Jurnas.net - Kunjungan tiga anggota DPR RI dari Partai Golkar ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi. Lebih dari itu, safari politik selama tiga hari tersebut diarahkan untuk menyerap langsung persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah masyarakat kepulauan, mulai dari konektivitas transportasi laut, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.
Rombongan tersebut dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPRD Gresik Wongso Negoro.
Kedatangan para legislator disambut jajaran pengurus Partai Golkar, mantan anggota DPRD Gresik dari Daerah Pemilihan Bawean Miftahul Jannah, tokoh masyarakat dan relawan partai.
Bagi masyarakat Bawean, kunjungan tersebut diharapkan bukan sekadar agenda seremonial. Sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut, Bawean masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan akses transportasi, pelayanan publik, hingga kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur.
Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, mengatakan agenda pertama rombongan adalah menghadiri Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar di Kecamatan Tambak dan Sangkapura. Muscam menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi partai hingga tingkat kecamatan sekaligus memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat.
"Kami menghadiri Muscam di Kecamatan Tambak dan Sangkapura bersama Ketua DPRD Gresik. Dalam forum ini juga dilakukan penyusunan kepengurusan baru sebagai bagian dari penguatan organisasi Partai Golkar," kata Labib.
Sebelum mengikuti Muscam, rombongan menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An-Nashiriyah di Dusun Guntung, Desa Sidogedungbatu. Menurut Labib, kunjungan ke pesantren telah menjadi tradisi Partai Golkar setiap melakukan kegiatan organisasi di berbagai daerah.
"Kami selalu menyempatkan bersilaturahmi dengan para ulama dan masyarakat pesantren. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat," katanya.
Namun, inti kunjungan berada pada agenda hari berikutnya. Ketiga anggota DPR RI dijadwalkan berkeliling ke sejumlah wilayah di Pulau Bawean untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat.
Labib mengungkapkan, sejumlah masukan telah disampaikan Camat Sangkapura mengenai kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan. Berbagai usulan tersebut akan dipelajari sesuai kewenangan masing-masing komisi di DPR RI.
"Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Gresik-Lamongan, kami ingin memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti di tingkat daerah, tetapi bisa dibawa dan diperjuangkan di tingkat nasional," ujarnya.
Selain bertemu masyarakat, rombongan juga dijadwalkan menggelar dialog bersama seluruh kepala desa di Pulau Bawean. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menghimpun persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan peningkatan infrastruktur dasar, transportasi laut, penguatan sektor perikanan, pertanian, hingga pengembangan potensi wisata.
Menurut Labib, pembangunan Bawean membutuhkan perhatian yang berkelanjutan karena memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang berbeda dengan kawasan daratan. "Kami berharap Partai Golkar terus mendapat kepercayaan masyarakat sehingga bisa terus berkontribusi dalam memperjuangkan pembangunan Bawean. Potensi daerah ini sangat besar, baik sektor pariwisata, kelautan maupun ekonomi masyarakat. Yang diperlukan adalah dukungan infrastruktur dan konektivitas yang lebih baik," katanya.
Ketua Pratama Partai Golkar Jawa Timur Akhsanul Yaqin
Sementara itu, Ketua Pratama Partai Golkar Jawa Timur Akhsanul Yaqin, yang juga putra asli Bawean menyebut kehadiran tiga anggota DPR RI menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah pusat.
Menurutnya, selama ini masih banyak kebutuhan masyarakat Bawean yang memerlukan dukungan kebijakan di tingkat nasional, terutama terkait transportasi laut yang menjadi urat nadi mobilitas warga, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
"Sebagai putra daerah, saya berharap kunjungan ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata. Aspirasi masyarakat harus diterjemahkan menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Bawean," ujar Yakin, sapaan akrabnya.
Yakin menambahkan, komunikasi yang lebih intensif antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi modal penting, untuk mempercepat pembangunan wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Partai Golkar tidak hanya memperkuat konsolidasi internal menjelang agenda politik mendatang, tetapi juga menguji sejauh mana aspirasi masyarakat Bawean dapat dikawal hingga menjadi kebijakan dan program pembangunan di tingkat nasional. Bagi warga Bawean, ukuran keberhasilan kunjungan itu bukan terletak pada seremoni penyambutan, melainkan pada realisasi solusi atas persoalan yang telah lama mereka suarakan.
Editor : Amal