Surabaya Target Tuntaskan 7.196 Rumah Tak Layak Huni pada 2027

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pemukiman penduduk di wilayahnya. (Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pemukiman penduduk di wilayahnya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Terbaik I Kategori Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tertinggi dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang digelar di Grand City Convex Hall.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Surabaya dalam menuntaskan persoalan hunian warga.

Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Pemkot Surabaya, DPRD Kota Surabaya, dunia usaha, lembaga sosial, hingga masyarakat yang selama ini turut mendukung program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Penghargaan ini cukup mengejutkan bagi kami. Kami tidak menyangka Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan dukungan APBD tertinggi untuk program RTLH. Ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya hunian layak, mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi,” kata Iman, Kamis, 11 Juni 2026.

Iman menjelaskan, seiring berkurangnya kawasan kumuh di Surabaya, fokus pembangunan kini bergeser pada percepatan penanganan rumah tidak layak huni yang masih ditempati warga berpenghasilan rendah.
Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan sebanyak 3.242 unit rumah yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.240 unit dibiayai melalui APBD Kota Surabaya, sementara 1.002 unit lainnya berasal dari dukungan non-APBD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga filantropi, dan organisasi sosial. "Program ini tidak hanya mengandalkan APBD. Kami membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan rutilahu bisa lebih cepat dan menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Sejumlah lembaga dan perusahaan yang turut mendukung program tersebut antara lain BAZNAS, Nurul Hayat, Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra Group, Pakuwon Group, serta berbagai mitra sosial lainnya. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 200 unit rumah. Bahkan, terdapat potensi tambahan bantuan hingga 2.000 unit yang saat ini masih dalam proses kajian oleh pemerintah pusat.

Pemkot Surabaya tidak hanya berfokus pada target tahunan. Pemerintah kota telah menetapkan target besar untuk menuntaskan seluruh persoalan rumah tidak layak huni pada tahun 2027. Saat ini, total usulan rumah yang masuk dalam data penanganan mencapai 7.196 unit. Setelah 3.242 unit ditangani pada tahun 2026, sisanya ditargetkan rampung pada tahun berikutnya.

“Tahun ini kami fokus menyelesaikan 3.242 unit. Sisanya sekitar 3.896 unit akan dituntaskan pada tahun 2027. Harapan kami, dalam dua tahun ke depan persoalan rutilahu di Surabaya bisa selesai secara menyeluruh,” jelas Iman.

Target tersebut menjadi bagian dari visi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang layak sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup. Menurut Iman, program Rutilahu bukan hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak atau mempercantik lingkungan permukiman.

Lebih dari itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas ekonomi keluarga penerima manfaat. Banyak rumah yang sebelumnya tidak memiliki pencahayaan memadai, ventilasi yang baik, lantai yang layak, maupun sanitasi yang sehat kini dapat diperbaiki sehingga memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup penghuninya.

“Target utama kami bukan sekadar membangun rumah yang bagus secara fisik, tetapi menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan bermartabat. Ketika rumah menjadi lebih layak, maka kesehatan keluarga meningkat dan produktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terdorong,” ungkapnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya berharap semakin banyak sektor swasta dan lembaga sosial yang ikut terlibat dalam program penanganan rutilahu. Namun demikian, Iman menegaskan bahwa penerima program harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk tercatat sebagai keluarga miskin atau pra-miskin dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta memiliki status lahan yang legal.

“Rumah yang diperbaiki harus berdiri di atas tanah yang memiliki legalitas jelas, baik berupa sertifikat, IPT, maupun dokumen sah lainnya. Kami tidak bisa melakukan intervensi pada bangunan yang berdiri di atas tanah ilegal,” tegasnya.

Berita Terbaru

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…