DPRD Jatim: Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta Harus Dibuktikan dengan Komitmen Nyata, Bukan Pencitraan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungka. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungka. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menaikkan tunjangan guru non-ASN atau guru honorer dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah positif yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Meski demikian, Puguh mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai program jangka pendek atau sekadar respons terhadap situasi tertentu. Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi komitmen permanen dan berkelanjutan karena guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Selain kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN, pemerintah juga menetapkan skema baru penyaluran gaji dan tunjangan guru yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif yang selama ini diharapkan para tenaga pendidik.

“Saya mengapresiasi langkah Presiden yang memberikan peningkatan tunjangan kepada para guru. Untuk guru ASN diberikan sebesar gaji pokok, sementara guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Ini tentu menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan para tenaga pendidik di seluruh Indonesia,” kata Puguh, Senin, 15 Juni 2026.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menegaskan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan guru tidak boleh dipandang sebagai beban anggaran negara, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, berbagai upaya reformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal apabila kesejahteraan para pendidik masih diabaikan. Sebab, guru merupakan aktor utama yang menentukan kualitas proses pembelajaran dan pembentukan karakter generasi masa depan.

Puguh menilai kebijakan kenaikan tunjangan ini harus lahir dari komitmen yang tulus untuk meningkatkan kesejahteraan guru, bukan sekadar kebijakan populis yang bersifat sementara. "Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan nasional, maka salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah memastikan para guru hidup sejahtera,” katanya.

Ia berharap pemerintah mampu membangun sistem yang memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik, sehingga mereka tidak lagi dibayangi ketidakpastian terkait kesejahteraan dan hak-hak yang seharusnya diterima. “Kebijakan ini jangan sampai hanya menjadi langkah sesaat atau sekadar meredam isu tertentu. Harus dipastikan bahwa kebijakan ini lahir dari niat yang tulus dan komitmen yang kuat untuk benar-benar meningkatkan kesejahteraan guru,” tegasnya.

Legislator asal Malang Raya tersebut juga mengingatkan agar publik tidak melihat kebijakan tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari isu lain yang sedang berkembang. Menurutnya, kebutuhan peningkatan kesejahteraan guru merupakan persoalan riil yang telah lama menjadi aspirasi para tenaga pendidik di berbagai daerah.

“Pemerintah harus menunjukkan bahwa kebijakan ini memang hadir untuk menjawab kebutuhan nyata para guru. Karena persoalan kesejahteraan guru bukan isu baru, melainkan persoalan yang sudah lama dirasakan dan harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puguh meyakini peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pendidikan. Guru yang memiliki kepastian ekonomi dinilai akan lebih fokus menjalankan tugas mendidik dan mengembangkan kompetensinya.

“Tujuan akhirnya harus jelas, yaitu meningkatkan kapasitas ekonomi para guru agar mereka bisa lebih fokus dalam proses belajar mengajar. Setelah kesejahteraan terpenuhi, barulah peningkatan kompetensi dan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kebijakan kenaikan tunjangan tidak berhenti pada momentum tertentu, melainkan menjadi program yang berkelanjutan dengan payung hukum yang kuat dan mekanisme yang jelas. Menurut Puguh, konsistensi pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan guru akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan target peningkatan mutu pendidikan nasional serta mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kebijakan ini menjadi program permanen yang memberikan kepastian bagi para guru. Ketika guru sejahtera, mereka dapat lebih fokus mendidik. Dari situlah kualitas pendidikan akan meningkat dan cita-cita mencetak generasi unggul Indonesia dapat diwujudkan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Reses di Kutorejo, Petani Minta Perbaikan Irigasi dan Jalan Usaha Tani, Gus Atho Siap Kawal ke Pemprov

Reses di Kutorejo, Petani Minta Perbaikan Irigasi dan Jalan Usaha Tani, Gus Atho Siap Kawal ke Pemprov

Kamis, 30 Jul 2026 17:03 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 17:03 WIB

Jurnas.net – Persoalan irigasi, distribusi pupuk subsidi, hingga kondisi jalan usaha tani menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga Desa Kepuhpandak, K…

Warga Apresiasi Gus Atho usai Kawal Penghentian TPS3R di Magersari, Soroti Minimnya Pelibatan Masyarakat

Warga Apresiasi Gus Atho usai Kawal Penghentian TPS3R di Magersari, Soroti Minimnya Pelibatan Masyarakat

Kamis, 30 Jul 2026 16:37 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 16:37 WIB

Jurnas.net – Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Ath…

Jelang HUT Ke-81 RI, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Jatim dan Bali Lewat Pemeliharaan Gardu Induk

Jelang HUT Ke-81 RI, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Jatim dan Bali Lewat Pemeliharaan Gardu Induk

Kamis, 30 Jul 2026 15:31 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 15:31 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengintensifkan pemeliharaan sejumlah gardu induk (GI) menjelang p…

Didanai Uni Emirat Arab, TPS3R Kertosari Banyuwangi Berkapasitas 50 Ton per Hari Ditarget Rampung 2027

Didanai Uni Emirat Arab, TPS3R Kertosari Banyuwangi Berkapasitas 50 Ton per Hari Ditarget Rampung 2027

Kamis, 30 Jul 2026 14:22 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:22 WIB

Jurnas.net – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan kembali mendapat perhatian internasional. Delegasi lembaga C…

SIER Dukung Pemkot Surabaya Tekan Stunting, Salurkan Bantuan Nutrisi Khusus bagi Balita

SIER Dukung Pemkot Surabaya Tekan Stunting, Salurkan Bantuan Nutrisi Khusus bagi Balita

Kamis, 30 Jul 2026 13:32 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:32 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Surabaya melalui p…

PT Kasa Husada Wira Jatim Wanprestasi, Dirut PT PWU yang Ikut Digugat Lempar Tanggung Jawab ke Anak Usaha

PT Kasa Husada Wira Jatim Wanprestasi, Dirut PT PWU yang Ikut Digugat Lempar Tanggung Jawab ke Anak Usaha

Kamis, 30 Jul 2026 12:09 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:09 WIB

Jurnas.net – Sikap Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur, Erlangga Satriagung, menuai sorotan setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi PT Kasa H…