BINEF 2026 Buka Jalan Pelajar Banyuwangi Raih Beasiswa dan Tembus Kampus Dunia

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Suasana Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Mimpi menempuh pendidikan di kampus kelas dunia tidak harus dimulai dari kota besar. Dari Banyuwangi, Jawa Timur, para pelajar dan mahasiswa didorong berani memasang target lebih tinggi dengan membangun koneksi hingga ke dunia pendidikan internasional.

Semangat tersebut dibawa dalam Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026, kegiatan tahunan yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa Banyuwangi dengan berbagai informasi serta pengalaman terkait pendidikan internasional. BINEF 2026 dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Rabu, 13 Agustus 2026.

Mengusung tema “Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia’s Future”, BINEF tahun ini tidak hanya berbicara mengenai kuliah di luar negeri. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun konektivitas mahasiswa dan pelajar Banyuwangi dengan diaspora Indonesia di berbagai negara, sekaligus membuka akses terhadap informasi beasiswa, jejaring internasional, dan pengembangan kapasitas diri.

BINEF 2026 berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, dan diikuti lebih dari 100 pelajar serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan perkembangan teknologi membuat dunia pendidikan dan pekerjaan berubah sangat cepat. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan digital dan jaringan internasional.

Ipuk merujuk laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025 yang memproyeksikan hingga 2030 akan muncul sekitar 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan yang ada saat ini berpotensi tergantikan. Perubahan tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa pendidikan harus mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi pekerjaan dan bidang keahlian yang bahkan sebagian mungkin belum ada saat ini.

“Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan di bidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas,” ujar Ipuk.

Menurut dia, kemampuan membangun koneksi internasional menjadi salah satu modal penting agar anak-anak muda Banyuwangi tidak hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam perubahan global.

BINEF menghadirkan sejumlah pembicara yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri melalui jalur beasiswa. Salah satunya Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP yang menempuh pendidikan magister di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.

Hadir pula Hardika Dwi Hermawan, penerima beasiswa LPDP yang menempuh program Master of Science di The University of Hong Kong, sekaligus pendiri Desamind. Selain itu, terdapat Achmad Roghib Mabrur, putra Banyuwangi yang kini menempuh pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan.

Syaeful Mujab membagikan pengalaman bagaimana anak muda yang berasal dari daerah tetap memiliki peluang untuk menembus perguruan tinggi internasional. Ia meminta pelajar dan mahasiswa Banyuwangi tidak merasa minder hanya karena berasal dari daerah.

“Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapa pun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik, insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” ujar Mujab.

Mujab yang juga dikenal sebagai politikus muda itu pernah menjadi calon wakil bupati Tegal pada Pilkada 2024. Salah satu hal yang ditekankan Mujab adalah pentingnya kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Menurut dia, kemampuan bahasa bukan sekadar kebutuhan akademik. Penguasaan bahasa dapat membuka akses terhadap beasiswa, konferensi internasional, komunitas global hingga jejaring profesional lintas negara. “Dengan bahasa membuka kesempatan untuk sekolah, ikut konferensi hingga membangun jejaring internasional. Manfaatkan media sosial untuk mencari informasi beasiswa dan pertemanan global,” katanya.

Pesan tersebut menjadi relevan karena banyak peluang pendidikan internasional yang tersedia, tetapi tidak semuanya diketahui atau diakses oleh pelajar dari daerah. Melalui BINEF, informasi tersebut diharapkan dapat semakin dekat dengan pelajar dan mahasiswa Banyuwangi.

Ketua Penyelenggara BINEF 2026, Ahmad Roghib Mabrur, mengatakan panitia tidak berhenti pada penyelenggaraan seminar dan berbagi pengalaman. Peserta BINEF 2026 juga mendapatkan fasilitas bimbingan bahasa Inggris gratis selama satu tahun, termasuk kesempatan mengikuti pre-test IELTS.

Menurut Roghib, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu fondasi penting bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. “Karena bahasa Inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Mereka juga dapat bimbingan mentoring gratis setahun untuk coaching tips and trip mendapatkan beasiswa di kampus internasional,” ujar Roghib.

Program mentoring tersebut diharapkan membantu peserta memahami tahapan yang harus disiapkan sejak awal, mulai dari kemampuan bahasa, pencarian informasi beasiswa, penyusunan dokumen, hingga persiapan menghadapi proses seleksi.

Dengan demikian, BINEF tidak hanya menjadi ruang berbagi inspirasi, tetapi juga diarahkan menjadi jembatan praktis bagi pelajar dan mahasiswa Banyuwangi untuk memperluas akses pendidikan ke tingkat global.

Bagi anak-anak muda di daerah, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keterbatasan geografis tidak harus menjadi batas bagi cita-cita. Dari Banyuwangi, mimpi untuk belajar di kampus dunia kini mulai dibangun melalui bahasa, keberanian, beasiswa, dan jejaring internasional.

Berita Terbaru

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

3.283 Warga Surabaya Ajukan Sanggahan Desil, 1.845 Data Turun

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:02 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memfasilitasi masyarakat untuk memperbarui data desil agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi s…

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Terparah Capai 600 Hektare

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:32 WIB

Jurnas.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kawasan pegunungan di Jawa…

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Karhutla Ijen Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing m…

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Warga Kedungdoro Keluhkan Sampah Tak Diangkut 16 Hari, Ini Sikap Pemkot Surabaya

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:14 WIB

Jurnas.net — Tumpukan sampah rumah tangga selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kelurahan Sawahan, Surabaya, akhirnya ditangani Pemerintah Kota (…

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kapasitas internal dalam memahami tata kelola dan manajemen…