Surabaya Temukan 4.191 Kasus TBC hingga Mei 2026, Pengobatan dan Deteksi Dini Diperkuat

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas kesehatan di sela melakukan kegiatan tracing dan screening TBC di salah satu wilayah Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Petugas kesehatan di sela melakukan kegiatan tracing dan screening TBC di salah satu wilayah Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing, screening, dan pengobatan terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Surabaya dalam mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030 sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat.

Hingga Mei 2026, capaian penemuan suspek dan pemeriksaan TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain memperluas jangkauan skrining masyarakat, Pemkot Surabaya juga mulai memanfaatkan teknologi deteksi terbaru guna mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan kegiatan tracing dan screening dilakukan secara rutin setiap pekan di lima wilayah prioritas yang menjadi fokus pengendalian TBC.

“Kami memiliki kegiatan tracing dan screening secara rutin. Di Surabaya ada lima area yang setiap minggu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut untuk mempercepat penemuan kasus TBC,” kata dr. Billy, Kamis, 11 Juni 2016.

Tracing dilakukan terhadap masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, sedangkan screening menyasar warga yang tidak memiliki gejala maupun riwayat kontak dengan penderita. “Tracing dilakukan kepada kontak erat pasien TBC, sementara screening ditujukan kepada masyarakat umum yang tidak bergejala dan tidak memiliki riwayat kontak,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari hingga Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek TBC, sebanyak 44.088 orang telah menjalani pemeriksaan atau mencapai 71,54 persen. Sementara itu, program skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target yang ditetapkan sebesar 50 persen populasi yang harus diperiksa.

Dari estimasi 11.412 kasus TBC yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026, hingga Mei telah ditemukan 4.191 kasus. Jumlah tersebut terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO). Saat ini tercatat sebanyak 4.166 pasien sedang menjalani pengobatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh Kota Surabaya.

Dinkes Surabaya juga mencatat capaian positif dalam keberhasilan pengobatan pasien.
Untuk kategori TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai terapi. Sedangkan dari 113 pasien TBC resistan obat, sebanyak 90 orang atau 79,65 persen telah menjalani pengobatan.

Tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC sensitif obat di Surabaya mencapai 89,36 persen. Sementara angka kematian pasien selama menjalani terapi berada pada angka 1,80 persen. Selain pengobatan, Dinkes juga melakukan investigasi kontak secara masif sebagai langkah pencegahan.

Tercatat sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan, sementara 2.729 orang telah menerima terapi pencegahan bagi kontak serumah untuk menekan risiko penularan. Menurut dr. Billy, salah satu inovasi yang mulai diterapkan dalam upaya percepatan deteksi TBC adalah penggunaan teknologi pemeriksaan berbasis saliva atau air liur.

Teknologi tersebut dinilai mampu mengatasi kendala yang selama ini sering dihadapi dalam pemeriksaan TBC, yakni kesulitan mendapatkan sampel dahak dari pasien. “Selama ini pemeriksaan TBC umumnya menggunakan sampel dahak. Sekarang sudah ada teknologi yang memungkinkan deteksi dilakukan menggunakan saliva atau air liur sehingga lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Penerapan teknologi tersebut turut didukung oleh para ahli kesehatan dari luar negeri, termasuk tim medis dari China dan Korea Selatan. “Dalam kegiatan tersebut kami juga mendapat dukungan dari tim ahli internasional, termasuk dari China dan Korea,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kualitas deteksi dan penanganan kasus, Dinkes Surabaya juga menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), dokter spesialis paru, hingga residen paru dalam berbagai kegiatan screening di lapangan. Salah satu kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir.

“Di lokasi tersebut kami melibatkan dokter spesialis paru, residen paru, serta tim dari Fakultas Kedokteran Unair untuk memperkuat proses pemeriksaan dan edukasi kepada masyarakat,” kata dr. Billy.

Setelah pasien terdiagnosis, langkah berikutnya adalah memastikan pengobatan berjalan optimal hingga tuntas. Dinkes Surabaya menyiapkan seluruh paket terapi di puskesmas dan melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk mendampingi pasien selama masa pengobatan.

Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, serta tim Dinkes secara aktif memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. “Begitu pasien terdiagnosis, langsung kami berikan terapi. Obat tersedia di seluruh puskesmas dan proses pengobatan terus dipantau agar pasien tidak putus berobat,” jelasnya.

Menurut dr. Billy, lamanya durasi terapi sering menjadi tantangan tersendiri bagi pasien. Karena itu, pendampingan dan motivasi terus diberikan agar pasien tetap disiplin menjalani pengobatan hingga sembuh. “Terapi TBC membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga sebagian pasien merasa lelah. Karena itu kami terus memberikan pendampingan dan motivasi agar mereka tetap semangat menyelesaikan pengobatan,” tuturnya.

Pemkot Surabaya berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat berkontribusi besar terhadap pencapaian target eliminasi TBC nasional pada 2030. Target tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2030.

“Kami berharap target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dapat tercapai sehingga upaya eliminasi TBC pada tahun 2030 bisa terwujud,” pungkas dr. Billy.

Berita Terbaru

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

HUT ke-62 Golkar, Golkar Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 14:17 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menyalurkan 1.000 paket sembako dan m…

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Organisasi Advokat Makin Menjamur, Diusulkan Menjadi Satu Wadah

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:35 WIB

Jurnas.net - Advokat senior Jutek Bongso menyoroti fragmentasi organisasi advokat di Indonesia yang dinilainya berpotensi merugikan masyarakat pencari…

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jutek Bongso Raih Gelar Doktor, Disertasi Soroti Masa Depan Organisasi Advokat

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 18:03 WIB

Jurnas.net - Advokat Jutek Bongso resmi menyelesaikan studi doktoralnya setelah mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Langlangbuana, Bandung…

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Minat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen pada Kuartal III-2026

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Jurnas.net – Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi di platform investasi PINTU meningkat sepanjang k…

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai Diperiksa Kasus Korupsi Hibah Pokir 2020-2023, Ini Penjelasannya

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:09 WIB

Jurnas.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membantah terlibat dalam kegiatan yang menjadi pokok perkara dugaan korupsi d…

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Jelang Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Perkuat Layanan untuk Industri di Kediri

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat koordinasi dengan pelanggan industri untuk menjaga keandalan …