Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kadishub Gresik dan Camat Tambak Bawean saat melakukan audiensi terkait tiket emergency pesawat Susi Air. (Istimewa)
Kadishub Gresik dan Camat Tambak Bawean saat melakukan audiensi terkait tiket emergency pesawat Susi Air. (Istimewa)

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia.

Skema tiket emergency penerbangan Susi Air untuk rute Bawean-Surabaya dan sebaliknya, serta Bawean-Sumenep, kini disebut tidak lagi berlaku. Alasannya, tidak ada pihak yang menanggung biaya tiket emergency tersebut.

Kondisi ini memunculkan sorotan karena penerbangan dari dan menuju Bawean, bukan sekadar layanan transportasi komersial. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, penerbangan dapat menjadi jalur penting ketika transportasi laut tidak memungkinkan atau ketika warga membutuhkan akses cepat dalam situasi mendesak.

Anggota DPRD Gresik dari daerah pemilihan Bawean, Eril Desembrilian Prabowo, mengatakan pihak Susi Air tidak bersedia meneruskan skema tiket emergency apabila pembiayaannya tidak ditanggung pemerintah atau pihak lain. Menurut Eril, sebelumnya tiket emergency dapat diberikan karena mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan.

"Kalau dulu disubsidi oleh Kemenhub. Susi Air tidak mau karena tidak ada yang menanggung biaya. Kami memaklumi karena perusahaan transportasi pasti profit oriented," kata Eril, Senin, 14 September 2026.

Pernyataan tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih besar. Di satu sisi, maskapai memiliki pertimbangan bisnis dan membutuhkan kepastian siapa yang membayar tiket emergency. Di sisi lain, masyarakat Bawean membutuhkan kepastian bahwa ketika kondisi darurat terjadi, ada kursi penerbangan yang dapat digunakan untuk keluar dari pulau.

Persoalannya semakin pelik karena tiket penerbangan reguler disebut dijual melalui platform daring seperti Traveloka. Artinya, ketika seluruh tiket reguler sudah terjual, warga yang membutuhkan penerbangan secara mendadak tidak memiliki pilihan khusus untuk mendapatkan tiket emergency.

Eril menilai pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu turun tangan mencari formula pembiayaan agar skema tiket emergency kembali tersedia. "Untuk itu, kiranya pemerintah provinsi maupun pusat bisa melakukan formula subsidi untuk tiket emergency. Karena pihak maskapai menjual semua tiketnya secara online di aplikasi Traveloka," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut karena Bawean merupakan wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Eril juga berharap tokoh-tokoh asal Bawean yang berada di tingkat pusat ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut. "Semoga nanti ada tokoh Bawean di tingkat pusat diharapkan ikut mendorong penyelesaian persoalan tersebut," katanya.

Eril mengatakan persoalan tiket emergency sebelumnya juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menyebut terdapat temuan terkait penggunaan tiket yang dinilai tidak seluruhnya sesuai peruntukan.

Menurut Eril, di antara penggunaan tiket tersebut terdapat warga negara asing dan penumpang dari kalangan ekonomi atas. Namun, Eril tidak menjelaskan lebih detail mengenai bentuk temuan, periode pemeriksaan, maupun tindak lanjut atas temuan tersebut.

Hal itu menjadi catatan tersendiri dalam pembahasan skema subsidi. Sebab, jika tiket emergency memang diperuntukkan bagi kebutuhan darurat masyarakat, maka mekanisme penyalurannya harus memiliki aturan yang jelas agar tepat sasaran.

Eril juga menyoroti harga tiket penerbangan dari Bawean. Menurut dia, penerbangan tersebut masih mendapatkan subsidi karena Bandara Bawean berstatus sebagai bandara perintis. Namun, ia menilai besaran subsidi yang dirasakan masyarakat tidak lagi seperti beberapa tahun sebelumnya.

"Hingga saat ini harga tiket pesawat pulang pergi Bawean masih disubsidi, karena masih status bandara perintis. Namun, subsidinya sepertinya tidak seperti dulu. Sekarang sudah harga Rp 800-an, kalau dua tahun yang lalu masih kisaran Rp 300 sampai Rp 500 ribu," ujarnya.

Kenaikan harga tersebut, menurut Eril, semakin membuat kebutuhan terhadap skema tiket emergency menjadi penting. Terlebih, transportasi Bawean tidak hanya menghadapi persoalan harga tiket. Warga juga harus menghadapi faktor cuaca dan keterbatasan transportasi laut yang dapat membuat akses keluar pulau terputus.

Camat Tambak, Muhammad Nursyamsi, membenarkan persoalan tersebut. Ia mengatakan pihak kecamatan telah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali bersama pihak maskapai dan pengelola bandara untuk membahas keberadaan tiket emergency. Pertemuan ketiga bahkan dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik.

Namun, menurut Nursyamsi, belum ada perubahan kebijakan dari pihak maskapai. "Pihak Maskapai Susi Air tidak mau selagi tidak ada yang membayar tiket emergency. Kalau sebelumnya memang ada, karena disubsidi oleh Kementerian," kata Nursyamsi.

Dengan demikian, persoalannya kembali bermuara pada satu hal: siapa yang harus membayar ketika warga membutuhkan penerbangan dalam kondisi darurat?. Nursyamsi mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dishub untuk mencari jalan keluar.

Salah satu opsi yang muncul adalah Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan subsidi tiket emergency melalui Dishub. Namun, opsi tersebut belum dapat langsung dijalankan karena belum ada regulasi yang menjadi dasar pembiayaannya.

"Mungkin solusinya sementara subsidi dari Pemkab Gresik melalui Dishub Gresik. Namun ini belum ada regulasi yang mengatur tentang hal tersebut," jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah juga berharap pihak bandar udara dapat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan maskapai dan menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat. Harapannya, Kementerian Perhubungan dapat kembali mempertimbangkan skema subsidi tiket emergency bagi penerbangan Bawean.

Persoalan ini pada akhirnya bukan hanya mengenai tiket pesawat. Ini menyangkut seberapa siap sistem transportasi kepulauan memberikan akses ketika warga menghadapi keadaan darurat.

Ketiadaan tiket emergency membuat masyarakat berada dalam posisi sulit. Maskapai membutuhkan kepastian pembiayaan, sementara pemerintah belum memiliki regulasi yang jelas untuk menanggung tiket tersebut.
Di tengah persoalan itu, warga Bawean tetap menjadi pihak yang harus menanggung risikonya.

Jika tiket reguler habis, sementara transportasi laut tidak dapat beroperasi karena cuaca, pilihan warga semakin terbatas. Dalam situasi tertentu, persoalan administratif dan pembiayaan bahkan dapat berhadapan langsung dengan kebutuhan untuk mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu segera mencari formula yang jelas. Layanan penerbangan di wilayah kepulauan memang harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan bisnis maskapai, tetapi akses darurat masyarakat juga tidak seharusnya sepenuhnya bergantung pada ada atau tidaknya pihak yang bersedia membayar tiket.

Sebab, ketika keadaan darurat datang, warga membutuhkan kepastian penerbangan, bukan sekadar kepastian bahwa tiket bisa dibeli secara online.

Berita Terbaru

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Senin, 26 Okt 2026 08:02 WIB

Jurnas.net - Musik menjadi ruang perjumpaan sekaligus sarana menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial dalam Yayaya Fest 2026 yang digelar di…

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…