KTP Elektronik Surabaya Tembus 99,68 Persen, Langkah Besar Menuju Kota Digital

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang siswi di Surabaya saat perekaman KTP Elektronik. (Humas Pemkot Surabaya)
Seorang siswi di Surabaya saat perekaman KTP Elektronik. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin memperkuat langkah menuju kota digital melalui percepatan transformasi layanan administrasi kependudukan. Hingga pertengahan 2026, capaian perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di Kota Pahlawan telah mencapai 99,68 persen atau sekitar 2,247 juta jiwa dari total 2.254.680 penduduk wajib KTP elektronik.

Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dan menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan layanan publik berbasis digital yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan tingginya angka perekaman KTP elektronik menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kependudukan.

“Perekaman KTP elektronik di Surabaya saat ini telah mencapai 99,68 persen. Kami terus melakukan berbagai upaya agar target 100 persen dapat tercapai tahun ini. Ini menjadi modal utama dalam mendukung transformasi layanan publik berbasis digital,” kata Irvan, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut Irvan, keberhasilan perekaman KTP elektronik tidak hanya berdampak pada akurasi data kependudukan, tetapi juga menjadi syarat penting dalam pengembangan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah.

Hingga saat ini, aktivasi IKD di Kota Surabaya telah mencapai sekitar 32 persen dari total penduduk wajib KTP elektronik. Pemkot Surabaya menargetkan angka tersebut meningkat hingga 40 persen pada tahun 2026.

“Selain mengejar perekaman KTP elektronik 100 persen, kami juga terus mendorong aktivasi IKD sebagai bagian dari transformasi menuju pemerintahan digital yang lebih modern dan adaptif,” ujarnya.

IKD merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan yang memungkinkan warga menyimpan berbagai dokumen kependudukan secara digital dalam satu aplikasi di telepon pintar. Tidak hanya KTP elektronik, masyarakat juga dapat mengakses dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK), kartu identitas anak, hingga berbagai dokumen kependudukan lainnya secara praktis.

Keberadaan IKD dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik. “Melalui IKD, seluruh data kependudukan dapat diakses dalam satu aplikasi yang dilengkapi QR Code resmi untuk kebutuhan verifikasi identitas. Ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik,” jelas Irvan.

Selain memberikan kemudahan akses, Pemkot Surabaya juga memastikan aspek keamanan data menjadi prioritas utama. Sistem IKD telah dilengkapi teknologi verifikasi biometrik melalui pengenalan wajah (face recognition) serta sistem enkripsi untuk melindungi data pribadi warga dari potensi penyalahgunaan.

“Keamanan data menjadi perhatian utama. Karena itu, IKD dibangun dengan sistem perlindungan berlapis agar data kependudukan masyarakat tetap aman,” tegasnya.

Untuk mempercepat aktivasi IKD, Disdukcapil Surabaya terus memperluas layanan hingga mendekat ke masyarakat. Aktivasi dapat dilakukan di kantor kelurahan, kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, Sentra Pelayanan Publik (SPP) Joyoboyo, Nambangan, Taman Cahaya, Pakal, hingga melalui layanan jemput bola di berbagai kegiatan publik seperti Car Free Day (CFD) Taman Bungkul.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat dukungan regulasi melalui surat edaran yang diterbitkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada berbagai instansi pemerintah, kepolisian, kementerian, dan lembaga yang beroperasi di Surabaya.

Melalui regulasi tersebut, IKD ditegaskan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan KTP elektronik sebagai bukti identitas resmi penduduk. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendorong pelayanan publik berbasis digital yang lebih praktis dan paperless.

Dengan pengakuan tersebut, masyarakat tidak lagi harus membawa banyak dokumen fisik maupun melakukan legalisasi dan fotokopi berulang kali saat mengurus berbagai keperluan administrasi.

“Transformasi digital ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan efisien bagi masyarakat. Surabaya ingin menjadi kota yang semakin modern dengan pelayanan publik yang berbasis data dan teknologi digital,” pungkas Irvan.

Berita Terbaru

Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim Usul Badan Pengelola Transportasi, Soroti Tumpang Tindih Layanan

Fraksi PPP-PSI DPRD Jatim Usul Badan Pengelola Transportasi, Soroti Tumpang Tindih Layanan

Senin, 19 Okt 2026 15:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:32 WIB

Jurnas.net – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan-Partai Solidaritas Indonesia (PPP-PSI) DPRD Jawa Timur mengusulkan pembentukan Badan Pengelola Transportasi J…

Jelang Hari Santri 2026, LPOI Luncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Jelang Hari Santri 2026, LPOI Luncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya

Senin, 19 Okt 2026 14:48 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:48 WIB

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meluncurkan Buku Historiografi Islam Nusantara di Hotel Deka, Surabaya, Jawa Timur.…

STKIP Al Hikmah Surabaya Gelar Perkemahan Green Scout Movement

STKIP Al Hikmah Surabaya Gelar Perkemahan Green Scout Movement

Senin, 19 Okt 2026 14:17 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:17 WIB

Kegiatan kepanduan tingkat perguruan tinggi ini menjadi wadah penting untuk melatih kecakapan hidup para mahasiswa yang dipersiapkan menjadi guru masa depan…

SIER Promosikan Kawasan Industri Jatim ke Investor Global di Malaysia

SIER Promosikan Kawasan Industri Jatim ke Investor Global di Malaysia

Senin, 19 Okt 2026 14:05 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:05 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperluas promosi kawasan industri Jawa Timur ke pasar internasional melalui Selangor Investment and …

DPRD Jatim Minta Wacana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Dikaji Ulang

DPRD Jatim Minta Wacana Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Dikaji Ulang

Senin, 19 Okt 2026 13:14 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, meminta Kementerian Koperasi mengkaji ulang wacana penyaluran gaji aparatur sipil negara (…

Festival Anak Sholeh Banyuwangi Diikuti 665 Pelajar, Pemkab Tanamkan Nilai Agama Sejak Dini

Festival Anak Sholeh Banyuwangi Diikuti 665 Pelajar, Pemkab Tanamkan Nilai Agama Sejak Dini

Senin, 19 Okt 2026 12:30 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:30 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mendorong pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga m…