Jurnas.net — Arus investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan baru: memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kebutuhan itu semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,96 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan investasi sebesar 7,50 persen serta berkembangnya berbagai proyek industri dan infrastruktur berskala besar.
Kondisi itu mendorong PT Utama Lestari Indonesia menggandeng sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) konstruksi yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi di Jawa Timur.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelatihan dan sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom) di bidang jasa konstruksi, kelistrikan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.
Program tersebut menyasar pelaku usaha jasa konstruksi, asosiasi profesi dan jasa konstruksi, hingga perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bagi PT Utama Lestari Indonesia, persoalan SDM tidak cukup diselesaikan hanya dengan mencetak lebih banyak tenaga kerja.
Industri juga membutuhkan sistem sertifikasi yang mampu memastikan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Proyek besar, kebutuhan tenaga kompeten meningkat. Sejumlah proyek besar di Jawa Timur menjadi gambaran besarnya peluang sekaligus kebutuhan tenaga profesional di sektor konstruksi.
Salah satunya pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp58 triliun tersebut memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2026. Pada masa konstruksi, proyek tersebut disebut berpotensi menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja.
Peluang serupa juga muncul dari pengembangan Blok Cepu di Bojonegoro. Selain itu, pengembangan kawasan industri Wiraraja Madura turut membuka prospek investasi baru menyusul nota kesepahaman Indonesia-China pada 5 Agustus 2026. Deretan proyek tersebut membutuhkan tenaga dengan berbagai keahlian, mulai dari teknik sipil, struktur, kelistrikan, mekanikal dan elektrikal (MEP), K3 konstruksi, hingga manajemen proyek.
Di sinilah sertifikasi kompetensi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan. PT Utama Lestari Indonesia juga melihat perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam menyiapkan SDM yang siap masuk ke dunia industri.
Jawa Timur memiliki banyak perguruan tinggi dengan program studi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sektor konstruksi dan industri, seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur dan K3. Sejumlah perguruan tinggi yang dinilai berpotensi menjadi mitra antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Hang Tuah.
Melalui kolaborasi tersebut, sertifikasi diharapkan tidak hanya menjadi tambahan dokumen bagi lulusan, tetapi menjadi bagian dari proses memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Skema sertifikasi yang ditawarkan mencakup Teknik Sipil, Teknik Struktur, MEP, Kelistrikan Tegangan Rendah dan Menengah, K3 Konstruksi, serta Manajemen Proyek.
Bagi perusahaan, kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja juga berkaitan dengan kesiapan memenuhi persyaratan pekerjaan maupun tender. Sementara bagi mahasiswa dan lulusan, sertifikasi dapat menjadi salah satu modal untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki pasar kerja.
Dorong perusahaan punya asesor kompetensi
Selain mencetak tenaga profesional bersertifikat, PT Utama Lestari Indonesia mendorong perusahaan dan institusi pendidikan memiliki asesor kompetensi internal. Keberadaan asesor dinilai dapat membantu perusahaan maupun institusi membangun kapasitas sertifikasi secara lebih berkelanjutan melalui jaringan Tempat Uji Kompetensi (TUK).
"PT Utama Lestari Indonesia siap bekerja sama dengan perguruan tinggi manapun untuk menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga ahli yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi BNSP," demikian komitmen yang disampaikan perusahaan tersebut.
PT Utama Lestari Indonesia menyebut telah memiliki pengalaman melaksanakan uji kompetensi di bidang jasa konstruksi, kelistrikan dan K3 melalui kerja sama dengan sejumlah dinas pemerintah provinsi serta perguruan tinggi di Jawa Timur. Perusahaan tersebut juga memiliki jaringan dengan sejumlah LSP konstruksi terakreditasi BNSP, termasuk LSP ATAKI Konstruksi Indonesia, serta jaringan TUK di sejumlah daerah di Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Program itu didukung asesor yang memiliki kompetensi dan sertifikasi BNSP di bidang konstruksi, kelistrikan dan K3 konstruksi. Dorongan peningkatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi juga tidak terlepas dari kebutuhan industri nasional untuk memiliki SDM yang semakin kompeten.
PT Utama Lestari Indonesia menilai peningkatan jumlah tenaga kerja bersertifikat harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan proyek dan investasi. Targetnya bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi memastikan sertifikasi benar-benar menggambarkan kompetensi tenaga kerja di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat link and match antara perguruan tinggi dan industri, meningkatkan daya saing tenaga kerja, serta mendukung kualitas kelembagaan pendidikan maupun perusahaan. "Mari bersama kita kuatkan daya saing konstruksi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045," menjadi semangat yang diusung dalam program tersebut.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan dan K3 dijadwalkan berlangsung pada 5-9 Oktober 2026 di Surabaya. Biaya pelatihan ditetapkan sebesar Rp6 juta per peserta.
Peserta dipersyaratkan memiliki latar belakang pendidikan S1 Teknik Sipil dan SKK aktif serta membawa laptop selama pelatihan. Pendaftaran dibuka hingga 5 September 2026.
PT Utama Lestari Indonesia berharap perusahaan, asosiasi maupun perguruan tinggi dapat mengirimkan sedikitnya dua orang perwakilan untuk mengikuti program tersebut.
Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Tias di 0822 2988 0949 atau Aisyah di 0812 1777 9243.
Melalui program tersebut, perusahaan berharap semakin banyak asesor kompetensi dan tenaga profesional bersertifikat yang tersedia di Jawa Timur.
Dengan begitu, pertumbuhan investasi dan proyek berskala besar di Jatim tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal untuk menjadi bagian dari pembangunan.
Editor : Amal