Lomba Kampung Pancasila Dimulai, Eri Cahyadi: Surabaya Maju karena Gotong Royong Warga

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pengurus RW menjadi penanda dimulainya Lomba Kampung Pancasila 2026. (Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pengurus RW menjadi penanda dimulainya Lomba Kampung Pancasila 2026. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net — Ribuan warga memenuhi Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Gemuruh tabuhan kentongan yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pengurus RW menjadi penanda dimulainya Lomba Kampung Pancasila 2026.

Namun, program yang melibatkan 1.360 RW di 153 kelurahan tersebut tidak diarahkan sekadar untuk mencari kampung terbaik. Pemkot Surabaya menjadikan Lomba Kampung Pancasila sebagai sarana menghidupkan kembali gotong royong dan kepedulian sosial warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kemajuan Surabaya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah kota. Peran warga, RT, RW, dan LPMK menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai persoalan di tingkat kampung dapat diselesaikan secara bersama.

“Surabaya bisa maju bukan karena wali kotanya, melainkan karena warga, Ketua RT, RW, dan LPMK yang menopangnya dengan nilai gotong royong. Jika hari ini masih ada warga miskin atau tidak mampu yang terlewat dari bantuan, itu tanda gotong royong kita yang perlu dibenahi,” kata Eri, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Eri, semangat tersebut menjadi inti dari Kampung Pancasila. Nilai Pancasila, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti pada simbol atau seremoni.

Eri juga mengaitkan semangat tersebut dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ia menyinggung pertemuan Presiden Soekarno dengan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito pada 1961, ketika Bung Karno meyakini Indonesia tidak akan mudah terpecah karena memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

Lomba Kampung Pancasila 2026 memiliki sejumlah indikator yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Empat pilar yang menjadi dasar penilaian mencakup aspek lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.

Dalam pelaksanaannya, indikator tersebut diterjemahkan antara lain melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha warga lokal, pemeliharaan toleransi serta keharmonisan antarwarga, peningkatan kepedulian sosial, dan pengelolaan lingkungan. Pengelolaan sampah secara mandiri, penghijauan, hingga penataan kawasan agar tetap bersih dan sehat juga menjadi bagian yang dinilai.

Selain itu, keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama menjadi indikator penting. Dengan konsep tersebut, keberhasilan Kampung Pancasila tidak hanya dilihat dari kondisi fisik wilayah, tetapi juga dari seberapa kuat warga membangun kerja sama untuk menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Pemerintah Kota Diminta Turun Langsung
Untuk mendampingi pelaksanaan program, Pemkot Surabaya menerjunkan perangkat daerah sebagai pengampu di masing-masing wilayah. Eri menegaskan, perangkat daerah tidak boleh hanya datang memberikan instruksi. Mereka wajib memberikan contoh sekaligus melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Bahkan, Eri menyiapkan sanksi berupa bendera hitam bagi perangkat daerah yang dinilai gagal membina wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. “Indikator lainnya yang menjadi penilaian adalah keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama,” imbuhnya.

Selain melibatkan perangkat daerah, Pemkot Surabaya juga menggandeng 102 perguruan tinggi dan akademi untuk mendampingi pelaksanaan program Kampung Pancasila di 1.360 RW. Perguruan tinggi diarahkan memberikan dukungan berupa sumber daya akademik, penelitian, inovasi, dan pendampingan masyarakat.

Eri juga menempatkan Kampung Pancasila sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, termasuk dalam penanganan kemiskinan di tingkat kampung. Ia meminta agar zakat, infak, maupun bantuan sosial yang tersedia dapat terlebih dahulu membantu warga yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

“Mari kita bergerak bersama, pastikan zakat, infak, maupun bantuan sosial berputar dahulu untuk mengentaskan kemiskinan di kampung sendiri sebelum keluar. Dengan gotong royong, kita wujudkan Surabaya yang sejahtera dan berkeadilan,” tandasnya.

Dalam program tersebut, Eri juga menyampaikan perubahan pendekatan dalam menentukan prioritas penerima bantuan sosial. Ia mengatakan, penentuan prioritas bantuan tidak lagi hanya mengandalkan sistem desil administratif. Musyawarah kelurahan bersama warga di tingkat RT/RW digunakan untuk menentukan warga yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Skala prioritas bantuan kini ditentukan secara transparan melalui musyawarah kelurahan (muskel) bersama warga di tingkat RT/RW,” pungkas Eri.

Berita Terbaru

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…