Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran, salah satunya dengan membuka program pelatihan kompetensi gratis bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pencari kerja. Kali ini, pelatihan difokuskan pada bidang Export-Import dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, dua sektor yang dinilai memiliki tingkat serapan tenaga kerja tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan bahwa jenis pelatihan yang diselenggarakan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil pasar kerja. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus menjembatani kebutuhan dunia usaha dan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil.
"Pelatihan ini difokuskan pada bidang export-import dan K3 Umum. Untuk K3 Umum, hampir semua perusahaan mensyaratkannya, sehingga peluang kerjanya cukup besar,” kata Hebi, Jumat, 6 Februari 2026.
Hebi menjelaskan Disperinaker Surabaya secara konsisten menggelar pelatihan pada sektor-sektor dengan tingkat serapan tenaga kerja tinggi, sebagai langkah konkret untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat. “Makanya, jenis-jenis pelatihan yang serapannya tinggi tetap kita adakan setiap tahun, khususnya untuk warga Kota Surabaya yang sedang mencari pekerjaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan akan dilaksanakan secara terstruktur dan profesional, mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran tidak hanya bersifat teori di dalam kelas, tetapi juga dilengkapi dengan praktik kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. "Metodenya sesuai kurikulum. Ada standar sarana dan prasarana, dan pembelajaran dilakukan di kelas serta praktik,” paparnya.
Selain pembekalan materi dan praktik, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi dari BNSP, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing pencari kerja di pasar tenaga kerja. "Peserta juga akan mendapatkan on the job training hingga kesempatan magang. Target akhirnya jelas, mereka bisa terserap ke dunia kerja,” terang Hebi.
Melalui program pelatihan kompetensi ini, Pemkot Surabaya menargetkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara berkelanjutan. Menurut Hebi, peningkatan keterampilan dan sertifikasi menjadi kunci utama agar pencari kerja mampu bersaing dan cepat terserap oleh dunia usaha. "Harapannya, program ini bisa memperkuat upaya penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran pelatihan Export-Import dan K3 Umum dibuka pada minggu pertama hingga kedua Februari 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya, berusia minimal 18 tahun, serta memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.
Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai Maret 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi disnaker.surabaya.go.id/three atau dengan memindai kode QR yang telah disediakan oleh Disperinaker Surabaya.
Editor : Risfil Athon