Warga Bawean Sampaikan Aspirasi kepada Legislator Golkar: Transportasi Laut, Pupuk, hingga Rumah Sakit Mendesak Dibenahi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah warga Bawean menyampaikan langsung aspirasi terkait masalah klasik di Bawean. (Insani/Jurnas.net)
Sejumlah warga Bawean menyampaikan langsung aspirasi terkait masalah klasik di Bawean. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Di balik panorama Pulau Bawean yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari di Kabupaten Gresik, tersimpan persoalan mendasar yang hingga kini belum juga tuntas. Transportasi laut yang belum andal, layanan kesehatan yang terbatas, hingga distribusi pupuk subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran, kembali menjadi keluhan utama masyarakat saat bertemu rombongan legislator Partai Golkar dari DPR RI dan DPRD.

Hal itu disampaikan warga sesaat usai rombongan DPR RI dan DPRD Gresik dari Partai Golkar, melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang digelar di Desa Daun pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Mereka langsung menyampaikan unek-uneknya, mengenai persoalan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura, Kiai Masyhudi Washi, mengatakan akses transportasi laut masih menjadi persoalan paling mendasar bagi masyarakat Bawean. Menurut dia, keterisolasian pulau akibat keterbatasan moda transportasi bukan hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa.

"Kalau ada warga sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit di Gresik, mereka sering kali harus menunggu kapal. Ketika cuaca buruk dan gelombang mencapai 1,5 sampai 2 meter, kapal tidak berangkat. Kondisi seperti ini sudah berlangsung puluhan tahun," kata Kiai Masyhudi.

Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan armada laut yang lebih layak, dan mampu beroperasi dalam kondisi cuaca yang lebih beragam. Menurut dia, masyarakat kepulauan tidak seharusnya terus hidup dengan ketidakpastian akses transportasi, terlebih ketika menyangkut keadaan darurat.

"Harus ada kapal yang benar-benar mampu menjawab persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus bertaruh nyawa hanya karena ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di daratan," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Moh. Basri, warga Desa Daun. Ia menyoroti terbatasnya pelayanan rumah sakit di Pulau Bawean. Menurut dia, meskipun rumah sakit di Bawean telah mengalami peningkatan status pelayanan, kenyataannya banyak pasien tetap harus dirujuk ke Gresik karena keterbatasan dokter spesialis, tenaga medis, maupun peralatan kesehatan.

Kondisi tersebut, kata Basri, membuat masyarakat kepulauan menghadapi risiko berlipat. Selain harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan, mereka juga bergantung pada kondisi cuaca untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang semestinya bisa diakses lebih cepat.

"Tolong ini menjadi perhatian. Masa ibu yang akan melahirkan saja masih harus dirujuk ke Gresik. Padahal perjalanan laut tidak selalu bisa dilakukan setiap saat," ujarnya.

Persoalan lain datang dari sektor pertanian. Samhan, petani hortikultura asal Desa Daun, mengeluhkan distribusi pupuk subsidi yang dinilai belum menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, pupuk bersubsidi sering datang ketika masa pemupukan telah lewat. Sebaliknya, saat petani membutuhkan, stok justru kosong.

"Pupuk subsidi datangnya selalu terlambat. Kalau pupuk datang terlambat, manfaatnya sudah tidak maksimal. Kemudian yang sering terjadi, ketika pupuk datang, justru petani yang punya uang tunai lebih dulu yang bisa membeli. Petani kecil sering kali tidak kebagian," kata Samhan.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menambah kuota pupuk subsidi untuk Bawean, tetapi juga memperbaiki sistem distribusi agar sesuai dengan kalender tanam petani. 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPR RI Komisi VI Ahmad Labib, mengatakan seluruh masukan masyarakat akan dibawa ke tingkat nasional. Meski tidak membidangi sektor pertanian maupun perhubungan secara langsung, ia berjanji akan mengoordinasikan persoalan tersebut dengan kementerian terkait.

"Saya akan membawa aspirasi masyarakat Bawean ini ke Senayan. Untuk persoalan pupuk, saya akan menyampaikannya kepada Menteri Pertanian agar menjadi perhatian. Masalah-masalah yang disampaikan masyarakat tidak boleh berhenti sebagai catatan kunjungan," kata Labib.

Ia juga meminta anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Gresik mengawal persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, terutama peningkatan pelayanan rumah sakit dan perbaikan transportasi laut menuju Pulau Bawean. 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Wongso Negoro, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setelah kembali dari Bawean. "Nanti setelah kembali ke Gresik kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas persoalan transportasi laut dan pelayanan rumah sakit yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Bawean," kata Wongso.

Rangkaian dialog tersebut memperlihatkan bahwa di tengah besarnya potensi Bawean di sektor perikanan, pariwisata, dan ekonomi maritim, masyarakat masih dibayangi persoalan dasar yang belum terselesaikan. Bagi warga, pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang datang ke pulau itu, tetapi dari seberapa cepat mereka memperoleh akses transportasi yang aman, pelayanan kesehatan yang memadai, dan dukungan bagi sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat.

Berita Terbaru

Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar, Tembus Eropa hingga Timur Tengah

Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar, Tembus Eropa hingga Timur Tengah

Minggu, 05 Jul 2026 07:21 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 07:21 WIB

Jurnas.net – Ketika ketegangan geopolitik dunia memicu lonjakan biaya logistik internasional, industri pengolahan hasil laut di Banyuwangi justru menunjukkan d…

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Pelaku Curanmor Didominasi Anak Sekolah, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Sabtu, 04 Jul 2026 07:12 WIB

Jurnas.net – Temuan kepolisian bahwa pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur didominasi anak-anak usia sekolah memunculkan kekhawatiran b…

Surabaya Printing Expo 2026 Bidik Pasar Indonesia Timur yang Kian Tumbuh

Surabaya Printing Expo 2026 Bidik Pasar Indonesia Timur yang Kian Tumbuh

Jumat, 03 Jul 2026 18:07 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 18:07 WIB

Jurnas.net – Industri percetakan nasional tengah memasuki babak baru. Lonjakan kebutuhan kemasan produk, digital printing, label, hingga media promosi yang d…

Tak Cukup Sita 3,37 Ton Ganja, Ansor Bawean Minta Jaringan Narkoba Diburu hingga Tuntas

Tak Cukup Sita 3,37 Ton Ganja, Ansor Bawean Minta Jaringan Narkoba Diburu hingga Tuntas

Jumat, 03 Jul 2026 13:25 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 13:25 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan dugaan penyelundupan ganja seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik memunculkan kekhawatiran baru terhadap ancaman peredaran narkotika di …

Narkoba 3,37 Ton Digagalkan di Gresik, DPRD Jatim Minta Negara Tutup Celah Sindikat Internasional

Narkoba 3,37 Ton Digagalkan di Gresik, DPRD Jatim Minta Negara Tutup Celah Sindikat Internasional

Jumat, 03 Jul 2026 10:18 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 10:18 WIB

Jurnas.net – Pengungkapan peredaran narkotika dengan barang bukti mencapai 3,37 ton di Kabupaten Gresik dinilai bukan sekadar keberhasilan aparat menggagalkan p…

Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru

Agus Mahfud: Muswil VI KAHMI Jatim Harus Melahirkan Arah Baru, Bukan Sekadar Pemimpin Baru

Jumat, 03 Jul 2026 09:27 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 09:27 WIB

Jurnas.net — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur menargetkan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI bukan sekadar agenda p…