Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama PT Medco Cahaya Geothermal (MCG), menyelesaikan proses serah terima aset Special Facilities (BA STASF) untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit 1 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Serah terima yang dilakukan di Sidoarjo, Selasa (11/8/2026), menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan infrastruktur transmisi yang menopang penyaluran listrik dari PLTP Ijen dapat dikelola dan dioperasikan secara optimal. Melalui proses tersebut, PLN UIT JBM mengambil alih pengelolaan 83 tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) PLTP Ijen-Banyuwangi serta dua bay line di Gardu Induk (GI) 150 kV Banyuwangi.
Infrastruktur tersebut memiliki peran penting untuk membawa energi listrik yang dihasilkan PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan. PLTP Ijen Unit 1 yang dikelola PT MCG memiliki kapasitas 34 megawatt (MW). Pembangkit berbasis panas bumi tersebut menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) yang dikembangkan untuk mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan serah terima aset bukan sekadar menandai berakhirnya salah satu tahapan pembangunan, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab PLN dalam memastikan infrastruktur transmisi tersebut tetap andal.
"Serah terima 83 tower transmisi SUTT 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi dan dua bay line di GI 150 kV Banyuwangi ini bukan hanya menjadi penanda selesainya salah satu tahapan proyek, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal," kata Ika.
Menurut dia, keandalan jaringan transmisi menjadi faktor penting dalam memastikan energi listrik yang dihasilkan PLTP Ijen dapat disalurkan dengan aman dan berkelanjutan ke dalam sistem kelistrikan.
Karena itu, PLN UIT JBM akan melakukan pengoperasian dan pemeliharaan aset secara konsisten sesuai dengan standar yang berlaku. Ika mengatakan pengelolaan infrastruktur transmisi PLTP Ijen juga sejalan dengan komitmen PLN memperkuat ekosistem energi baru terbarukan.
Menurutnya, pengembangan pembangkit EBT harus diikuti dengan kesiapan jaringan transmisi yang mampu menyalurkan listrik secara andal. "PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin hijau," ujarnya.
Ia menilai masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan salah satu langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan. "Masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia," kata Ika.
Sementara itu, Direktur Utama PT MCG Femi Firsadi Sastrena mengapresiasi sinergi antara PT MCG dan PLN selama proses pembangunan hingga penyelesaian fasilitas pendukung PLTP Ijen. Menurut Femi, kolaborasi kedua pihak menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proyek dapat berjalan hingga memasuki tahapan serah terima aset.
"Kerja sama yang baik antara PT MCG dan PLN telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam penyelesaian proyek PLTP Ijen Unit 1. Kami mengapresiasi sinergi yang telah terbangun dan berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan energi panas bumi dan energi bersih di Indonesia," kata Femi.
Pembangunan Special Facilities PLTP Ijen merupakan bagian dari rangkaian proyek yang telah berlangsung sejak 2024. Proses tersebut diawali dengan kick off meeting pada November 2024. Selanjutnya, PLTP Ijen Unit 1 memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2025.
Setelah pembangkit beroperasi, pembangunan dan penyelesaian fasilitas transmisi dilanjutkan hingga akhirnya memasuki tahap serah terima aset kepada PLN. Dengan pengelolaan 83 tower SUTT 150 kV dan dua bay line tersebut, PLN UIT JBM kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesiapan infrastruktur yang menjadi penghubung penting antara pembangkit panas bumi Ijen dan sistem kelistrikan.
Serah terima ini sekaligus memperkuat kolaborasi PLN dengan pelaku usaha pembangkitan dalam mengoptimalkan potensi energi panas bumi Indonesia. Penguatan jaringan transmisi dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari percepatan transisi energi. Sebab, penambahan kapasitas pembangkit EBT harus dibarengi dengan infrastruktur jaringan yang mampu menyalurkan listrik secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Editor : Risfil Athon