Jurnas.net - Sebanyak 30 pasien di RS Unair Surabaya dipulangkan oleh pihak rumah sakit. Lantaran dikhawatirkan terjadi gempa susulan.
"Pasien yang sudah baik, tidak ada perawatan khusus, sudah kami pulangkan. Obat sudah kami berikan, sehingga Insya Allah aman untuk pasien," kata Manajer Penunjang Medis RS Unair Surabaya, Nur Cahyo Wibisono, Jumat, 22 Maret 2024.
Baca juga: Tokoh Hingga Kades Bawean Desak Pengusaha Kapal Turunkan Tarif Tiket
Baca Juga : Pasien RS Unair Dievakuasi ke Lapangan Parkir Dampak Gempa 6,5 Magnitudo
Cahyo mengatakan, pihaknya telah melakukan klasifikasi pasien untuk selanjutnya diberikan penanganan sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan. Sehingga, sisa pasien yang saat ini dirawat di RS Unair ada sebanyak 160 pasien.
Baca juga: Kepala BNPB dan Pj Gubernur Jatim Akan Pantau Langsung Gempa Bawean Minggu Besok
"Kami saat ini evakuasi untuk keselamatan. Tingkat kegawatan ada bermacam-macam, ada gawat sekali, ICU dan pasien ventilator. Ada yang gawat menengah, dan pasien anak-anak atau pediatri," ujarnya.
Baca Juga : Warga Pulau Bawean Mengungsi di Dataran Tinggi Takut Terjadi Stunami
Baca juga: Warga Bawean Krisis Air Bersih Pasca Diguncang Gempa
Diketahui, ratusan pasien dari Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya dievakuasi ke luar gedung imbas dari adanya gempa magnitudo 6,5.
Pihak rumah sakit dan pemerintah setempat juga telah memberikan sejumlah penanganan, satu di antaranya dengan mendirikan tenda darurat. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya gempa susulan.
Editor : Redaksi