STKIP Al Hikmah Surabaya Gelar Perkemahan Green Scout Movement

Reporter : M. Saifulloh
Perkemahan Jumat-Sabtu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Hikmah Surabaya

SURABAYA – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Hikmah Surabaya menggelar kegiatan Kepramukaan dalam format Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada tanggal 16 hingga 17 Oktober 2026.

Kegiatan kepanduan tingkat perguruan tinggi ini menjadi wadah penting untuk melatih kecakapan hidup (life skill) para mahasiswa yang dipersiapkan menjadi guru masa depan.

Baca juga: Lantik 65 Kepala Sekolah Baru, Khofifah Tantang Pertahankan Keunggulan Jatim di SNBP-SNBT

Perkemahan kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan isu global, yakni "Green Scout Movement: Peran aktif dan Aksi Nyata Pandega dalam Menjaga Harmoni Alam serta Keseimbangan Ekosistem". Bertempat di lingkungan kampus STKIP Al Hikmah, Jalan Kebonsari Elveka V, Surabaya, acara ini dirancang dengan perpaduan antara kedisiplinan khas pramuka dan kesadaran ekologis. 

Rangkaian kegiatan kepramukaan ini dimulai pada Jumat (16/10) siang. Para peserta yang diwajibkan mengenakan Seragam Pramuka Lengkap (SPL) langsung dihadapkan pada kerja sama tim melalui kegiatan pendirian tenda, sebelum secara resmi dibuka melalui Upacara Pembukaan pada pukul 15.00 WIB.

Salah satu rangkaian utama yang menjadi sorotan utama para peserta adalah sesi "Ketahanan Pangan (Ecogreen)", yang digelar mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB di bawah pengawalan koordinator acara, Ella.

Dalam sesi khusus berorientasi praktik tersebut, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, namun juga dibekali pemahaman aplikatif mengenai pengelolaan sumber daya alam hayati secara bijak. Pembekalan mencakup teknik pemanfaatan lahan terbatas di area sekitar untuk pertanian mandiri, efisiensi pengelolaan sampah, hingga penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai sangat strategis agar para calon pendidik tersebut kelak memiliki kecakapan hidup (life skill) dan mampu mentransfer nilai-nilai kepedulian lingkungan (green living) secara nyata kepada para siswa di sekolah tempat mereka mengabdi.

Baca juga: BTQ Wajib di Sekolah Negeri Berhasil: Bupati Gresik Pastikan Semua Siswa Bisa Mengaji

Tidak berhenti pada ranah teknis ekologis semata, komitmen lingkungan ini dipadukan secara harmonis dengan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual. Hal tersebut diwujudkan melalui agenda Tausyiah Dosen yang dibawakan oleh Hilda dan Zahwa pada pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB menjelang malam hari. Sesi tausyiah tersebut menekankan bahwa menjaga keseimbangan alam dan kelestarian ekosistem bukan sekadar isu sosial, melainkan bagian dari bentuk tanggung jawab moral serta manifestasi rasa syukur manusia terhadap lingkungan ciptaan Tuhan.

Suasana kebersamaan khas perkemahan semakin terasa kental saat malam hari tiba. Salah satu momen yang paling dinanti dalam tradisi kepanduan, yakni Upacara Api Unggun, dilaksanakan tepat pada pukul 19.00 WIB di bawah panduan Arya. Nyala api unggun tidak hanya menjadi penerang fisik, tetapi juga simbol semangat para Pandega (pramuka golongan perguruan tinggi) yang tak pernah padam dalam mendedikasikan diri untuk masyarakat dan alam.

Tantangan bagi para calon guru ini tidak berhenti di area perkemahan saja. Pada Sabtu (17/10) pagi, setelah melaksanakan senam pagi dan sarapan, peserta diuji ketahanan fisik dan mentalnya melalui sesi "Pengembaraan" mulai pukul 06.00 WIB hingga 07.30 WIB yang dipimpin oleh Nurul. Sesi pengembaraan ini menjadi implementasi langsung dari nilai-nilai survival, navigasi darat, dan kepemimpinan saat menghadapi rintangan di lapangan.

Baca juga: HGN 2025: Bupati Yani Tegaskan Pendidikan Gresik Harus Menyenangkan dan Berkarakter

Setelah serangkaian dinamika kelompok dan permainan pencair suasana (ice breaking), kegiatan perkemahan pramuka ini ditutup secara resmi melalui Upacara Penutupan pada pukul 10.00 WIB oleh Nia, dan dilanjutkan dengan tradisi bongkar tenda.

Melalui program Green Scout Movement ini, STKIP Al Hikmah Surabaya yang membawa visi "Teachers for Future Generations" kembali menegaskan komitmennya. Kampus ini tidak hanya fokus mencetak tenaga pendidik yang unggul secara akademis, tetapi juga guru yang memiliki karakter kepanduan yang kuat: disiplin, mampu bekerja sama, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 

Editor : M. Saifulloh

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru