DPRD Jatim: Guru Honorer Lebih Membutuhkan Kepastian Status dan Kesejahteraan daripada Motor Listrik

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Wacana pengalihan hibah motor listrik yang sebelumnya disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) kepada guru honorer memunculkan beragam respons. Di satu sisi, kebijakan tersebut dinilai dapat membantu mobilitas para tenaga pendidik. Namun di sisi lain, pemerintah diingatkan agar tidak mengabaikan persoalan mendasar yang selama ini membayangi kehidupan guru honorer di Indonesia.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai usulan tersebut merupakan gagasan yang baik selama dimaknai sebagai bentuk dukungan tambahan, bukan sebagai solusi utama atas persoalan yang dihadapi para guru honorer. Menurutnya, persoalan terbesar yang selama ini dialami guru honorer bukanlah minimnya fasilitas kerja, melainkan ketidakpastian status dan rendahnya tingkat kesejahteraan.

“Gagasan tersebut bagus saja. Daripada motor listrik yang sudah diadakan tidak terpakai, tentu lebih bermanfaat jika bisa digunakan untuk mendukung mobilitas guru honorer. Tetapi persoalan fundamental guru honorer bukan hanya soal mendapatkan barang atau fasilitas,” kata Puguh, Selasa, 23 Juni 2026.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menegaskan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian akar persoalan yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan. Menurutnya, masih banyak guru honorer yang telah mengabdi dalam waktu lama, namun hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai status kepegawaiannya.

Padahal, para guru tersebut tetap menjalankan tugas pendidikan dengan tanggung jawab yang sama besarnya dengan tenaga pendidik lainnya. “Yang paling penting adalah kepastian nasib mereka. Banyak guru honorer yang sampai hari ini masih belum memiliki kejelasan status. Mereka tetap mengabdi, tetapi masa depannya tidak menentu,” ujarnya.

Selain masalah status, Puguh juga menyoroti persoalan kesejahteraan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Ia menilai honorarium yang diterima sebagian guru honorer masih jauh dari ideal apabila dibandingkan dengan beban kerja dan pengabdian yang telah mereka berikan. “Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak guru honorer yang menerima honor tidak sebanding dengan effort dan pengabdian yang mereka berikan kepada dunia pendidikan. Ini yang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Karena itu, Puguh mengingatkan agar wacana hibah motor listrik tidak membentuk persepsi bahwa persoalan guru honorer telah selesai hanya dengan pemberian fasilitas kendaraan. Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi nilai tambah, tetapi tidak boleh menggeser prioritas utama pemerintah dalam memperjuangkan nasib para tenaga pendidik non-ASN.

“Kalau motor listrik itu dialihkan untuk guru honorer, saya kira bisa menjadi fasilitas tambahan yang bermanfaat. Tetapi jangan sampai kita menganggap persoalan guru honorer selesai hanya dengan pemberian kendaraan,” katanya.

Puguh juga meminta pemerintah mengkaji secara mendalam aspek hukum dan administrasi terkait rencana pengalihan aset tersebut. Langkah itu penting agar kebijakan yang dilandasi niat baik tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. “Perlu dipastikan aspek legalnya seperti apa. Jangan sampai niat baik ini justru menimbulkan masalah hukum atau administrasi di kemudian hari,” ujarnya.

Puguh berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat lebih fokus menghadirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan mendasar guru honorer. Menurutnya, kepastian status, peningkatan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan keberlanjutan karier merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan nasional.

Sebab, di tangan para guru, masa depan generasi bangsa dibentuk setiap hari. “Kalau ingin benar-benar membantu guru honorer, maka yang harus diselesaikan terlebih dahulu adalah akar masalahnya. Status yang jelas, kesejahteraan yang layak, dan perlindungan yang memadai akan jauh lebih berdampak bagi masa depan pendidikan kita,” pungkasnya.

Berita Terbaru

DPRD Jatim: Implementasi B50 Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Energi dan Industri Bioenergi

DPRD Jatim: Implementasi B50 Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Energi dan Industri Bioenergi

Senin, 13 Jul 2026 10:39 WIB

Senin, 13 Jul 2026 10:39 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, menyambut positif implementasi bahan bakar biodiesel B50 yang diresmikan pemerintah. M…

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, hingga Cek Kesehatan Gratis

Senin, 13 Jul 2026 09:00 WIB

Senin, 13 Jul 2026 09:00 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13…

Konflik Dana Bantuan Rp 2 Miliar Berakhir Damai, Founder BIP dan Arief Camra Pilih Fokus pada Misi Sosial

Konflik Dana Bantuan Rp 2 Miliar Berakhir Damai, Founder BIP dan Arief Camra Pilih Fokus pada Misi Sosial

Senin, 13 Jul 2026 08:10 WIB

Senin, 13 Jul 2026 08:10 WIB

Jurnas.net - Polemik penarikan dana bantuan senilai Rp2 miliar yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya berakhir damai. Founder Bani Insan Peduli (BIP),…

Jangan Bohongi Presiden RI

Jangan Bohongi Presiden RI

Senin, 13 Jul 2026 07:23 WIB

Senin, 13 Jul 2026 07:23 WIB

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy  ADA pemandangan yang tidak biasa di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir. Para pemimpin dunia seperti berbaris menuju …

LPKAN Usul Satgas Khusus Penyelamatan Aset Negara, Minta LHKPN Seluruh Pejabat Dibuka ke Publik

LPKAN Usul Satgas Khusus Penyelamatan Aset Negara, Minta LHKPN Seluruh Pejabat Dibuka ke Publik

Minggu, 12 Jul 2026 18:02 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:02 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) meminta Presiden Prabowo Subianto memperkuat s…

Saat Partai Masuk Arena Gaya Hidup, PKB Klaim Run Fest Tanpa Muatan Politik Praktis

Saat Partai Masuk Arena Gaya Hidup, PKB Klaim Run Fest Tanpa Muatan Politik Praktis

Minggu, 12 Jul 2026 13:34 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 13:34 WIB

Jurnas.net – Di tengah tren meningkatnya olahraga lari di kalangan generasi muda, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur memilih pendekatan berbeda d…