Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok: Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok: Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau job fair. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Menurut Puguh, program seperti job fair selama ini lebih banyak berfungsi mempertemukan perusahaan yang membuka lowongan dengan masyarakat pencari kerja. Padahal, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap informasi lowongan, tetapi juga menyangkut ketersediaan lapangan pekerjaan dan kesesuaian kompetensi tenaga kerja.

“Di tengah jumlah angkatan kerja yang terus bertambah dari waktu ke waktu, pemerintah dituntut melakukan langkah yang jauh lebih mendasar,” kata Puguh, Selasa, 27 Oktober 2026.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, penurunan tingkat pengangguran secara persentase tidak serta-merta menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan telah terselesaikan. Pemerintah tetap perlu memastikan pertumbuhan angkatan kerja diimbangi dengan tersedianya pekerjaan yang memadai, produktif, dan sesuai dengan kompetensi masyarakat.

Karena itu, Puguh mendorong pemerintah menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni meningkatkan kesiapan tenaga kerja dan memperluas penciptaan lapangan pekerjaan.

Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan kebijakan ekonomi yang mendorong tumbuhnya industri dan investasi. Tanpa perluasan kesempatan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja berisiko tidak diikuti oleh tersedianya pekerjaan yang sesuai.

“Pemerintah perlu memberikan stimulus serta merumuskan paket kebijakan yang semakin mempermudah tumbuhnya industri dan mendongkrak iklim investasi,” kata anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Malang Raya itu.

Puguh menilai, upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif agar aktivitas ekonomi berkembang dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

Selain mendorong investasi, Puguh menekankan pentingnya ketersediaan data ketenagakerjaan yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan. Data tersebut diperlukan untuk memetakan jumlah pencari kerja, tingkat pendidikan, keterampilan yang dimiliki, hingga kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Dengan pemetaan yang tepat, program pelatihan dan pendidikan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Ia juga mendorong pemerintah membangun komunikasi dan koordinasi secara berkala dengan pelaku industri, baik di sektor formal maupun informal. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui secara langsung jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.

Puguh mengusulkan pembentukan forum rutin yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan institusi pendidikan. Forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan perusahaan dengan kurikulum pendidikan maupun program pelatihan kerja.

Dengan demikian, lulusan sekolah dan pencari kerja tidak hanya dibekali pengetahuan secara umum, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. "Kebutuhan kompetensi inilah yang kemudian diajarkan dan dipersiapkan kepada anak-anak muda di bangku sekolah, sehingga kesiapan tenaga kerja lokal dapat terjawab secara optimal,” ujarnya.

Menurut Puguh, keterlibatan dunia industri dalam proses penyusunan program pendidikan dan pelatihan menjadi penting agar kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan perusahaan dapat dikurangi.

Puguh berharap kebijakan ketenagakerjaan ke depan tidak hanya berorientasi pada penempatan pencari kerja melalui bursa kerja atau program pelatihan. Pemerintah juga perlu memastikan adanya ekosistem ekonomi yang mendukung tumbuhnya industri, investasi, dan pembukaan lapangan kerja baru.

Ia menilai, penanganan pengangguran membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Peningkatan keterampilan tenaga kerja harus disertai kebijakan yang mendorong dunia usaha berkembang dan memperluas kesempatan kerja.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal secara lebih efektif.

Dengan kata lain, keberhasilan penanganan pengangguran tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan bursa kerja atau jumlah peserta pelatihan. Ketersediaan pekerjaan yang layak serta kemampuan dunia usaha menyerap tenaga kerja juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Berita Terbaru

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …