RS Hewan Banyuwangi Kini Bisa Tangani Operasi hingga Tumor Hewan, Ada 5 Layanan Khusus

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi memperluas layanan kesehatan hewan dengan membuka Unit Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah Hewan. Unit yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) tersebut diharapkan memperkuat posisi RSH Banyuwangi sebagai fasilitas kesehatan hewan rujukan.

Unit layanan itu berada di kompleks RSH Banyuwangi, Jalan RA Kartini Nomor 56. Kehadirannya melengkapi layanan kesehatan hewan yang sebelumnya telah tersedia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan kasus hewan yang membutuhkan pemeriksaan dan tindakan lebih spesifik.

Ada lima bidang layanan yang tersedia, yakni penyakit dalam, bedah, reproduksi, nutrisi, dan patologi anatomi. Untuk menunjang pelayanan, unit tersebut dilengkapi sejumlah peralatan pemeriksaan, mulai dari hematology analyzer, pemeriksaan kimia darah, ultrasonografi (USG), X-Ray, pemeriksaan histopatologi, hingga pemeriksaan parasit. Layanan juga diperkuat tenaga dokter hewan dengan berbagai kompetensi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pengembangan unit tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus memperkuat RSH Banyuwangi sebagai fasilitas rujukan. "Unit tambahan ini melengkapi layanan kesehatan yang sebelumnya sudah ada di RSH Banyuwangi," kata Ipuk, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Ipuk, keberadaan layanan khusus tersebut memiliki arti penting bagi Banyuwangi. Pasalnya, wilayah kabupaten tersebut berdekatan dengan tiga kawasan taman nasional yang menjadi habitat berbagai jenis fauna.

Dengan fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap, RSH Banyuwangi diharapkan dapat mendukung penanganan satwa, termasuk ketika terjadi kasus kesehatan pada fauna yang membutuhkan tindakan medis. “Ini akan menunjang kinerja BKSDA dan teman-teman taman nasional terkait penanganan fauna. Kalau terjadi kasus terhadap hewan tertentu, harapan kami akan memudahkan dan mempercepat penanganannya,” ujar Ipuk.

Penguatan layanan tersebut tidak hanya ditujukan bagi hewan peliharaan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung penanganan satwa yang membutuhkan layanan kesehatan veteriner melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Dekan FIKKIA Universitas Airlangga, Dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS (K), mengatakan, unit tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan hewan secara lebih spesifik. Menurut dia, sejumlah tindakan medis yang membutuhkan keahlian khusus dapat dilakukan di unit tersebut.

"Salah satu contohnya, unit ini bisa melayani operasi melahirkan bagi hewan yang tidak bisa melahirkan secara normal. Lalu ada juga operasi tumor atau patah tulang," ujarnya.

Untuk mendukung layanan tersebut, sedikitnya 10 dokter hewan akan terlibat sesuai bidang keahlian masing-masing. Mereka memiliki kompetensi antara lain di bidang bedah dan penyakit dalam veteriner, reproduksi veteriner, nutrisi veteriner, patologi anatomi veteriner, parasitologi veteriner, serta kesehatan masyarakat veteriner.

Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan tidak selalu harus membawa hewan yang membutuhkan penanganan khusus ke daerah lain.

Peresmian unit layanan khusus tersebut juga dirangkai dengan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan hewan secara gratis dalam rangka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190. Layanan gratis diberikan bagi hewan peliharaan masyarakat, khususnya kucing dan anjing.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin, vitamin, serta obat cacing yang dikemas dalam Gerakan Obat Cacing untuk Kucing dan Anjing Terpadu dan Vaksinasi Rabies (GOCAT+R). Sebanyak 400 dosis vaksin rabies disiapkan dalam kegiatan tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 250 dosis diberikan melalui layanan di RSH Banyuwangi. Sementara sisanya didistribusikan ke empat Puskeswan yang ditunjuk, yakni Puskeswan Blimbingsari, Gambiran, Genteng, dan Tegaldlimo.

Penguatan fasilitas kesehatan hewan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan veteriner, tetapi juga mendukung upaya pencegahan penyakit hewan menular dan menjaga kesehatan hewan di Banyuwangi.

Dengan bertambahnya layanan khusus, tenaga ahli, serta fasilitas pemeriksaan, RSH Banyuwangi diarahkan menjadi salah satu simpul layanan kesehatan hewan yang dapat menangani kasus secara lebih lengkap sekaligus mendukung kebutuhan konservasi satwa di wilayah Banyuwangi.

Berita Terbaru

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Jurnas.net -  Pemerintah pusat merencanakan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. RSUD RA Kartini Jepara menjadi salah satu …

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Jurnas.net – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli suara d…

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…