27.710 Warga Kota Malang Menganggur, DPRD Jatim Minta Pemkot Perkuat Link and Match Dunia Kerja

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Tingginya angka pengangguran di Kota Malang menjadi sorotan Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. Sebagai kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur, Malang dinilai menghadapi tantangan serius karena mayoritas penganggur justru berasal dari lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang tahun 2025, jumlah pengangguran terbuka di Kota Malang mencapai 27.710 orang dari total 486.794 angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.356 orang merupakan lulusan SMA/SMK, sedangkan 6.491 orang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Menurut Puguh, kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa lulusan pendidikan formal belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja sehingga membutuhkan langkah penanganan yang lebih terintegrasi. "Data ini patut menjadi perhatian serius. Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi, tetapi masih memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi, terutama dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi," kata Puguh, Selasa, 21 Juli 2026.

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai tingginya angka pengangguran tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak segera diantisipasi. Menurut dia, di tengah ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya jumlah pencari kerja yang belum terserap dapat memicu kerentanan sosial, mulai dari meningkatnya angka kriminalitas hingga persoalan sosial lainnya.

"Pengangguran bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bisa memicu kerentanan sosial, kriminalitas, hingga masalah sosial lainnya. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan langkah yang progresif dan kolaboratif," ujarnya.

Puguh mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah pusat, dunia usaha, serta lembaga pendidikan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Salah satu langkah yang dinilai dapat segera dioptimalkan adalah pemanfaatan 16 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pusat peningkatan kompetensi bagi lulusan SMA dan SMK yang belum memperoleh pekerjaan atau belum melanjutkan pendidikan.

"Pemkot Malang perlu lebih agresif menjalin kerja sama dengan BLK milik Pemprov Jatim. Lulusan SMA dan SMK yang belum melanjutkan kuliah atau belum bekerja bisa mendapatkan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.

Selain pelatihan vokasi, Puguh juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan perluasan Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja. Menurutnya, pemerintah daerah dapat berperan sebagai fasilitator dengan memetakan perusahaan yang siap menerima peserta magang, kemudian menghubungkannya dengan para pencari kerja sehingga tercipta kesesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan.

"Pemerintah daerah bisa berperan sebagai fasilitator dengan memetakan perusahaan-perusahaan yang siap menerima peserta magang, lalu menghubungkannya dengan para pencari kerja. Dengan begitu, terjadi link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan," tuturnya.

Ia juga menilai pengembangan sektor ekonomi kreatif, industri digital, serta kewirausahaan perlu terus diperkuat mengingat Kota Malang memiliki potensi besar di sektor tersebut, didukung keberadaan perguruan tinggi dan banyaknya generasi muda. "Yang dibutuhkan adalah orkestrasi dan komunikasi lintas sektor. Ketika data pengangguran dipadukan dengan program pelatihan, pemagangan, dan kebutuhan industri, maka persoalan ini bisa diurai bersama," katanya.

Puguh berharap tingginya angka pengangguran di Kota Malang tidak berhenti sebagai catatan statistik, melainkan menjadi dasar penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran. Menurut dia, bonus demografi hanya akan menjadi modal pembangunan apabila didukung kualitas sumber daya manusia yang mampu terserap ke dunia kerja.

"Pengangguran harus ditekan agar bonus demografi yang dimiliki Kota Malang benar-benar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi sumber persoalan sosial di masa depan," pungkas Puguh.

Berita Terbaru

HUT ke-81 RI, PKS Jatim Tekankan Tiga Karakter: Siaga, Berani, dan Setia

HUT ke-81 RI, PKS Jatim Tekankan Tiga Karakter: Siaga, Berani, dan Setia

Senin, 17 Agu 2026 13:01 WIB

Senin, 17 Agu 2026 13:01 WIB

Jurnas.net — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai momentum untuk menegaskan k…

Suku Bawean Pertama Kali Duduk di Bangku Kehormatan Upacara HUT RI di Grahadi

Suku Bawean Pertama Kali Duduk di Bangku Kehormatan Upacara HUT RI di Grahadi

Senin, 17 Agu 2026 11:19 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:19 WIB

Jurnas.net — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Timur menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Pulau Bawean, K…

PSIM Yogyakarta Pinjamkan Reva Adi ke Borneo FC Samarinda

PSIM Yogyakarta Pinjamkan Reva Adi ke Borneo FC Samarinda

Senin, 17 Agu 2026 10:25 WIB

Senin, 17 Agu 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta memutuskan melepas salah satu pemain bertahannya, Reva Adi Utama, ke sesama klub Super League. Reva dipinjamkan ke Borneo FC Samari…

Jatim Kirim Tim Reaksi Cepat ke NTT, Fokus Evakuasi dan Assessment Pascagempa M 7,7

Jatim Kirim Tim Reaksi Cepat ke NTT, Fokus Evakuasi dan Assessment Pascagempa M 7,7

Senin, 17 Agu 2026 08:34 WIB

Senin, 17 Agu 2026 08:34 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat membantu penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa T…

HUT Ke-81 RI, LPKAN Soroti Kinerja Aparatur: Rakyat Tak Butuh Janji, tetapi Bukti Nyata

HUT Ke-81 RI, LPKAN Soroti Kinerja Aparatur: Rakyat Tak Butuh Janji, tetapi Bukti Nyata

Sabtu, 15 Agu 2026 19:13 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 19:13 WIB

Jurnas.net – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni dan perayaan. Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja …

Sebelum Kick-off Soekarno Cup 2026, Pemain dan Penonton Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Sebelum Kick-off Soekarno Cup 2026, Pemain dan Penonton Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 18:31 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 18:31 WIB

Jurnas.net – Rivalitas di lapangan hijau terhenti sejenak. Sebelum pertandingan Soekarno Cup 2026 dimulai pada Sabtu (15/8/2026), para pemain, ofisial, p…