Sistem Zonasi Muswil KAHMI Jatim Bisa Jadi Contoh bagi MN dan MW se-Indonesia

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengurus MW KAHMI Jawa Timur demisioner. (Dok: Jurnas.net)
Pengurus MW KAHMI Jawa Timur demisioner. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum memilih kepemimpinan baru periode 2026-2031. Forum yang digelar di Trawas, Kabupaten Mojokerto, itu juga menghadirkan pendekatan berbeda dalam proses penjaringan calon Presidium melalui sistem zonasi.

Sistem tersebut membagi wilayah Jawa Timur ke dalam tujuh zona. Dari masing-masing zona dilakukan proses penjaringan dan pembahasan bakal calon Presidium sebelum dibawa ke forum Muswil.

Sekretaris Umum (Sekum) MW KAHMI Jawa Timur demisioner, Akhsanul Yakin, mengatakan sistem zonasi dirancang untuk memperluas representasi dalam komposisi Presidium, baik dari aspek kewilayahan maupun latar belakang profesi.

“Sistem zonasi dapat menemukan komposisi Presidium yang ideal, baik keterwakilan kewilayahan atau kedaerahan maupun keterwakilan profesi,” kata Yakin, Minggu, 27 September 2026.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting karena KAHMI Jawa Timur memiliki jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah serta berasal dari beragam profesi. Karena itu, proses penjaringan tidak cukup hanya mencari figur yang memiliki dukungan kuat, tetapi juga perlu memperhatikan keseimbangan representasi wilayah dan kompetensi.

Yakin menegaskan, sistem zonasi dalam Muswil VI tidak semata-mata berkaitan dengan pembagian wilayah. Menurut dia, musyawarah mufakat menjadi roh utama dalam proses tersebut.

Melalui musyawarah di tingkat zona, masing-masing wilayah memiliki ruang untuk mendiskusikan figur yang dianggap memiliki kapasitas dan dapat mewakili kepentingan daerah sekaligus kebutuhan KAHMI Jawa Timur secara lebih luas. “Musyawarah mufakat menjadi roh sistem zonasi,” katanya.

Dengan mekanisme tersebut, proses penjaringan diharapkan tidak hanya menghasilkan figur berdasarkan popularitas atau kekuatan dukungan, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas, rekam kontribusi, serta kebutuhan organisasi.

Namun, Yakin mengingatkan bahwa sistem zonasi tetap membutuhkan pengawalan yang kuat. Menurut dia, Steering Committee (SC) atau tim seleksi (timsel) memiliki peran penting dalam menentukan kualitas proses penjaringan. "Peran SC atau timsel menjadi penentu,” ujarnya.

SC atau timsel tidak hanya bertugas memastikan tahapan berjalan sesuai mekanisme, tetapi juga menjaga agar proses penjaringan tetap berada dalam koridor aturan organisasi dan semangat musyawarah. Hal itu menjadi penting karena sistem zonasi merupakan pendekatan yang membutuhkan koordinasi antardaerah dan kesepahaman mengenai tujuan bersama.

Dalam Muswil VI KAHMI Jatim, sistem zonasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju pemilihan tujuh Presidium. Forum Muswil tetap menjadi ruang pengambilan keputusan tertinggi untuk menentukan Presidium KAHMI Jatim.

Sebanyak 13 calon Presidium yang sudah didatangkan di 7 zona (berdasarkan jumlah 7 presidium). Hasilnya, tujuh Presidium terpilih melalui perolehan suara terbanyak untuk periode 2026-2031. Lutfi J. Kurniawan memperoleh suara terbanyak dengan 30 suara, disusul Aan Eko W. dengan 29 suara.

Kemudian Ahmad Riyadh dan Nur Muhyidin masing-masing memperoleh 28 suara, Agus Mahfudz Fauzi 27 suara, Robbah F. 24 suara, H. Nyak Din 21 suara, H. Samwil 20, dokter Agung Mulyono 19, Prof Romdhoni, M. Ma’ruf Syah, 8, Arbayanto dan Sanusi masing-masing 2 suara. Tujuh nama teratas terpilih menjadi presidium.

Yakin melihat hasil tersebut sebagai bagian dari proses untuk mencari komposisi kepemimpinan yang mampu merepresentasikan keberagaman KAHMI Jawa Timur. Keterwakilan wilayah, kata dia, penting agar kepemimpinan tidak terkonsentrasi pada kelompok atau daerah tertentu.

"Sementara keberagaman profesi dibutuhkan agar potensi keahlian alumni dapat dioptimalkan untuk kepentingan organisasi," ucapnya.

Bagi Yakin, sistem zonasi seharusnya tidak dilihat hanya sebagai metode teknis dalam memilih calon Presidium. Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi ruang konsolidasi bagi Majelis Daerah sekaligus mempertemukan berbagai potensi alumni dari seluruh Jawa Timur.

Karena itu, evaluasi terhadap penerapan sistem zonasi tetap diperlukan agar mekanisme tersebut semakin matang pada masa mendatang. “Yang terpenting adalah bagaimana sistem ini mampu menghasilkan komposisi Presidium yang ideal,” ujarnya.

Dengan demikian, Muswil VI KAHMI Jatim tidak hanya meninggalkan tujuh nama Presidium terpilih, tetapi juga pengalaman baru dalam membangun mekanisme representasi organisasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana tujuh Presidium tersebut mengubah mandat Muswil menjadi kepemimpinan kolektif yang mampu mengonsolidasikan potensi alumni dari berbagai wilayah dan profesi.

Pada titik itu, keberhasilan sistem zonasi tidak lagi diukur dari mekanisme pemilihannya, tetapi dari sejauh mana komposisi yang dihasilkan mampu bekerja bersama membawa KAHMI Jawa Timur, menghadapi agenda organisasi dan persoalan kebangsaan ke depan.

Berita Terbaru

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …