Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas dan tradisi masyarakat Tengger dan diyakini tersimpan di Museum Leiden, Belanda.
Dukungan tersebut disampaikan Ali Mufthi saat melakukan silaturahmi budaya dengan Ketua Pesamuan Dukun Pandita Tengger Berangkulon, Eko Warnoto atau Romo Eko Cokronoto Bromo Tlabah, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara tokoh politik dan pemangku adat dalam membahas pelestarian warisan leluhur masyarakat Tengger. Salah satu isu yang mengemuka adalah pentingnya mengupayakan pengembalian Jimat Klontong ke tanah asalnya.
Bagi masyarakat Tengger, Jimat Klontong bukan sekadar benda pusaka. Keberadaannya berkaitan dengan sejarah, nilai-nilai filosofis, dan pelaksanaan tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun. Romo Eko menjelaskan, pusaka tersebut memiliki keterkaitan dengan tradisi masyarakat Tengger, khususnya pelaksanaan upacara adat pada bulan Karo yang digelar setiap tahun.
Secara filosofis, Jimat Klontong juga merepresentasikan ajaran Telu Tok, yakni tiga prinsip keharmonisan yang harus dijaga manusia dalam menjalani kehidupan. Ketiganya mencakup hubungan dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Tengger yang menempatkan keseimbangan kehidupan sebagai prinsip dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus kelestarian lingkungan.
Dalam pertemuan itu, Romo Eko mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan dari pihak Museum Leiden untuk berkunjung pada Desember 2026. Kunjungan tersebut direncanakan untuk melihat secara langsung sekaligus memastikan keberadaan dan keaslian Jimat Klontong yang diyakini tersimpan di museum tersebut.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya menelusuri kembali keberadaan pusaka yang memiliki arti historis dan kultural bagi masyarakat Tengger.
Namun, upaya pemulangan Jimat Klontong tidak hanya berkaitan dengan keberadaan fisik benda tersebut. Proses pengembaliannya juga membutuhkan komunikasi dan dukungan berbagai pihak, mengingat pusaka itu berada di luar wilayah Indonesia.
Karena itu, Romo Eko meminta doa dan dukungan Ali Mufthi, yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI, agar dapat ikut mendorong ikhtiar pemulangan pusaka tersebut.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya masyarakat adat dalam memperjuangkan pengembalian warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi generasi mendatang.
Menanggapi permintaan tersebut, Ali Mufthi menyatakan bahwa Partai Golkar terbuka untuk mendukung berbagai inisiatif positif, termasuk upaya pelestarian budaya dan warisan leluhur masyarakat adat. "Setiap niat yang baik tentu Golkar akan mendukung," tegas Ali Mufthi.
Menurut dia, pelestarian adat istiadat tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas masyarakat. Kearifan lokal juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama untuk melindungi alam dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Ali menilai nilai-nilai yang hidup dalam tradisi masyarakat Tengger dapat menjadi landasan untuk memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial. Ia juga melihat adanya kesamaan nilai antara filosofi pohon beringin yang menjadi simbol Partai Golkar dan prinsip kehidupan masyarakat Tengger.
Kesamaan tersebut, menurut Ali, dapat menjadi titik temu untuk membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta mendorong kerja sama dalam pelestarian budaya. Silaturahmi budaya itu pun tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara pengurus partai dan tokoh adat, tetapi juga membuka peluang sinergi untuk menjaga warisan budaya yang memiliki arti penting bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Ali Mufthi didampingi sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur dan Kabupaten Pasuruan. Mereka di antaranya Ketua Harian DPD Golkar Jawa Timur Adhi Wibowo yang juga menjabat Wali Kota Pasuruan, Ketua DPD Golkar Kabupaten Pasuruan Nik Sugiharti, Sekretaris Tri Laksono Adi Priyanto, dan Bendahara DPD Golkar Jawa Timur Eko Wahyudi.
Turut hadir Wakil Ketua Bidang Organisasi Hery Sugihono, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Aan Ainur Rofiq, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) M. Syaifullah.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat dukungan terhadap pelestarian warisan budaya Tengger, termasuk ikhtiar mengembalikan Jimat Klontong agar dapat kembali menjadi bagian dari kehidupan adat masyarakat yang mewarisinya.
Editor : Amal