PDIP Jatim Sesalkan Konflik Timur Tengah, Serukan Perdamaian Dunia

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah. (Insani/Jurnas.net)
Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, menilai konflik tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan dikhawatirkan membawa dampak luas hingga ke negara lain, termasuk Indonesia.

“Kami sangat menyesalkan konflik ini terjadi. Kami tidak berharap ketegangan tersebut semakin membebani negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya, apalagi sampai berdampak pada Indonesia,” kata Said, usai menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Kantor DPD PDIP Jatim, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Said, perang tidak pernah membawa keuntungan bagi siapa pun. Sebaliknya, konflik bersenjata justru hanya menyisakan korban jiwa, penderitaan kemanusiaan, serta kerusakan di berbagai sektor kehidupan.

“Tidak ada perang yang membawa keuntungan bagi siapa pun. Yang terjadi justru korban jiwa dan penderitaan manusia,” tegasnya.

Said juga menyoroti dinamika politik global yang dinilai memperkeruh situasi di Timur Tengah. Ia mempertanyakan langkah-langkah politik yang dinilai dapat meningkatkan tekanan geopolitik di kawasan tersebut.

Menurutnya, posisi negara-negara Teluk saat ini berada dalam situasi yang sulit di tengah tarik-menarik kepentingan geopolitik antara negara besar dan kekuatan regional. “Negara-negara di kawasan itu berada dalam posisi yang sangat sulit. Situasinya kompleks dan berpotensi memperluas konflik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Said juga menyampaikan duka cita atas korban yang jatuh akibat konflik tersebut serta berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan jalan diplomasi.

Di tengah situasi global yang memanas, PDIP Jawa Timur juga menggelar peringatan Nuzulul Quran sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kebhinekaan.

Said menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tradisi partai dalam merayakan momentum keagamaan sekaligus mempererat solidaritas internal serta hubungan dengan masyarakat. “Peringatan Nuzulul Quran ini bagian dari jati diri kami. Dalam setiap momentum keagamaan besar, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu maupun lainnya, kami selalu berusaha hadir bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam tradisi partai selama Ramadan, kegiatan Nuzulul Quran biasanya dilanjutkan dengan agenda halal bihalal sebagai sarana mempererat hubungan antar kader dan masyarakat. Selain kegiatan keagamaan, PDIP Jawa Timur juga menggelar berbagai aksi sosial sepanjang Ramadan, mulai dari pembagian takjil hingga bantuan sembako bagi masyarakat.

Said menyebutkan sejak awal Ramadan pihaknya telah menyalurkan sekitar 360 ribu paket sembako di berbagai wilayah Jawa Timur. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula. “Kami juga berbagi dengan anak yatim, kaum dhuafa, serta membagikan takjil setiap hari selama Ramadan,” tandasnya.

Berita Terbaru

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir me…

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…