Usai Temukan Pungli dan Parkir Ilegal, Eri Cahyadi Tegaskan Sidak Akan Terus Berlanjut

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Insani/Jurnas.net)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan inspeksi mendadak (sidak) yang belakangan rutin dilakukan ke sejumlah titik di Kota Pahlawan merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja birokrasi, bukan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya belum memiliki sistem pengawasan.

Menurut Eri, berbagai mekanisme pengawasan dan pelayanan publik sebenarnya telah dibangun. Karena itu, yang ingin dipastikan saat ini adalah apakah seluruh perangkat daerah menjalankan sistem tersebut secara konsisten di lapangan.

"Sistem sudah berjalan. Sekarang berarti saya harus mengontrol anak buah saya, apakah sistem itu benar-benar berjalan atau tidak," kata Eri usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam beberapa waktu terakhir, Eri melakukan sidak ke sejumlah lokasi, di antaranya Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi, Kawasan Wisata Religi Ampel, Jalan Tunjungan, hingga kawasan kuliner malam Kedungdoro. Dari sejumlah inspeksi tersebut, ia masih menemukan persoalan yang dinilai seharusnya dapat ditangani lebih cepat oleh perangkat daerah terkait.

Eri mengatakan, tujuan utama sidak adalah membangun budaya kerja birokrasi yang lebih disiplin, responsif, dan mampu menyelesaikan persoalan tanpa harus menunggu instruksi langsung dari kepala daerah. "Jadi, saya berharap dengan saya turun ke lapangan ini, maka anak buah saya bisa berjalan, teman-teman Pemkot ini bisa bekerja tanpa saya awasi terus-menerus," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan tata kelola pemerintahan tidak bergantung pada sosok wali kota, melainkan pada birokrasi yang mampu menjaga kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. "Karena buat saya, Wali Kota Surabaya adalah birokrasi Pemerintah Kota Surabaya. Wali kota itu hanya menjabat paling lama 10 tahun, sedangkan birokrasi akan terus ada. Karena itu saya berharap ini menjadi cambuk bagi seluruh jajaran pemerintah kota agar bekerja lebih baik," katanya.

Eri mencontohkan masih ditemukannya dugaan pungutan liar (pungli) dan aktivitas parkir tanpa izin di sejumlah lokasi sebagai bukti bahwa sistem pengawasan belum dijalankan secara maksimal. Menurut dia, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan oleh perangkat daerah terkait tanpa harus menunggu sidak dari wali kota.

"Masak ada pungli diam saja. Ada parkir seperti di Jalan Tunjungan yang tidak memiliki izin, kok dibiarkan. Ini berarti sistemnya belum berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Karena itu, Eri memastikan akan terus melakukan inspeksi ke berbagai lokasi sebagai bagian dari evaluasi terhadap efektivitas kinerja perangkat daerah. Ia juga menegaskan tidak akan ragu melakukan pergantian pimpinan organisasi perangkat daerah apabila terbukti tidak mampu menjalankan sistem yang telah dibangun.

"Sekarang sistem sudah terbentuk. Tugas saya memastikan sistem itu benar-benar berjalan di lapangan. Jadi jangan kaget kalau ada yang tidak menjalankan, saya ganti pimpinannya," pungkas Eri.

Berita Terbaru

PCNU Garut Tegaskan Tetap Dukung Said Aqil sebagai Rais Aam PBNU

PCNU Garut Tegaskan Tetap Dukung Said Aqil sebagai Rais Aam PBNU

Jumat, 28 Agu 2026 16:29 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:29 WIB

Jurnas.net — Dukungan terhadap KH Said Aqil Siroj untuk kembali menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) muncul dari jajaran Syuriah P…

18.680 Lembar Uang Palsu Rupiah Dimusnahkan BI DIY

18.680 Lembar Uang Palsu Rupiah Dimusnahkan BI DIY

Jumat, 28 Agu 2026 15:34 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY) memusnahkan belasan ribu lembar uang palsu rupiah. Pemusnahan itu dilakukan…

SIER Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT, Ada 9,5 Ton Beras hingga 1.100 Porsi Makanan

SIER Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT, Ada 9,5 Ton Beras hingga 1.100 Porsi Makanan

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jurnas.net — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong keluarga besar holding kawasan industri bergerak bersama. PT D…

Muktamar NU ke-35 di Jombang, PKS Jatim Dorong Penguatan Khidmah dan Persaudaraan Kebangsaan

Muktamar NU ke-35 di Jombang, PKS Jatim Dorong Penguatan Khidmah dan Persaudaraan Kebangsaan

Jumat, 28 Agu 2026 12:40 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 12:40 WIB

Jurnas.net — Kehadiran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) bersama Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana dalam pembukaan M…

Ribuan Orang Ikuti BrookFarm Almond Run 2026, Gaya Hidup Fit Makin Diminati

Ribuan Orang Ikuti BrookFarm Almond Run 2026, Gaya Hidup Fit Makin Diminati

Jumat, 28 Agu 2026 09:37 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 09:37 WIB

Jurnas.net — Lebih dari 5.000 pelari memadati Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dalam gelaran BrookFarm Almond Run 2026. Peserta berasal d…

Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Pemilik Suara Tentukan Ketua Baru

Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Pemilik Suara Tentukan Ketua Baru

Kamis, 27 Agu 2026 22:33 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 22:33 WIB

Jurnas.net -- Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur akan digelar di Novotel Samator pada 28-29 Agustus 2026. Sebanyak 38 Ketua DPC Partai…