Jurnas.net – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur mencoba menghadirkan warna baru dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VI. Untuk pertama kalinya, KAHMI Jatim menggelar Charity Golf Tournament di Graha Family Golf Surabaya, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).
Bukan sekadar kompetisi olahraga, turnamen tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus kegiatan amal yang mempertemukan berbagai kalangan. Agenda ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-60 KAHMI.
Ketua Panitia Charity Golf Tournament KAHMI Jatim, Sugiharto, mengatakan konsep charity sengaja dipilih untuk memberikan dimensi sosial dalam turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut.
“Pertama, kami mengadakan ini karena penuh tantangan dan baru kali ini kita mengadakan ini. Charity, mengapa charity?. Karena memang ini turnamen amal,” kata Sugiharto, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut dia, penyelenggaraan turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kompetisi di lapangan golf. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan membangun jejaring antara keluarga besar KAHMI dengan berbagai kalangan.
Antusiasme peserta menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan perdana Charity Golf Tournament KAHMI Jatim. Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 120 peserta. Namun, jumlah peserta yang ambil bagian mencapai sekitar 123 orang. “Alhamdulillah memenuhi target kita, sekitar 123 dari target 120,” kata Sugiharto.
Peserta yang ambil bagian juga tidak terbatas pada golfer berpengalaman. Panitia membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai kalangan, termasuk perempuan atau ladies dan generasi muda. “Alhamdulillah hampir semua kalangan ikut, bukan hanya golfer-golfer yang atlet, yang mania golfer, terus ada ladies, ada juga dari adik-adik,” ujarnya.
Keragaman peserta tersebut dinilai membuat turnamen perdana KAHMI Jatim tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang perjumpaan lintas generasi. Bagi KAHMI, pola kegiatan semacam ini membuka peluang untuk memperluas jejaring organisasi melalui kegiatan yang lebih cair dan tidak selalu berlangsung dalam format forum organisasi.
Pemilihan golf sebagai olahraga dalam kegiatan charity tersebut juga memiliki alasan tersendiri.
Sugiharto menilai golf memiliki sejumlah nilai yang relevan dengan semangat yang ingin dibangun KAHMI, terutama ketenangan, kesabaran dan kejujuran. “Golf itu kan mengajarkan kita ketenangan, keteduhan, kesabaran, dan paling penting itu kejujuran,” ungkapnya.
Menurut dia, aspek kejujuran menjadi salah satu karakter yang menonjol dalam olahraga golf. Setiap pemain dituntut mencatat dan mempertanggungjawabkan sendiri hasil permainannya. “Di golf itu kita wajib jujur. Jadi walaupun kita main sendiri sama caddy, tapi kalau kita nggak jujur ya dibilang angkanya minus, tidak plus,” kata Sugiharto.
Nilai tersebut, lanjut dia, menjadi salah satu alasan golf dianggap tepat sebagai medium untuk membangun silaturahmi sekaligus membawa pesan sosial dalam kegiatan KAHMI. Dengan format charity, olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas kompetitif, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian dan kolaborasi.
Sugiharto berharap Charity Golf Tournament tidak berhenti sebagai kegiatan perdana dalam rangkaian Muswil VI KAHMI Jatim. Menurut dia, respons peserta dan dukungan berbagai pihak menjadi modal untuk mempertimbangkan turnamen tersebut sebagai agenda rutin.
“InsyaAllah karena ini awal yang baik dan alhamdulillah ini termasuk bagus ya walaupun awal, insyaAllah kita akan agendakan rutin, entah itu tiap tahun atau tiap dua tahun, nanti tergantung teman-teman KAHMI,” jelasnya.
Ia menyebut keberlanjutan kegiatan tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan agenda organisasi dan kesiapan KAHMI Jatim. “Harapannya nanti ke depan, insyaAllah kegiatan-kegiatan semacam ini yang pertama kali dilakukan setelah KAHMI Jawa Timur berusia 30 tahun, insyaAllah ini unlimited,” ujar Sugiharto.
Dukungan sponsor juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Panitia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan.
Sugiharto menilai keterlibatan sponsor tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan turnamen, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang dapat dikembangkan dalam kegiatan KAHMI berikutnya. “Beberapa sponsor ini sangat banyak sekali dan ini menjadi sebuah kerja sama yang baik untuk langkah-langkah selanjutnya,” pungkasnya.
Charity Golf Tournament KAHMI Jatim pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya tradisi baru dalam kegiatan organisasi, menggabungkan olahraga, silaturahmi, jejaring lintas generasi dan semangat berbagi dalam satu kegiatan.
Editor : Amal