Raih Suara Terbanyak di Muswil VI, Lutfi J. Kurniawan Dorong Reposisi KAHMI Jatim sebagai Kekuatan Intelektual dan Civil

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lutfi J. Kurniawan (baju hitam tengah) meraih suara terbanyak Presidium Kahmi Jawa Timur saat Muswil VI di Trawas, Kab. Mojokerto. (Dok: Jurnas.net)
Lutfi J. Kurniawan (baju hitam tengah) meraih suara terbanyak Presidium Kahmi Jawa Timur saat Muswil VI di Trawas, Kab. Mojokerto. (Dok: Jurnas.net)

Jurnas.net – Lutfi J. Kurniawan, peraih suara terbanyak dalam pemilihan Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI, mendorong perubahan paradigma organisasi.

Lutfi ingin KAHMI Jawa Timur tidak berhenti sebagai organisasi alumni, tetapi berkembang menjadi kekuatan intelektual dan bagian dari civil society yang aktif memberikan gagasan bagi pembangunan Jawa Timur.

“Coba mengubah paradigmanya sebagai organisasi berbasis intelektual,” kata Lutfi, Senin, 28 September 2026.

Menurut Lutfi, KAHMI Jatim memiliki modal sumber daya manusia yang cukup besar. Alumni HMI tersebar di berbagai bidang profesi dan memiliki pengalaman yang dapat dikonversi menjadi gagasan untuk menjawab berbagai persoalan daerah.

Karena itu, KAHMI Jatim, kata dia, perlu mengambil posisi sebagai kelompok strategis dalam merumuskan kebijakan publik. “KAHMI Jatim harus menjadi kelompok strategis dalam merumuskan kebijakan publik dalam membangun Jawa Timur,” ujarnya.

Lutfi mengatakan peran tersebut dapat diwujudkan dengan memperkuat tradisi intelektual di tubuh KAHMI Jatim. Organisasi tidak cukup hanya merespons persoalan setelah muncul, tetapi perlu menghasilkan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan.

Menurut dia, ruang kontribusi KAHMI sangat luas, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, politik, hukum hingga kebudayaan. “KAHMI Jatim perlu aktif menghasilkan gagasan dalam membangun kehidupan sosial, ekonomi, politik, hukum, dan gerakan kebudayaan,” kata Lutfi.

Dengan pendekatan tersebut, KAHMI diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya berbagai disiplin ilmu dan pengalaman para alumninya. Keragaman latar belakang tersebut, menurut Lutfi, justru menjadi modal untuk menghasilkan gagasan yang lebih komprehensif dalam membaca persoalan Jawa Timur.

Selain bidang kebijakan publik, Lutfi menekankan pentingnya memperkuat peran KAHMI sebagai bagian dari masyarakat sipil. Menurut dia, KAHMI Jatim perlu mengambil bagian dalam berbagai agenda pemajuan dan perlindungan kemanusiaan.

“KAHMI Jatim sebagai salah satu civil society perlu terlibat dalam agenda-agenda pemajuan dan perlindungan kemanusiaan,” ujarnya.

Peran tersebut dapat dilakukan dengan membangun ruang dialog, memperkuat kajian, serta mendorong berbagai inisiatif yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Lutfi juga mendorong agar perubahan paradigma tersebut tidak hanya terjadi di tingkat Majelis Wilayah.

KAHMI Jatim perlu memfasilitasi tumbuhnya gerakan dan gagasan di tingkat Majelis Daerah yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. “KAHMI Jatim memfasilitasi forum bagi tumbuhnya gerakan kemajuan Majelis Daerah KAHMI di 38 kota/kabupaten di Jatim,” katanya.

Dengan demikian, agenda intelektual KAHMI tidak terpusat di tingkat provinsi, tetapi tumbuh dari berbagai daerah dengan karakter dan persoalan masing-masing. 

Semangat memperkuat tradisi intelektual tersebut turut ditandai dengan peluncuran buku Napas Peradaban: Transformasi Intelektual dan Moralitas untuk Membangun Peradaban di Jatim pada penutupan Muswil VI KAHMI Jatim. Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muswil yang mengusung semangat perubahan paradigma KAHMI Jawa Timur.

"Penguatan tradisi intelektual menjadi penting, agar KAHMI mampu memberikan kontribusi yang lebih konkret terhadap persoalan masyarakat," ucapnya.

Apalagi, KAHMI memiliki modal alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis. Jika potensi tersebut dikonsolidasikan, organisasi dapat menjadi ruang produksi gagasan sekaligus jembatan antara dunia intelektual dan kebutuhan masyarakat.

Lutfi sendiri menjadi peraih suara terbanyak dalam pemilihan tujuh Presidium KAHMI Jatim pada Muswil VI. Ia memperoleh 30 suara, disusul Aan Eko W. 29 suara, Ahmad Riyadh dan Nur Muhyidin masing-masing 28 suara, Agus Mahfudz Fauzi 27 suara, Robbah F. 24 suara, serta H. Nyak Din 21 suara.

Hasil tersebut sekaligus menempatkan kepemimpinan baru KAHMI Jatim pada tantangan berikutnya: menerjemahkan gagasan perubahan paradigma menjadi kerja organisasi yang konkret.

Bagi Lutfi, ukuran keberhasilan KAHMI Jatim ke depan bukan semata-mata seberapa besar struktur organisasi dibangun, melainkan sejauh mana organisasi mampu menghasilkan gagasan, memengaruhi kebijakan publik, memperkuat masyarakat sipil, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur.

Berita Terbaru

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

RSUD Kartini Jepara Disasar Revitalisasi Pemerintah Pusat

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:34 WIB

Jurnas.net -  Pemerintah pusat merencanakan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. RSUD RA Kartini Jepara menjadi salah satu …

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Gus Lilur Laporkan Dugaan Suap Muktamar NU ke KPK, Sebut Nama Nusron Wahid dan Gus Ipul

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 13:38 WIB

Jurnas.net – Kiai kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli suara d…

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…