Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan dalam kloter penutup tersebut, terdiri atas 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan.
Mereka didampingi empat petugas kloter, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta tiga petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke Indonesia dengan predikat haji mabrur.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas. Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” kata Khofifah, Jumat, 22 Mei 2026.
Pada kloter terakhir tersebut, jamaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sedangkan jamaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya berusia 21 tahun.
Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah keseluruhan 44.080 jamaah dan petugas. Rinciannya terdiri dari 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, 162 Petugas Haji Daerah, serta 140 petugas PIH KBIHU.
Menurutnya, jumlah jamaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya menjadi yang terbesar secara nasional. “Jamaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya besar, sekarang Jawa Timur mendapat tambahan sekitar 8.000 jamaah haji karena antreannya paling panjang,” katanya.
Selain melepas kloter terakhir, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses pelayanan di asrama haji hingga pemberangkatan jamaah menuju Arab Saudi. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji sejak keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan keprihatinan terhadap jamaah yang tertunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan. Hingga saat ini tercatat 38 calon jamaah haji menunda keberangkatan, sementara 13 jamaah Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat di Arab Saudi.
“Hingga saat ini terdapat 38 jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan kami juga turut berduka cita atas wafatnya 13 jamaah haji di Arab Saudi,” katanya.
Khofifah pun mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, serta mematuhi seluruh aturan selama berada di Tanah Suci. "Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah juga menitipkan doa kepada para jamaah untuk Indonesia dan Jawa Timur agar senantiasa aman, damai, dan penuh keberkahan. “Mohon didoakan semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai,” pungkasnya.
Editor : Rahmat Fajar