Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia mengingatkan agar para pemilik kursi di parlemen tidak terlena dengan status incumbent dan terus menjaga hubungan dengan konstituennya.
Pesan tersebut disampaikan Gus Halim saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Kantor DPW PKB Jawa Timur, Surabaya, Jumat, 13 Maret 2026. Menurutnya, dinamika politik selalu bergerak dan penuh persaingan. Karena itu, para legislator yang saat ini duduk di parlemen harus tetap bekerja keras di tengah masyarakat agar tidak kehilangan kepercayaan pemilih.
Untuk menggambarkan situasi tersebut, Gus Halim mengibaratkan politik seperti pertandingan sepak bola. Dalam analoginya, para calon legislatif potensial yang belum terpilih merupakan “pemain cadangan” yang terus melakukan pemanasan dan siap menggantikan pemain inti kapan saja.
“Hati-hati, pemain cadangan itu tidak pernah berhenti melakukan pemanasan. Kalau pemain inti yang sekarang di DPR tidak hati-hati dan tidak melakukan perawatan terhadap konstituen, mereka bisa digulingkan oleh caleg potensial di bawahnya,” kata Gus Halim.
Ia menekankan bahwa kursi legislatif yang diraih pada pemilu tidak semata-mata hasil kerja individu, melainkan hasil gotong royong dan kontribusi banyak pihak, termasuk para caleg yang tidak berhasil lolos namun tetap menyumbang suara signifikan bagi partai.
Karena itu, DPW PKB Jawa Timur memberikan reward dan afirmasi kepada sejumlah caleg potensial yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendongkrak suara partai pada Pemilu Legislatif Indonesia 2024.
Menurut Gus Halim, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja kolektif para kader dalam memperkuat basis elektoral PKB.
Ia berharap momentum ini juga menjadi pengingat bagi seluruh kader PKB agar tetap menjaga soliditas internal partai sekaligus terus bekerja di tengah masyarakat, sehingga kekuatan politik PKB di Jawa Timur dapat terus terjaga.
"Hampir tidak ada satu pun kursi di DPR yang berdiri sendiri. Ada kontribusi suara dari caleg-caleg lain di bawahnya. Inilah yang kita beri apresiasi malam ini,” pungkasnya.
Editor : Amal