Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Belanja Refill untuk Kurangi Sampah dari Sumbernya

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dengan mengembangkan ekosistem produk guna ulang atau refill. Program tersebut dikembangkan bersama The Partnership for Plastics in Indonesian Society (PISCES), startup belanja ramah lingkungan Alner, dan Gerakan Banyuwangi Hijau.

Melalui sistem refill, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan mengisi ulang produk ke dalam wadah yang bisa digunakan berkali-kali. Cara ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah.

Inisiatif tersebut dikenalkan dalam acara Banyuwangi ASRI yang dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Pendopo Sabha Swagata. Masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti sabun, deterjen, beras, minyak goreng, hingga produk lainnya dengan membawa wadah sendiri.

Bagi konsumen yang tidak memiliki wadah, Alner menyediakan kemasan yang dapat digunakan kembali. Setelah produk habis, kemasan tersebut dapat dikembalikan untuk dicuci dan digunakan kembali melalui mekanisme pengisian ulang.

Director PISCES Prof Susan Jobling dari Brunel University, Inggris, mengatakan, program refill menjadi bagian dari upaya melengkapi ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang telah dikembangkan di Banyuwangi. Ekosistem tersebut sebelumnya dibangun melalui Gerakan Banyuwangi Hijau dan Project STOP.

Menurut Susan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengumpulan dan pengolahan setelah sampah dihasilkan. Pengurangan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya, salah satunya dengan mengubah pola konsumsi masyarakat.

Ekosistem yang telah dibangun di Banyuwangi mencakup pembangunan TPS3R, dukungan armada dan tenaga pengangkutan, penguatan kelembagaan, pembiayaan, serta sistem pengumpulan sampah. "Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor. Peneliti, sektor swasta, dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bekerja bersama," kata Susan.

PISCES turut mendukung Alner sebagai pelaksana utama pilot komersial fasilitas refill, baik dari sisi akademik maupun finansial. Sejak 2023, PISCES juga menginisiasi Living Lab di Banyuwangi sebagai ruang kolaborasi antara peneliti, pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para inovator dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah plastik.

CEO Alner Bintang Ekananda mengatakan, saat ini pihaknya telah bermitra dengan 20 toko yang tersebar di Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, dan Banyuwangi. Jaringan tersebut akan terus diperluas dengan melibatkan kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita, hingga warung sebagai reseller melalui sistem konsinyasi.

Menurut Bintang, pola tersebut diharapkan membuat produk refill semakin mudah dijangkau masyarakat karena tidak hanya tersedia di gerai tertentu, tetapi juga melalui jaringan toko dan warung di lingkungan permukiman. Konsumen yang datang ke toko atau mitra Alner dapat membeli produk dengan membawa wadah sendiri maupun menggunakan wadah yang disediakan Alner.

Untuk konsumen yang menggunakan wadah dari Alner, kemasan kosong dapat dikembalikan ketika melakukan pembelian berikutnya atau saat melakukan refill. Kemasan yang dikembalikan kemudian dikumpulkan dan dicuci sebelum dikirim kembali kepada produsen untuk diisi ulang. "engan mekanisme ini, kemasan dapat digunakan kembali sehingga sampah kemasan sekali pakai dapat ditekan sejak dari sumbernya," ujar Bintang.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat tersebut. Menurut dia, fasilitas refill memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang dan kemasan sekali pakai.

Mujiono menilai pengurangan sampah dari sumber akan memberikan dampak berantai terhadap sistem pengelolaan sampah. "Setiap kemasan yang tidak menjadi sampah berarti mengurangi beban rumah tangga, petugas, kendaraan, fasilitas pengolahan, hingga tempat pemrosesan akhir," tandas Mujiono.

Berita Terbaru

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Yayaya Fest, Festival Musik Bentuk Kepedulian Sosial-Lingkungan

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:06 WIB

Jurnas.net - Sejumlah kalangan berkolaborasi menghadirkan Yayaya Fest 2026, sebuah festival musik yang memadukan hiburan dengan kepedulian terhadap isu sosial…