DPRD Jatim: Implementasi B50 Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Energi dan Industri Bioenergi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari. (Fraksipksjatim)
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, menyambut positif implementasi bahan bakar biodiesel B50 yang diresmikan pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Harisandi menilai penerapan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati tidak hanya berkontribusi terhadap transisi energi, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah sektor perkebunan sawit, memperkuat industri nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami menyambut baik implementasi program B50 sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sawit sekaligus memperkuat ekonomi nasional," kata Harisandi, Senin, 13 Juli 2026.

Politikus PKS itu menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk mengambil peran lebih strategis dalam pengembangan industri bioenergi nasional. Selain memiliki sektor industri manufaktur yang kuat, provinsi ini juga didukung infrastruktur pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik yang relatif lengkap.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat tidak hanya menempatkan Jawa Timur sebagai wilayah distribusi atau pasar konsumsi biodiesel, tetapi juga mendorong pengembangan industri hilir bioenergi di provinsi tersebut. Menurut Harisandi, penguatan industri hilir akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, hingga tumbuhnya industri pendukung.

"Bagi Jawa Timur, kami berharap kebijakan ini mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor industri, logistik, dan pelabuhan. Pemerintah pusat juga perlu mendorong agar Jawa Timur memperoleh manfaat ekonomi melalui penguatan industri hilir bioenergi, bukan hanya menjadi pasar konsumsi," ujarnya.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, Harisandi mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi B50 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kesiapan pelaksanaan di lapangan. Ia menilai pemerintah harus memastikan rantai pasok bahan baku berjalan baik, kualitas biodiesel tetap terjaga, serta distribusi berlangsung lancar agar tidak menimbulkan gangguan terhadap kebutuhan energi masyarakat maupun sektor industri.

"Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan implementasinya berjalan baik di lapangan. Pemerintah harus menjamin pasokan biodiesel tetap tersedia, kualitas BBM terjaga, serta tidak menimbulkan gejolak harga maupun gangguan distribusi, khususnya di daerah," katanya.

Harisandi juga menilai implementasi B50 harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun ketahanan energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dan daerah. "Harapan kami, implementasi B50 tidak hanya menjadi bagian dari transisi energi nasional, tetapi juga mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat ketahanan energi, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah, termasuk Jawa Timur," pungkas Harisandi.

Berita Terbaru

PCNU Garut Tegaskan Tetap Dukung Said Aqil sebagai Rais Aam PBNU

PCNU Garut Tegaskan Tetap Dukung Said Aqil sebagai Rais Aam PBNU

Jumat, 28 Agu 2026 16:29 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:29 WIB

Jurnas.net — Dukungan terhadap KH Said Aqil Siroj untuk kembali menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) muncul dari jajaran Syuriah P…

18.680 Lembar Uang Palsu Rupiah Dimusnahkan BI DIY

18.680 Lembar Uang Palsu Rupiah Dimusnahkan BI DIY

Jumat, 28 Agu 2026 15:34 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY) memusnahkan belasan ribu lembar uang palsu rupiah. Pemusnahan itu dilakukan…

SIER Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT, Ada 9,5 Ton Beras hingga 1.100 Porsi Makanan

SIER Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT, Ada 9,5 Ton Beras hingga 1.100 Porsi Makanan

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jurnas.net — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong keluarga besar holding kawasan industri bergerak bersama. PT D…

Muktamar NU ke-35 di Jombang, PKS Jatim Dorong Penguatan Khidmah dan Persaudaraan Kebangsaan

Muktamar NU ke-35 di Jombang, PKS Jatim Dorong Penguatan Khidmah dan Persaudaraan Kebangsaan

Jumat, 28 Agu 2026 12:40 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 12:40 WIB

Jurnas.net — Kehadiran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) bersama Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana dalam pembukaan M…

Ribuan Orang Ikuti BrookFarm Almond Run 2026, Gaya Hidup Fit Makin Diminati

Ribuan Orang Ikuti BrookFarm Almond Run 2026, Gaya Hidup Fit Makin Diminati

Jumat, 28 Agu 2026 09:37 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 09:37 WIB

Jurnas.net — Lebih dari 5.000 pelari memadati Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dalam gelaran BrookFarm Almond Run 2026. Peserta berasal d…

Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Pemilik Suara Tentukan Ketua Baru

Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Pemilik Suara Tentukan Ketua Baru

Kamis, 27 Agu 2026 22:33 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 22:33 WIB

Jurnas.net -- Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur akan digelar di Novotel Samator pada 28-29 Agustus 2026. Sebanyak 38 Ketua DPC Partai…