Jurnas.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melantik 65 Kepala UPT Satuan Pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 3 Mei 2026.
Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan bagian dari strategi besar Pemprov Jatim untuk menjaga kualitas pendidikan yang selama ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan nasional.
Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya berfungsi sebagai administrator pendidikan, tetapi harus menjadi pemimpin perubahan yang mampu mendorong peningkatan mutu sekolah, kualitas guru, serta prestasi peserta didik.
“Jabatan kepala sekolah adalah amanah besar. Bukan hanya mengelola administrasi, tetapi memastikan sekolah terus berkembang, melahirkan prestasi, dan menjadi tempat lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi masa depan,” kata Khofifah.
Khofifah menyoroti capaian pendidikan Jawa Timur yang kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa lolos terbanyak di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah hingga Dinas Pendidikan. “Prestasi pendidikan Jawa Timur saat ini sangat membanggakan. Pada jalur SNBP kita menjadi yang tertinggi secara nasional, dan hasil SNBT yang baru diumumkan juga menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah peserta lolos terbanyak di Indonesia,” ujarnya.
Khofifah menilai keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan Jawa Timur terus bergerak ke arah yang positif. Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat seluruh pemangku kepentingan berpuas diri.
“Yang lebih sulit bukan meraih prestasi, tetapi mempertahankan dan meningkatkannya. Karena itu saya berharap kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjaga bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih Jawa Timur,” tegasnya.
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan saat ini memiliki kaitan langsung dengan kesiapan Jawa Timur menghadapi bonus demografi yang akan terjadi dalam dua dekade mendatang. Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi peluang apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki akses pendidikan yang merata.
“Bonus demografi bisa menjadi berkah atau justru menjadi beban. Kuncinya ada pada kualitas pendidikan yang kita siapkan hari ini,” katanya.
Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah yang selama ini membutuhkan penguatan layanan pendidikan. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di empat kabupaten di Pulau Madura.
Khofifah mengungkapkan bahwa program tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Jumlah siswa asal Madura yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT terus mengalami peningkatan signifikan.
“Program ini terbukti efektif. Ada peningkatan yang sangat signifikan dalam keterimaan siswa SMA dan SMK asal Madura di perguruan tinggi negeri. Ini membuktikan bahwa pemerataan mutu pendidikan bisa diwujudkan,” pungkasnya.
Editor : Rahmat Fajar