Hentakan Musik Bersama Inklusivitas, Kepedulian Lingkungan, dan Sosial di Kridosono

author Ahmad M.

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yayaya Fest 2026. Ahmad M./Jurnas.net
Yayaya Fest 2026. Ahmad M./Jurnas.net

Jurnas.net - Ribuan orang memadati area Stadion Kridosono Yogyakarta pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Mereka berdendang dengan alunan musik dari sejumlah musisi. 

Malam itu, lima grup musik mendendangkan para manusia di area tersebut. Mereka yakni Jumat Gombrong, Guyon Waton, Rebellion Rose, Lomba Sihir, dan MALIQ & D'Essentials. 

Di tengah euforia dan kebahagiaan penonton itu, terselip aksi-aksi kemanusiaan. Ada banyak penonton difabel di area itu. Dengan keterbatasan, namun mereka justru mengaku bisa merasakan kenyamanan. 

"Peduli sekali. Kami sudah mengarahkan ke difabel senang-senang," kata salah seorang pengunjung konser, Mitro, bertajuk Yayaya Fest 2026 itu. 

Mitro menjadi salah seorang difabel netra di lokasi itu. Sejak awal datang, Mitro sudah disambut dengan ramah panitia konser di lokasi. 

Mitro mulanya diajak dialog mengenai kondisinya. Panitia konser yang sudah membagi perannya membantu para pengunjung yang memerlukan. 

"Panitia tanggap sekali. Saya merasa senang sekali. Harapannya kontinyu ada seperti ini," katanya. 

Fasilitasi bagi difabel hingga pemberian pengetahuan sosial hingga lingkungan diberikan pada kegiatan itu. Bagi kelompok difabel yang hadir, mereka merasa dimanusiakan. 

"Senang rasanya,m ada konser yang inklusif. Selama ini takut kalau mau ke konser berdesak, berdiri lama capek, tapi di sini disediakan tempat khusus jadi nggak capek," ujar Ani Vero, warga Suryodiningratan, Kota Yogyakarta. 

Perempuan 45 tahun itu mengatakan sejak tiba di pintu masuk bisa beraktivitas sendiri. Ani Vero masuk ke dalam lokasi konser di antar masuk ke dalam oleh panitia.

Baginya, pengalaman menonton konser yang inklusif ini menjadi yang pertama. Ia mengaku beberapa kali mengalami diskriminasi, termasuk disebut tidak bisa bekerja jadi pegawai. 

"Untuk di sini tadi juga diberi tahu ada toilet khusus difabel. Ini jadi contoh sangat positif. Harapannya Jndonesia semakin inklusif," ujarnya. 

Inisiator Yayaya Fest, RA Yashinta Sekarwangi Mega mengatakan momen tersebut ditujukan menyediakan wadah/ruang bagi temen2 di Yogyakarta termasuk kelompok disabilitas. Wadah dan ruang yang aman nyaman dan inlusif untuk semua. 

"Siapapun yang hadir, kami ajak merasakan suka, luka, dan duka pada 2026, karena apapun perjuangannya patut dirayakan," kata dia.  

Ada berbagai komunitas digandeng, seperti Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi), Sadar Belajar, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), hingga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) Indonesia. Dari aspek lingkungan, para peserta diminta terlibat menghitung estimasi pemakaian korban sejak berangkat hingga kepulangan. 

"Ada empat isu yang bisa dipelajari; perempuan dan anak, lingkungan, inklusivitas, dan antikekerasan. Keempat isu uyama tak hanya berhenti pada festival itu," kata dia. 

Ia mengatakan para komunitas akan menjaga kolaborasi dalam beberapa kegiatan ke depan, termasuk penanaman mangrove hingga perawatannya. Selain komunitas, penonton umum bisa mengenali kegiatan para komunitas dan membuka diri untuk terlibat  

"Harapannya para komunitas muda bisa mengenal komunitas tersebut, membangun jejaring, supaya bisa menggodog kebijakan letika bicara tentang isu-isu tadi," ucapnya. 

Berita Terbaru

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Jelang Hari Sumpah Pemuda, PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Kawasan Industri JIIPE

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Senin, 26 Okt 2026 09:04 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan industri …

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…