TPG Rp275 Miliar untuk 35 Ribu Guru Jatim Tak Dibayar, Padahal SiLPA Pemprov Masih Rp600 Miliar

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Insani/Jurnas.net)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Insani/Jurnas.net)

 

Jurnas.net – Di tengah berbagai capaian yang kerap dibanggakan dalam sektor pendidikan Jawa Timur, sekitar 35 ribu guru ASN jenjang SMA, SMK, dan SLB masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka berupa tambahan penghasilan dari komponen Tunjangan Profesi Guru (TPG), termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun 2025.

Persoalan yang telah berlarut selama berbulan-bulan itu akhirnya dibawa oleh Forum Komunikasi TPG Jawa Timur ke Komisi E DPRD Jawa Timur dalam audiensi yang digelar Selasa (9/6/2026). Para guru datang menuntut kepastian atas hak yang hingga kini belum mereka terima meski regulasi yang menjadi dasar pembayaran telah tersedia.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengakui persoalan tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah administratif biasa. Sebab, yang dipertaruhkan adalah hak ribuan guru yang selama ini menjadi ujung tombak penyelenggaraan pendidikan di Jawa Timur.

“Hari ini kami menerima audiensi dari Forum Komunikasi TPG Jawa Timur. Salah satu substansi utama yang mereka sampaikan adalah kejelasan pembayaran TPG guru SMA, SMK, dan SLB yang di dalamnya mencakup THR dan gaji ke-13,” kata Puguh, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Puguh, akar persoalan bermula ketika Jawa Timur tidak memperoleh alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk pembayaran komponen TPG yang mencakup THR dan gaji ke-13. Akibatnya, sekitar 35 ribu guru ASN di lingkungan SMA, SMK, dan SLB negeri Jawa Timur hingga kini belum menerima hak yang semestinya mereka peroleh pada tahun 2025.

Kondisi tersebut memunculkan keresahan dan kekecewaan di kalangan guru. Terlebih, hingga persoalan mencuat ke publik, banyak guru mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai penyebab keterlambatan pembayaran. “Ini yang kemudian menimbulkan kekecewaan di kalangan guru. Mereka merasa hak-haknya belum tertunaikan, padahal secara regulasi dasar hukumnya sudah sangat jelas,” katanya.

Regulasi Ada, Hak Guru Tetap Belum Dibayar

Puguh menegaskan bahwa dasar hukum pembayaran tambahan penghasilan tersebut sebenarnya telah tersedia dan tidak menimbulkan multitafsir. Beberapa regulasi yang menjadi pijakan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 372 Tahun 2025, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 Tahun 2025.

Karena itu, menurutnya, yang kini dipersoalkan bukan lagi soal ada atau tidaknya aturan, melainkan bagaimana pemerintah memastikan hak para guru dapat direalisasikan. Yang menjadi sorotan Komisi E adalah minimnya komunikasi kepada para guru sejak awal persoalan ini muncul.

“Yang cukup disayangkan adalah tidak adanya pemberitahuan atau klarifikasi sejak awal kepada para guru. Akibatnya muncul polemik dan kegaduhan di kalangan guru karena mereka tidak mendapatkan informasi yang utuh terkait persoalan ini,” tegas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut.

Dalam audiensi yang juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur, BPKAD, dan Bappeda tersebut, DPRD mulai membedah berbagai kemungkinan solusi. Salah satu fakta yang mengemuka adalah adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mencapai sekitar Rp600 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar komponen TPG yang belum tersalurkan diperkirakan berada di angka Rp275 miliar.

Data tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kemungkinan penggunaan kemampuan fiskal daerah untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa puluhan ribu guru tersebut. “Secara kemampuan fiskal sebenarnya masih memungkinkan. Namun kita harus memastikan terlebih dahulu dasar hukum dan mekanisme penggunaannya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Puguh.

Komisi E DPRD Jawa Timur kini tengah menyiapkan dua opsi penyelesaian. Pertama, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPKAD untuk melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Keuangan guna memastikan kemungkinan pencairan dana melalui skema yang selama ini digunakan, yakni bersumber dari APBN melalui DAU.

“Kami mendorong BPKAD untuk berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, apakah masih memungkinkan pembayaran TPG ini dilakukan melalui skema yang selama ini berlaku dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Jika jalur tersebut tidak memungkinkan, opsi kedua adalah mengkaji penggunaan APBD Jawa Timur sebagai sumber pembiayaan pembayaran hak para guru. Untuk itu, Komisi E berencana menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dengan melibatkan Biro Hukum, Inspektorat, Dinas Pendidikan, BPKAD, Bappeda, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna memastikan seluruh aspek hukum dan keuangan dapat dipenuhi.

Puguh menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berlarut-larut karena berpotensi memengaruhi motivasi dan psikologis para guru yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan kepastian, bukan membiarkan ribuan guru terus menunggu tanpa kejelasan.

“Guru memiliki peran yang sangat vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Hak-hak mereka juga sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, kita harus mencari solusi terbaik agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah,” tegasnya.

Komisi E DPRD Jawa Timur berkomitmen mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi konkret. Sebab bagi para guru, persoalannya bukan semata angka Rp275 miliar, melainkan kepastian bahwa hak yang telah dijamin regulasi benar-benar dapat diterima tanpa harus diperjuangkan berulang kali. “Yang terpenting adalah menemukan win-win solution. Guru membutuhkan kepastian atas hak mereka, dan pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi atas persoalan ini,” pungkas Puguh.

Berita Terbaru

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …