Brigjen Pol Muhammad Irhamni: Simposium Kejahatan SDA-LH Jadi Bekal APH Perkuat Penegakan Hukum

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Brigjen Pol Muhammad Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) 2026–2030.
Brigjen Pol Muhammad Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) 2026–2030.

Jurnas.net – Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Muhammad Irhamni, menilai Simposium Nasional Outlook Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) 2026–2030 memberikan banyak masukan strategis bagi aparat penegak hukum (APH) dalam memperkuat penanganan perkara di sektor lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Simposium yang diselenggarakan Auriga Nusantara di Jakarta, Kamis (16/7/2026), menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, penegak hukum, hingga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membahas berbagai tantangan penegakan hukum terhadap kejahatan SDA-LH dalam lima tahun ke depan.

Irhamni mengatakan seluruh materi yang dipaparkan para narasumber memiliki kualitas yang sangat baik karena disampaikan oleh tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang penegakan hukum maupun penelitian lingkungan.

"Terkait kegiatan lingkungan hidup dan sumber daya alam, materinya sangat bagus. Semuanya dari narasumber yang kompeten, mulai mantan pimpinan KPK hingga dekan-dekan yang pernah melaksanakan penelitian terkait kejahatan lingkungan hidup dan sumber daya alam," ujar Irhamni.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu menegaskan, berbagai pandangan yang disampaikan dalam simposium menjadi referensi penting bagi aparat penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan di sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Menurutnya, penanganan perkara lingkungan hidup tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara kepolisian, kejaksaan, kementerian terkait, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan agar penegakan hukum berjalan lebih efektif.

"Tentu ini menjadi masukan bagi kami untuk bisa melakukan penegakan hukum yang lebih efektif, berkolaborasi dengan rekan-rekan yang lain, terutama yang berkecimpung di bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam," katanya.

Irhamni yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Strategi dan Kerja Sama Dalam Negeri di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berharap forum-forum ilmiah seperti ini terus diperkuat sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus memperkaya perspektif aparat penegak hukum dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Asep N. Mulyana, menegaskan bahwa pola penegakan hukum terhadap kejahatan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang melibatkan korporasi harus mengalami perubahan secara menyeluruh.

Menurut Asep, aparat penegak hukum tidak boleh lagi hanya berfokus pada pelaku di lapangan. Penegakan hukum harus mampu menembus hingga aktor intelektual atau mastermind yang menjadi pengendali utama tindak pidana tersebut.

Selain itu, ia menilai pembekuan aset operasional milik pelaku juga perlu menjadi bagian dari strategi penegakan hukum untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai kejahatan. "Selain itu, aparat penegak hukum juga perlu mengambil langkah tegas dengan membekukan aset-aset operasional milik para pelaku sebagai bagian dari upaya memberikan efek jera," ujar Asep.

 

Berita Terbaru

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Jurnas.net — Kota Surabaya dinilai masih memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kemandirian fiskalnya. Salah satu indikatornya terlihat dari rasio P…

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Jurnas.net — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftahul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hak…

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Jurnas.net — Energi bagi sebagian orang mungkin identik dengan listrik. Namun bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker, energi juga dapat berarti p…

Perlu Perubahan Paradigma dalam Konservasi 

Perlu Perubahan Paradigma dalam Konservasi 

Senin, 31 Agu 2026 08:45 WIB

Senin, 31 Agu 2026 08:45 WIB

Jurnas.net - Masyarakat adat dan komunitas lokal memiliki konsep yang sudah berjalan dalam menjaga lingkungannya, bahkan jauh sebelum istilah konservasi modern…

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Jurnas.net — Arus investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan baru: memastikan t…

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Jurnas.net- PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul pada Sabtu, 29 Agustus 2026.…