46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan tersangka WNA bermodus asmara atau love scamming dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya. (Humas Kejari Surabaya)
Puluhan tersangka WNA bermodus asmara atau love scamming dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya. (Humas Kejari Surabaya)

Jurnas.net - Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming yang melibatkan sindikat kejahatan siber internasional memasuki babak baru. Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya melimpahkan 46 tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut merupakan tahap II setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti Kejaksaan Negeri Surabaya. Puluhan tersangka itu diduga menjalankan jaringan penipuan dengan modus membangun hubungan asmara fiktif dengan korban sebelum menguras harta mereka.

Dari 46 tersangka, sebanyak tiga orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara 43 lainnya merupakan Warga Negara Asing (WNA), terdiri dari 32 warga negara Tiongkok, empat warga negara Jepang, dan tujuh warga negara Taiwan.

Berbagi peran untuk menjebak korban
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka diduga memiliki pembagian tugas yang terstruktur. Ada tersangka yang bertugas mencari dan memetakan calon korban atau profiling. Ada pula yang berperan sebagai operator percakapan untuk membangun kedekatan emosional dengan korban.

Sementara tersangka lainnya bertugas sebagai koordinator teknis untuk mendukung operasional sindikat. Modus tersebut membuat aksi penipuan tidak sekadar mengandalkan kebohongan secara spontan.

Para pelaku menggunakan pola komunikasi yang telah disiapkan untuk membangun kepercayaan korban secara bertahap. Setelah hubungan emosional terbentuk, korban kemudian diarahkan untuk mengirimkan sejumlah uang dengan berbagai alasan. 

Dalam pelimpahan tersebut, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi penangkapan. Barang bukti itu antara lain puluhan telepon seluler dan laptop yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Polisi juga menyerahkan kumpulan naskah percakapan atau script dalam berbagai bahasa yang digunakan untuk memengaruhi dan memanipulasi korban secara psikologis. Selain perangkat komunikasi, terdapat pula dokumen keimigrasian berupa paspor milik para tersangka serta buku rekening dan catatan transaksi keuangan atau buku mutasi.

Keberadaan script percakapan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dengan korban diduga telah dipersiapkan sebagai bagian dari strategi sindikat. 

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka diduga membuat akun palsu di sejumlah platform kencan daring dan media sosial. Melalui akun tersebut, pelaku kemudian membangun komunikasi dengan calon korban dan menciptakan kesan seolah-olah terdapat hubungan asmara.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mulai melancarkan berbagai skenario untuk mendapatkan uang. Dalih yang digunakan beragam, mulai dari kebutuhan darurat medis, tawaran investasi, hingga biaya pengiriman hadiah yang sebenarnya tidak pernah ada.

Mayoritas korban disebut merupakan WNI, meski terdapat pula sejumlah korban WNA. Dengan pola tersebut, korban tidak hanya dibidik melalui kelemahan sistem digital, tetapi juga melalui manipulasi psikologis dan emosional.
46 tersangka ditahan

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, penyidik kemudian menyerahkan seluruh tersangka dan barang bukti kepada JPU Kejaksaan Negeri Surabaya untuk proses hukum selanjutnya. Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan di rumah tahanan untuk menjalani proses persidangan.

Pelimpahan tahap II tersebut menandai berakhirnya tahap penyidikan oleh kepolisian dan berlanjutnya penanganan perkara ke tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Surabaya.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana kejahatan love scamming dapat berkembang menjadi kejahatan terorganisasi lintas negara dengan pembagian tugas yang sistematis, mulai dari mencari calon korban, membangun hubungan emosional, hingga mengarahkan korban untuk menyerahkan uang.

Berita Terbaru

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…