Puguh: Masih Banyak Guru Bergaji di Bawah Rp2 Juta, Wacana Gaji Rp5 Juta Harus Jadi Prioritas

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Wacana menaikkan gaji guru hingga minimal Rp5 juta per bulan dinilai menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan klasik kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia. Selama bertahun-tahun, masih banyak guru, terutama guru honorer, yang mengabdikan diri dengan penghasilan jauh dari kata layak.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyambut positif usulan tersebut. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan pendapatan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

"Usulan tersebut merupakan gagasan yang baik. Persoalan kesejahteraan guru sudah menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga sekarang dan harus menjadi perhatian serius pemerintah," kata Puguh, Senin, 29 Juni 2026.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menegaskan, guru merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, negara perlu memastikan tenaga pendidik memperoleh penghasilan yang layak agar dapat menjalankan tugas secara profesional dan optimal. "Guru adalah instrumen utama dalam mencetak generasi bangsa. Ketika kualitas dan kesejahteraan guru meningkat, kualitas anak-anak yang mereka didik juga akan meningkat," katanya.

Puguh menyoroti kondisi guru honorer yang hingga kini masih memprihatinkan. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 74 persen guru honorer masih menerima gaji di bawah Rp2 juta per bulan, bahkan sekitar 13 persen masih memperoleh penghasilan kurang dari Rp500 ribu setiap bulan. Menurutnya, kondisi tersebut juga masih banyak ditemukan di Jawa Timur, khususnya pada guru-guru yang mengajar di sekolah swasta.

"Masih banyak guru yang menerima penghasilan tidak sebanding dengan pengabdian mereka. Padahal mereka memikul tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan generasi bangsa," tegas legislator asal Malang tersebut.

Karena itu, Puguh mendorong pemerintah pusat mengawal realisasi anggaran peningkatan kesejahteraan guru dalam APBN 2027. Bahkan, jika memungkinkan, kebijakan tersebut mulai diakomodasi pada APBN Perubahan 2026 atau APBN 2026 sesuai kemampuan fiskal negara.

Ia juga mengusulkan agar besaran gaji guru mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sehingga lebih realistis dan mempertimbangkan perbedaan biaya hidup di setiap daerah. "Saya lebih sepakat jika standar kesejahteraan guru disesuaikan dengan UMP atau UMK di masing-masing daerah. Itu lebih adil dan lebih relevan dengan kondisi ekonomi setiap wilayah," ujarnya.

Menurut Puguh, peningkatan kesejahteraan guru diyakini akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Guru yang memperoleh penghasilan layak dapat lebih fokus meningkatkan kompetensi, memperkuat kualitas pengajaran, serta mendampingi peserta didik secara maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar berupa kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi bagian dari strategi pemerataan mutu pendidikan.

"Disparitas kualitas pendidikan di Jawa Timur masih cukup tinggi. Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesejahteraan guru agar mereka semakin fokus, profesional, dan bersemangat mencetak generasi bangsa yang unggul serta mampu bersaing," pungkasnya.

Berita Terbaru

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jurnas.net - Even Run and Shine 2026 bakal digelar pada 18-20 September 2026. Agenda olahraga ini bukan sekadar menghadirkan lari secara fun, namun juga menyaji…

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Komisi D DPRD Jatim Soroti Kinerja Dinas PU Bina Marga, Serapan Anggaran Rendah dan Banyak Jalan Belum Standar

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 14:36 WIB

Jurnas.net - Komisi D DPRD Jawa Timur memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur dalam…

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Eri Cahyadi Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa, Tegaskan Tak Boleh Ada Pungutan di Sekolah

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 13:06 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat pada tahun 2026. Program ini d…

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Komisi E DPRD Jatim Dorong APBD Berbasis Dampak, Pendidikan hingga Kemiskinan Jadi Prioritas

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 12:26 WIB

Jurnas.net – Komisi E DPRD Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dapat diukur hanya dari t…

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri, sebuah gerakan gotong royong y…

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 10:18 WIB

Jurnas.net - Besarnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun, dinilai harus diimbangi dengan kesiapan dunia usaha dan dunia industri…