HBB Bawean di Tengah Ancaman Gelombang, Pemkab Gresik Dinilai Minim Mitigasi

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) saat menggelar aksi menyorot keseriusan Pemkab Gresik terkait transportasi laut. (Dok: Jurnas.net)
Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) saat menggelar aksi menyorot keseriusan Pemkab Gresik terkait transportasi laut. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tengah dihadapkan pada pekerjaan rumah serius menjelang pelaksanaan Hari Besar Bawean (HBB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Oktober 2026 di Alun-Alun Sangkapura. Bukan soal kemeriahan acara yang menjadi sorotan, melainkan kesiapan pemerintah menghadapi risiko transportasi laut yang sewaktu-waktu dapat terganggu akibat cuaca.

Sebagai wilayah kepulauan, Bawean memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut untuk mobilitas warga, tamu, distribusi barang, dan kebutuhan logistik. Karena itu, agenda besar yang menghadirkan banyak orang dari luar pulau semestinya tidak hanya disiapkan dari sisi acara, tetapi juga dari sisi akses dan mitigasi risiko.

Persoalan tersebut menjadi relevan setelah BMKG mencatat Perairan Bawean bagian utara dan selatan berada dalam kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter pada periode 25-28 September 2026.

Kondisi tersebut memang belum otomatis berarti HBB akan terganggu. Namun, potensi cuaca buruk semestinya menjadi bagian dari perhitungan pemerintah, terutama karena pelaksanaan HBB tinggal hitungan hari.

Koordinator Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB), Saiq Khayran, mempertanyakan sejauh mana kesiapan Pemkab Gresik menghadapi skenario tersebut. Menurut Saiq, persoalan HBB tidak cukup dijawab dengan memastikan panggung berdiri dan rangkaian acara siap digelar.

Pemerintah juga harus menjamin bagaimana tamu, panitia, logistik, konsumsi, perlengkapan, serta kebutuhan lainnya dapat bergerak menuju Bawean apabila kondisi pelayaran terganggu.

“Kami tidak sedang mengatakan bahwa HBB pasti gagal dilaksanakan. Tetapi pemerintah dan panitia harus realistis melihat kondisi Bawean hari ini,” kata Saiq, Minggu, 27 September 2026.

Saiq menilai karakter geografis Bawean seharusnya membuat Pemkab Gresik menerapkan pola perencanaan yang berbeda dibandingkan kegiatan di wilayah daratan. “Jangan hanya sibuk menyiapkan panggung dan rangkaian acara, tetapi lupa memastikan akses menuju Bawean. Kalau kapal tidak beroperasi, bagaimana mobilitas tamu, panitia, logistik, konsumsi, perlengkapan acara, dan kebutuhan lainnya? Ini harus dihitung secara matang,” tegasnya.

Bagi Saiq, HBB hanya memperlihatkan persoalan yang lebih besar. Ketidakpastian transportasi laut merupakan masalah yang berulang dirasakan masyarakat Bawean ketika kondisi cuaca memburuk.

Gangguan pelayaran bahkan dalam waktu singkat dapat berdampak terhadap mobilitas warga sekaligus distribusi barang dan kebutuhan sehari-hari. “Bawean adalah pulau. Hampir semua kebutuhan dari luar daerah bergantung pada jalur laut. Ketika kapal berhenti beroperasi, persoalannya tidak berhenti pada orang yang tidak bisa menyeberang,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut semestinya menjadi evaluasi terhadap kebijakan konektivitas Pemkab Gresik dengan Bawean. “HBB hanya salah satu contoh. Persoalan sebenarnya jauh lebih besar. Setiap kali cuaca buruk, Bawean kembali dihadapkan pada ketidakpastian transportasi,” ujar Saiq.

Ia menilai persoalan konektivitas Bawean tidak seharusnya hanya muncul dalam pembahasan ketika ada agenda besar atau ketika cuaca buruk terjadi. Sebaliknya, pemerintah perlu memiliki skema mitigasi yang dapat digunakan setiap kali akses transportasi laut menghadapi gangguan.

Saiq juga mempertanyakan skenario yang disiapkan pemerintah apabila kondisi cuaca memburuk menjelang atau selama HBB berlangsung. Menurutnya, pemerintah harus menjawab persoalan tersebut sebelum kegiatan dimulai.

“Kalau memang HBB tetap dilaksanakan, pemerintah harus mempunyai skenario yang jelas. Jangan sampai acara sudah ditetapkan, tamu sudah diundang, tetapi ketika kapal tidak bisa berlayar semuanya baru panik,” katanya.

