Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Emas dari Dalam Lapas, Kerugian Korban Tembus Rp 3,7 Miliar

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim merilis kasus penipuan jual beli emas. (Insani/Jurnas.net)
Polda Jatim merilis kasus penipuan jual beli emas. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar sindikat penipuan daring bermodus penjualan logam mulia (emas) yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya merupakan warga binaan, sementara seorang lainnya berperan sebagai penampung aliran dana hasil kejahatan.

Dalam kasus ini, seorang korban mengalami kerugian hingga Rp587,5 juta, sedangkan penyidik menduga masih terdapat sedikitnya lima korban lain dengan total kerugian mencapai sekitar Rp3,7 miliar.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur, Kombes Bimo Ariyanto, mengatakan para pelaku menjalankan aksi penipuan dari balik lapas dengan memanfaatkan telepon seluler dan berbagai aplikasi digital untuk mencari serta mengelabui calon korban.

"Tindak pidana ini merupakan penipuan online jaringan lapas dengan modus penjualan logam mulia atau emas. Tersangka yang kami amankan terdiri atas empat warga binaan lapas dan satu orang perempuan yang berperan sebagai penampung hasil kejahatan," kata Bimo, Senin, 3 Agustus 2026.

Empat warga binaan yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial ICS, MAH, I, dan SYR. ICS merupakan narapidana yang kini menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan setelah sebelumnya dipindahkan dari Lapas Sumatera Utara. Sementara MAH, I, dan SYR masih berstatus warga binaan di Lapas Sumatera Utara.

Polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial RML yang diduga menyediakan rekening bank untuk menampung uang hasil penipuan. Menurut Bimo, ICS diduga menjadi otak sindikat tersebut. Bersama MAH, ia menyiapkan perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan aksi scamming, sedangkan SYR dan I membantu menyediakan rekening atas nama RML sebagai tujuan transfer dana dari para korban.

"ICS merupakan otak dari komplotan ini. Dia bersama MAH menyiapkan piranti lunak untuk melakukan scamming, sedangkan SYR dan I membantu menyiapkan rekening atas nama RML yang digunakan menerima uang korban," katanya.

Penyidik mengungkapkan, aksi penipuan diawali dengan menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp menggunakan nomor virtual. Pelaku berpura-pura menjadi anak korban dan meminta agar nomor baru tersebut disimpan. Sebelum menghubungi korban, pelaku terlebih dahulu melakukan profiling menggunakan aplikasi GetContact Premium untuk mengetahui identitas serta hubungan keluarga calon korban.

Setelah korban percaya, pelaku menawarkan pembelian emas dengan harga jauh di bawah pasar, yakni sekitar Rp2.350.000 per gram, padahal saat itu harga emas mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram. Korban kemudian sepakat membeli 250 gram emas yang terdiri atas dua batang seberat 100 gram dan satu batang seberat 50 gram. Seluruh pembayaran senilai Rp587,5 juta ditransfer dalam sehari ke rekening Bank BRI milik RML.

Korban baru menyadari menjadi korban penipuan setelah suaminya merasa curiga dan menghubungi anak kandung mereka. Dari situlah diketahui bahwa pesan WhatsApp yang diterima sebelumnya berasal dari pelaku.

Polisi Sita Emas dan Telusuri Korban Lain
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon seluler yang digunakan para warga binaan, rekening SeaBank milik ICS, mutasi rekening Bank BRI atas nama RML, dua unit iPhone, kartu ATM, akun dompet digital, serta sejumlah perhiasan emas. Menurut penyidik, perhiasan emas yang ditemukan pada tersangka RML diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan.

"Perhiasan emas yang kami sita dari tersangka RML diduga merupakan hasil pembelian menggunakan keuntungan dari tindak pidana penipuan ini," ujar Bimo.

Penyidik juga masih mengembangkan perkara tersebut. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, jaringan ini diduga telah menipu sedikitnya lima korban lain di Jawa Timur dengan total kerugian sekitar Rp3,7 miliar. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa pernah mengalami modus serupa agar segera melapor guna mempercepat proses penyidikan.

Selain memburu kemungkinan adanya korban lain, Ditreskrimsiber Polda Jatim juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengusut bagaimana telepon seluler dapat masuk dan digunakan oleh para warga binaan di dalam lapas. "Kami masih berkoordinasi dengan Ditjen Pemasyarakatan untuk mendalami bagaimana handphone tersebut bisa masuk dan digunakan oleh warga binaan di dalam lapas," kata Bimo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024. Mereka terancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…