Polda Jatim Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim usai apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026. (Insani/Jurnas.net)
Polda Jatim usai apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Polda Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026 yang digelar di lapangan apel Polda Jatim, Selasa, 11 Agustus 2026.

Direktur Samapta Polda Jatim Kombes Noerwiyanto mengatakan, Jawa Timur memiliki tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Kondisi geografis Jatim dengan kawasan hutan, pegunungan, perkebunan hingga wilayah padat penduduk menjadi tantangan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran.

“Jawa Timur merupakan wilayah yang mempunyai potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Kawasan hutan jati dan hutan pinus yang tersebar di berbagai wilayah berpotensi terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau,” kata Noerwiyanto.

Ancaman tersebut menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Jawa Timur tengah menghadapi kondisi kering. Salah satunya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang saat ini masih dalam penanganan akibat kebakaran.

Menurut Noerwiyanto, karhutla tidak semata-mata dipicu faktor alam dan cuaca. Aktivitas manusia juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu kebakaran, terutama praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Terjadinya karhutla selain faktor alam atau cuaca pada musim kering yang ekstrem, juga dapat disebabkan faktor manusia. Misalnya membakar lahan untuk membersihkan daun-daun kering yang ada di lahan yang akan dijadikan perkebunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal. Sejumlah wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang.

Karena itu, potensi munculnya titik panas atau hotspot menjadi perhatian aparat. Sejumlah wilayah yang dinilai perlu mendapat kewaspadaan antara lain Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro, Gresik dan wilayah lainnya. "Potensi munculnya titik panas atau hotspot perlu diantisipasi di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Polda Jatim memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung. Seluruh unsur yang terlibat diminta mampu bergerak cepat dan terpadu ketika terjadi kebakaran. “Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan langkah dan bukti nyata bahwa baik aspek personel, peralatan maupun sarana prasarana pendukung siap melaksanakan tugas penanganan karhutla,” tegas Noerwiyanto.

Selain kesiapan sumber daya, Polda Jatim juga mendorong penguatan deteksi dini dan patroli di kawasan rawan. Pemanfaatan teknologi untuk memantau titik panas juga perlu dioptimalkan, disertai edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Noerwiyanto menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan Polri seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara Polri, BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, relawan, dinas terkait dan masyarakat. “Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral. Karena itu, kita harus menghilangkan ego sektoral agar penanganan di lapangan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut dia, kesiapan personel dan peralatan juga harus dijaga setiap saat. Koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar ketika kebakaran terjadi, proses penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum api meluas.

Di sisi lain, Noerwiyanto mengingatkan pentingnya keselamatan petugas dalam setiap operasi pemadaman. Medan kebakaran hutan dan lahan yang sulit serta kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko bagi personel.

"Utamakan keselamatan personel. Patuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja atau safety first saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di medan yang sulit. Ingat, jiwa personel sangat berharga,” pungkasnya.

Berita Terbaru

SIER Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, Saluran Langsung Dicek dan Dibersihkan

SIER Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, Saluran Langsung Dicek dan Dibersihkan

Sabtu, 26 Sep 2026 13:07 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 13:07 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merespons cepat informasi mengenai dugaan luberan air limbah di kawasan Pasuruan Industrial Estate R…

Ini Nama-nama Calon Presidium KAHMI Jatim dari 7 Zona, Satu Zona Masih Alot

Ini Nama-nama Calon Presidium KAHMI Jatim dari 7 Zona, Satu Zona Masih Alot

Jumat, 25 Sep 2026 13:46 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 13:46 WIB

Jurnas.net — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur di Trawas, Kabupaten Mojokerto, mulai m…

RS Hewan Banyuwangi Kini Bisa Tangani Operasi hingga Tumor Hewan, Ada 5 Layanan Khusus

RS Hewan Banyuwangi Kini Bisa Tangani Operasi hingga Tumor Hewan, Ada 5 Layanan Khusus

Jumat, 25 Sep 2026 12:14 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 12:14 WIB

Jurnas.net – Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi memperluas layanan kesehatan hewan dengan membuka Unit Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah Hewan. Unit yang …

Viral Video Ambulans Diduga Dihalangi Satpol PP di Surabaya Berakhir Damai

Viral Video Ambulans Diduga Dihalangi Satpol PP di Surabaya Berakhir Damai

Jumat, 25 Sep 2026 11:33 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 11:33 WIB

Jurnas.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan seorang a…

Pemilihan Presidium KAHMI Jatim di Muswil VI Gunakan Sistem Zonasi, Bukan One Man One Vote

Pemilihan Presidium KAHMI Jatim di Muswil VI Gunakan Sistem Zonasi, Bukan One Man One Vote

Jumat, 25 Sep 2026 09:24 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:24 WIB

Jurnas.net — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur mulai digelar di Trawas, Kabupaten M…

Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia

Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:42 WIB

Oleh ; Didik Prasetiyono Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI); peserta Global Solar and Battery Storage Industry Associations Gathering…