Oleh karena itu, Saiq meminta Pemkab Gresik dan panitia HBB melakukan koordinasi lebih awal dengan operator pelayaran, otoritas pelabuhan, BMKG, serta instansi terkait. Koordinasi itu dinilai penting untuk memetakan kondisi pelayaran, kebutuhan logistik, keselamatan perjalanan, hingga langkah yang harus ditempuh apabila terjadi penghentian sementara operasional kapal.

“Antisipasi harus dilakukan sebelum persoalan terjadi, bukan setelah masyarakat menghadapi dampaknya,” tegas Saiq.

Saiq mengakui pemerintah tidak mungkin mengendalikan kondisi cuaca. Namun, menurut dia, pemerintah memiliki ruang untuk mengantisipasi dampaknya melalui kebijakan dan perencanaan. “Cuaca memang tidak bisa dikendalikan. Tetapi risiko akibat cuaca bisa dipetakan dan diantisipasi,” ujarnya.

Ia meminta Pemkab Gresik tidak menjadikan cuaca sebagai alasan apabila kemudian terjadi gangguan terhadap pelaksanaan HBB. Menurut dia, cuaca merupakan faktor eksternal, sedangkan kesiapan menghadapi risiko tersebut merupakan bagian dari perencanaan yang dapat dilakukan pemerintah.

“Pemerintah harus punya mitigasi yang konkret. Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang menanggung akibat dari lemahnya perencanaan,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan HBB yang semakin dekat, AMPB mendorong Pemkab Gresik segera memastikan kesiapan transportasi, logistik, keselamatan pelayaran, serta skenario alternatif jika akses laut terganggu. Sebab, keberhasilan HBB bagi masyarakat Bawean bukan semata soal seberapa meriah acara digelar di Alun-Alun Sangkapura.

Bagi warga pulau, keberhasilan sebuah agenda juga diukur dari apakah pemerintah mampu memastikan akses, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat tetap terlindungi ketika kondisi laut tidak bersahabat.

Pada titik inilah kebijakan Pemkab Gresik menghadapi ujian, apakah HBB hanya dipersiapkan sebagai sebuah acara, atau benar-benar dirancang dengan mempertimbangkan realitas Bawean sebagai wilayah kepulauan yang akses utamanya sangat bergantung pada laut.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, DPC Gresik Gelar Donor Darah dan Ajak Warga Peduli Stok Darah

HUT ke-25 Demokrat, DPC Gresik Gelar Donor Darah dan Ajak Warga Peduli Stok Darah

Minggu, 27 Sep 2026 11:23 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 11:23 WIB

Jurnas.net — Kepedulian terhadap kebutuhan darah masyarakat diwujudkan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Gresik melalui kegiatan bakti sosial donor d…

Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih, Sistem Zonasi Jadi Eksperimen Baru Menuju 'Gerbang Baru Nusantara'

Tujuh Presidium KAHMI Jatim Terpilih, Sistem Zonasi Jadi Eksperimen Baru Menuju 'Gerbang Baru Nusantara'

Minggu, 27 Sep 2026 09:23 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 09:23 WIB

Jurnas.net – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (…

SIER Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, Saluran Langsung Dicek dan Dibersihkan

SIER Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, Saluran Langsung Dicek dan Dibersihkan

Sabtu, 26 Sep 2026 13:07 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 13:07 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) merespons cepat informasi mengenai dugaan luberan air limbah di kawasan Pasuruan Industrial Estate R…

Ini Nama-nama Calon Presidium KAHMI Jatim dari 7 Zona, Satu Zona Masih Alot

Ini Nama-nama Calon Presidium KAHMI Jatim dari 7 Zona, Satu Zona Masih Alot

Jumat, 25 Sep 2026 13:46 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 13:46 WIB

Jurnas.net — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur di Trawas, Kabupaten Mojokerto, mulai m…

RS Hewan Banyuwangi Kini Bisa Tangani Operasi hingga Tumor Hewan, Ada 5 Layanan Khusus

RS Hewan Banyuwangi Kini Bisa Tangani Operasi hingga Tumor Hewan, Ada 5 Layanan Khusus

Jumat, 25 Sep 2026 12:14 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 12:14 WIB

Jurnas.net – Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi memperluas layanan kesehatan hewan dengan membuka Unit Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah Hewan. Unit yang …

Viral Video Ambulans Diduga Dihalangi Satpol PP di Surabaya Berakhir Damai

Viral Video Ambulans Diduga Dihalangi Satpol PP di Surabaya Berakhir Damai

Jumat, 25 Sep 2026 11:33 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 11:33 WIB

Jurnas.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan seorang a…