Target 10 Persen Suara di Jatim, PKS Perkuat Konsolidasi dan Kaderisasi Menuju Pemilu 2029

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana. (Insani/Jurnas.net)
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai strategi utama menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan bahwa sebagai struktur wilayah, DPW memiliki tanggung jawab menjalankan kebijakan strategis partai yang telah diputuskan di tingkat pusat melalui forum musyawarah nasional.

“Di PKS, struktur wilayah sifatnya sebagai pelaksana. Kita menjalankan amanah dan program yang telah diputuskan di tingkat pusat, kemudian diterjemahkan dan dilaksanakan di daerah,” kata Bagus, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Bagus, salah satu program prioritas PKS saat ini adalah K2P2 (Kaderisasi dan Pelayanan Publik) yang menjadi arah utama kepengurusan partai pada periode terbaru. Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas kader sekaligus meningkatkan kontribusi nyata partai kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun program tersebut memiliki target yang berbeda dan dijalankan secara bertahap hingga menjelang Pemilu 2029. “Program K2P2 ini menjadi fokus utama kami. Artinya, kader harus terus diperkuat kapasitasnya, sementara pelayanan kepada masyarakat juga harus semakin dirasakan,” jelasnya.

Bagus mengungkapkan, setelah kepengurusan DPW PKS Jawa Timur dilantik pada Agustus 2025, pihaknya langsung memprioritaskan sosialisasi program kepada seluruh struktur partai di daerah. Proses konsolidasi tersebut dilakukan dengan mendatangi seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Tahun 2025 kemarin fokus kita memang sosialisasi program ke seluruh daerah di Jawa Timur. Ini bukan hal yang mudah karena Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota, wilayah terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Dalam setiap kunjungan, pengurus DPW mempresentasikan berbagai target yang telah ditetapkan partai, mulai dari target nasional, target wilayah, hingga target masing-masing kabupaten/kota. Awalnya, proses sosialisasi ditargetkan selesai sebelum akhir 2025. Namun karena adanya sejumlah agenda partai di tingkat pusat yang harus diikuti, konsolidasi baru dapat diselesaikan pada Januari 2026.

“Alhamdulillah sekarang seluruh DPD sudah kita datangi dan kita sudah mempresentasikan target pusat, target wilayah, hingga target masing-masing kabupaten/kota,” kata Bagus.

Selain konsolidasi organisasi, PKS Jawa Timur juga mulai mempersiapkan strategi pemenangan untuk Pemilu 2029. Salah satu target utama yang dicanangkan adalah meraih 10 persen suara di Jawa Timur. Bagus menilai, jika target tersebut tercapai maka akan berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kursi legislatif PKS di berbagai tingkatan.

“Kalau kita bisa mencapai 10 persen suara, harapannya kursi DPR RI dari Jawa Timur bisa bertambah sekitar delapan kursi. Untuk DPRD Provinsi targetnya sekitar 12 kursi,” ujarnya.

Saat ini, kekuatan PKS di Jawa Timur masih tergolong terbatas. Di tingkat DPR RI, PKS memiliki lima kursi dari daerah pemilihan di Jawa Timur. Sementara di DPRD Provinsi Jawa Timur juga terdapat lima kursi, dan di DPRD kabupaten/kota total sekitar 104 kursi.

Dengan jumlah daerah pemilihan yang mencapai sekitar 212 dapil di tingkat kabupaten/kota, PKS menargetkan ke depan dapat meraih sekitar 180 kursi DPRD kabupaten/kota. Bagus menegaskan bahwa target tersebut tidak akan dicapai secara instan. Partai telah menyusun peta jalan serta mekanisme evaluasi tahunan guna memastikan strategi pemenangan berjalan efektif.

“Kita sudah rumuskan langkah-langkahnya, termasuk evaluasi setiap tahun. Dengan begitu kita bisa melihat progres kita sudah sampai di mana dan apa yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Di sisi lain, PKS Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Menurut Bagus, sebagai salah satu partai pengusung pada pemilihan sebelumnya, PKS akan terus mengawal jalannya pemerintahan hingga masa jabatan berakhir. “Sebagai partai pengusung tentu kita mendukung program pemerintah provinsi sampai selesai. Tetapi dukungan itu tetap disertai dengan kritik dan masukan yang konstruktif,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Setelah Seleksi Ketat, Pemkot Tunjuk Fauna Land Ancol Pengelola Bandung Zoo

Setelah Seleksi Ketat, Pemkot Tunjuk Fauna Land Ancol Pengelola Bandung Zoo

Rabu, 10 Jun 2026 18:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 18:00 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menetapkan PT Fauna Land Ancol sebagai pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) setelah melalui…

Kasus Spa Gion Cederai Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Diusut Hingga Tuntas

Kasus Spa Gion Cederai Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Diusut Hingga Tuntas

Rabu, 10 Jun 2026 17:06 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 17:06 WIB

Jurnas.net – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyeret salah satu usaha spa di Surabaya menjadi sorotan tajam DPRD Kota Surabaya. Tidak …

Sekolah Rakyat Banyuwangi Hampir Rampung, Siap Tampung 1.000 Siswa dari SD hingga SMA

Sekolah Rakyat Banyuwangi Hampir Rampung, Siap Tampung 1.000 Siswa dari SD hingga SMA

Rabu, 10 Jun 2026 16:09 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 16:09 WIB

Jurnas.net – Banyuwangi bersiap memiliki salah satu pusat pendidikan terpadu terbesar di Jawa Timur melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah p…

Jelang Muswil KAHMI Jatim 2026, SC Serukan Adu Gagasan dan Tolak Politik Transaksional

Jelang Muswil KAHMI Jatim 2026, SC Serukan Adu Gagasan dan Tolak Politik Transaksional

Rabu, 10 Jun 2026 15:19 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 15:19 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur 2026 mulai menghangat. Berbagai rangkaian k…

TPG Rp275 Miliar untuk 35 Ribu Guru Jatim Tak Dibayar, Padahal SiLPA Pemprov Masih Rp600 Miliar

TPG Rp275 Miliar untuk 35 Ribu Guru Jatim Tak Dibayar, Padahal SiLPA Pemprov Masih Rp600 Miliar

Rabu, 10 Jun 2026 14:31 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 14:31 WIB

  Jurnas.net – Di tengah berbagai capaian yang kerap dibanggakan dalam sektor pendidikan Jawa Timur, sekitar 35 ribu guru ASN jenjang SMA, SMK, dan SLB masih m…

JMSI Jatim 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Siber Hadapi Hoaks dan Disrupsi AI

JMSI Jatim 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Siber Hadapi Hoaks dan Disrupsi AI

Rabu, 10 Jun 2026 13:04 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 13:04 WIB

Jurnas.net – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung d…