PKS Jatim Siapkan Puluhan Advokat Baru untuk Layani Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana. (Dok: Humas DPW PKS Jatim)
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana. (Dok: Humas DPW PKS Jatim)

Jurnas.net – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur mulai menyiapkan kader-kader advokat melalui program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Program tersebut digagas sebagai langkah memperkuat layanan bantuan hukum sekaligus meningkatkan edukasi hukum bagi masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.

Seleksi penerimaan beasiswa PKPA digelar Bidang Advokasi Partai DPW PKS Jatim di kantor DPW PKS Jatim, Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyak 10 peserta dari sejumlah DPD PKS kabupaten/kota mengikuti proses seleksi tersebut.

Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan kebutuhan tenaga advokat dan pendamping hukum akan semakin besar di tengah kompleksitas persoalan hukum dan dinamika demokrasi yang terus berkembang. Menurutnya, keberadaan advokat tidak hanya penting bagi partai politik, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan akses pendampingan hukum.

“Ke depan tantangan semakin kompleks. Karena itu advokat menjadi salah satu pilar penting dalam mengawal demokrasi di Jawa Timur,” ujar Bagus.

Ia menegaskan, PKS ingin menghadirkan advokat yang tidak hanya memahami aspek hukum secara formal, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. “PKS tidak hanya hadir menjelang pemilu saja, tetapi juga hadir membersamai masyarakat ketika membutuhkan pendampingan hukum dan rasa keadilan,” katanya.

Bagus menilai, rendahnya literasi hukum masyarakat kerap menjadi penyebab munculnya persoalan hukum, termasuk bagi pejabat publik maupun kader yang memiliki niat membantu masyarakat namun kurang memahami aturan yang berlaku. Menurut dia, edukasi hukum menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam persoalan hukum akibat ketidaktahuan terhadap regulasi.

“Kadang niatnya baik, ingin membantu masyarakat, tetapi karena tidak memahami aturan hukum akhirnya justru terjerat masalah hukum. Karena itu pendidikan hukum menjadi sangat penting,” tuturnya.

Ia berharap kader-kader advokat yang lahir dari program tersebut nantinya mampu menjadi penjaga demokrasi, pelindung kader, sekaligus pembela masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan akses hukum.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Partai DPW PKS Jatim, Arip Imawan, menjelaskan bahwa program beasiswa PKPA merupakan bagian dari strategi jangka panjang PKS dalam membangun kekuatan advokasi hukum di daerah. “Ini bagian dari upaya mencetak kader-kader hukum di Jawa Timur melalui program beasiswa PKPA,” ujarnya.

Arip mengatakan, peserta seleksi berasal dari kader pelopor di berbagai daerah yang memenuhi persyaratan, khususnya lulusan sarjana hukum maupun sarjana syariah. PKS Jatim menargetkan hingga tahun 2029 mendatang akan lahir sedikitnya 50 advokat baru yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Kita targetkan sampai 2029 nanti ada 50 advokat baru. Harapannya setiap DPD kabupaten/kota minimal memiliki satu advokat yang bisa membantu kebutuhan advokasi di daerah masing-masing,” katanya.

Menurut Arip, keberadaan advokat di tingkat daerah nantinya akan mempermudah masyarakat memperoleh akses bantuan hukum, terutama bagi warga yang selama ini kesulitan memahami prosedur hukum maupun mencari pendampingan.

"Masih banyak masyarakat yang mengalami persoalan hukum tetapi tidak tahu harus mengadu ke mana. Lewat program ini kami ingin menghadirkan bantuan hukum dan edukasi hukum secara gratis kepada masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Warga Sleman Selenggarakan Lomba Kupas Bawang Peringati HUT Kemerdekaan RI

Warga Sleman Selenggarakan Lomba Kupas Bawang Peringati HUT Kemerdekaan RI

Sabtu, 22 Agu 2026 08:46 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 08:46 WIB

Jurnas.net - Setiap momen memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) selalu menampilkan sisi yang unik dari setiap daerah. Seperti lomba mengupas bawa…

Bupati Sleman Harda Kiswaya Dilantik Jadi Ketua DPW DIY IKA UII

Bupati Sleman Harda Kiswaya Dilantik Jadi Ketua DPW DIY IKA UII

Sabtu, 22 Agu 2026 07:20 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 07:20 WIB

Jurnas.net - Bupati Sleman, Harda Kiswaya dilantik menjadi Ketua periode 2026-2031 DPW Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas…

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1, Pembinaan Talenta Muda Naik Level

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:22 WIB

Jurnas.net — Standar penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 ditingkatkan memasuki babak semifinal dan final. Turnamen sepak bola yang diikuti 400 talenta muda dari 1…

Pelabuhan Ketapang Kerap Macet Saat Peak Season, Lahan KAI Disiapkan Jadi Rest Area

Pelabuhan Ketapang Kerap Macet Saat Peak Season, Lahan KAI Disiapkan Jadi Rest Area

Jumat, 21 Agu 2026 15:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:12 WIB

Jurnas.net — Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang kerap terjadi saat musim puncak (peak season) mendorong pemerintah daerah d…

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Gerbang Toll PBNU, Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 13:01 WIB

Oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy   Pada 27 Agustus 2026, di kompleks Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas — pesantren yang didirikan Kiai Wahab Chasbullah …

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Terungkap, Eri Cahyadi Intruksikan Semua Panti Asuhan Tak Berizin Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 12:38 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas setelah terungkap dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Pahlawan. Kedua k…