berharap masjid itu menjadi amal kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas hubungan yang terjalin antara keluarganya dan Muhammad Suryo setelah kecelakaan tersebut.

"Saya senang, bahkan Pak Suryo telah menganggap kami sebagai bagian dari keluarga. Kondisi keluarga kami berangsur membaik," katanya.

Bagi Muhammad Suryo, pembangunan masjid tersebut merupakan upaya memberi makna baru pada tempat yang menyimpan kenangan pahit dalam hidupnya. Ia sengaja membeli lahan di dekat lokasi kecelakaan untuk mendirikan rumah ibadah, dengan harapan tempat itu kelak menjadi sumber kebaikan bagi banyak orang.

"Jika dahulu tempat ini menjadi saksi sebuah kehilangan, mulai hari ini semoga tempat ini menjadi saksi lahirnya ribuan kebaikan. Jika dahulu air mata saya jatuh, semoga hari ini lebih banyak kepala yang bersujud," ucap Suryo.

Keputusan membangun masjid itu diambil pada 17 April 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah Anis Syarifah. Pada hari itu pula, peletakan batu pertama pembangunan dilakukan. Suryo kemudian mewakafkan masjid tersebut atas nama almarhumah, Anis Syarifah binti Sucipto.

"Dulu kami sering bermimpi menua bersama, melihat anak-anak tumbuh dewasa, dan menjalani hari tua dalam satu rumah. Namun Allah memiliki rencana yang berbeda," ujar Suryo.

Suryo menegaskan, masjid tersebut bukan lagi miliknya secara pribadi. Ia mewakafkannya untuk umat, termasuk warga Palihan dan masyarakat dari daerah lain yang ingin beribadah.

"Dinding, atap, dan lantainya dapat dibangun dengan tenaga dan biaya, tetapi roh masjid ini hadir melalui azan yang berkumandang, shaf yang terisi, anak-anak yang mengaji, serta persaudaraan dan hati yang semakin dekat kepada Allah," katanya.

Karena itu, ia menitipkan masjid tersebut kepada masyarakat agar dijaga dan dimakmurkan, baik melalui kegiatan ibadah maupun aktivitas lain yang bermanfaat.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko yang hadir dalam peresmian itu menyampaikan apresiasi atas berdirinya masjid tersebut. Ia mengaku mengikuti proses pembangunannya sejak awal hingga selesai.

"Saya menjadi saksi masjid ini dibangun sejak awal. Saya senang dan bangga karena selalu dimudahkan dari awal hingga selesai," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustazah Mumpuni Handayayekti menyampaikan tausiyah dengan gaya cair dan dekat dengan jamaah. Ia mengingatkan bahwa kematian dapat datang kapan saja, tanpa mengenal usia maupun kedudukan seseorang.

Menurutnya, orang yang telah meninggal tetap dapat dikenang melalui sedekah dan amal kebaikan yang diniatkan untuknya.

"Masjid Hj Anis Syarifah ini menjadi amal baik bagi keluarga Pak Suryo dan almarhumah," katanya.

Mumpuni juga mengingatkan bahwa mendirikan masjid perlu diikuti dengan upaya memakmurkannya secara istiqamah. "Kemegahan bangunan perlu dihidupkan dengan ibadah dan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

Masjid Hj Anis Syarifah pun tidak hanya disiapkan sebagai tempat beribadah. Sejumlah fasilitas tersedia bagi warga dan musafir yang melintasi jalur nasional Purworejo–Yogyakarta, mulai dari akses Wi-Fi gratis, toilet, tempat mengisi daya telepon genggam, hingga ruang untuk beristirahat.

Berita Terbaru

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…