DPRD Jatim Dorong Kurikulum SMK Selaras dengan Kebutuhan Industri agar Lulusan Mudah Terserap Kerja

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana. (Istimewa)
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana. (Istimewa)

Jurnas.net - Besarnya jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun, dinilai harus diimbangi dengan kesiapan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam menyerap tenaga kerja sesuai kompetensi. Tanpa keterhubungan yang kuat, lulusan vokasi berisiko menambah angka pengangguran, meski telah dibekali keterampilan sejak di bangku sekolah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mengatakan pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten. Pemerintah juga harus memastikan ekosistem ketenagakerjaan mampu membuka ruang bagi mereka untuk masuk ke dunia kerja.

Menurut Renny, penguatan hubungan antara sekolah dan dunia industri menjadi langkah strategis untuk menghadapi bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia. "SMK dirancang untuk mencetak tenaga kerja siap pakai. Artinya, negara juga harus memastikan industri mampu menyerap mereka. Pendidikan dan dunia usaha tidak boleh berjalan sendiri-sendiri," kata Renny, Jumat, 10 Juli 2026.

Berdasarkan data pendidikan tahun ajaran 2025/2026, jumlah siswa kelas XII SMK di Indonesia mencapai sekitar 1,5 juta orang. Angka tersebut diperkirakan menjadi jumlah lulusan SMK pada 2026 sambil menunggu data resmi pemerintah.

Ia mengingatkan apabila lulusan dalam jumlah besar itu tidak terserap pasar kerja, Indonesia justru berpotensi menghadapi persoalan baru berupa meningkatnya pengangguran usia produktif. "Jangan sampai bonus demografi yang dimiliki Indonesia justru berubah menjadi bonus pengangguran. Lulusan SMK harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, bukan menambah antrean pencari kerja," ujarnya.

Renny menilai penguatan pendidikan vokasi harus dilakukan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Selain itu, ia mendorong perluasan program magang, peningkatan sertifikasi kompetensi, serta penguatan kemitraan antara SMK dan pelaku usaha agar lulusan memiliki pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

Menurutnya, sejumlah sektor memiliki prospek besar dalam menyerap lulusan SMK pada masa mendatang, mulai dari industri manufaktur, ekonomi digital, industri kreatif, kendaraan listrik, energi baru dan terbarukan, hingga sektor kesehatan. "Kalau kebutuhan industri dan kompetensi lulusan bisa dipertemukan, maka lulusan SMK tidak hanya mudah mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah," ucapnya.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, juga menyoroti perkembangan ketenagakerjaan di Jawa Timur yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per Februari 2026, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang, meningkat sekitar 388.040 orang dibandingkan Februari 2025.

Dari total 25,14 juta angkatan kerja, sebanyak 96,45 persen telah bekerja, sementara sekitar 892.640 orang masih menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,55 persen, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 74,78 persen.

Meski demikian, Renny mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari menurunnya angka pengangguran semata. Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan tersedianya lebih banyak pekerjaan formal yang menawarkan penghasilan layak, perlindungan tenaga kerja, serta jenjang karier yang jelas.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kita membutuhkan lebih banyak investasi produktif yang mampu menciptakan pekerjaan formal dengan penghasilan layak, perlindungan tenaga kerja, dan jenjang karier yang jelas," katanya.

Renny berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri terus diperkuat agar lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi tenaga kerja produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

"Jawa Timur sudah menunjukkan tren yang baik dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang terserap. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak anak muda memperoleh pekerjaan yang layak, produktif, dan memberikan masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Berita Terbaru

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Run'n Shine, Lari Berhadiah Umrah dan Trip ke Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB

Jurnas.net - Even Run and Shine 2026 bakal digelar pada 18-20 September 2026. Agenda olahraga ini bukan sekadar menghadirkan lari secara fun, namun juga menyaji…

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

AHY Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru dari Pacitan, Ajak Masyarakat Jaga Pantai dan Lingkungan

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 11:39 WIB

Jurnas.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri, sebuah gerakan gotong royong y…

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Sediakan Videotron hingga Produk UMKM Gratis

Jumat, 10 Jul 2026 09:18 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 09:18 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur akan menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di halaman Gedung DPRD Jatim pada 15–16 Juli 202…

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

PLN UIT JBM Latih 100 Peserta Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print, Perkuat Inklusi Penyandang Disabilitas

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 14:32 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif m…

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

LPKAN Desak Presiden Terbitkan Perpres Satgas Antikorupsi, Fokus Percepat Pengembalian Aset Negara

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 12:20 WIB

Jurnas.net – Lembaga Pengawasan Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Korupsi dan Penyelamatan A…

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Dua Pengusaha Buah di Surabaya Ditahan dalam Kasus Pengeroyokan, Terancam 7 Tahun Penjara

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:24 WIB

Jurnas.net – Proses hukum kasus dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetya (22) di kawasan pergudangan Jalan Tanjungsari, Surabaya, terus bergulir. Setelah d…