Embarkasi Surabaya Sudah Berangkatkan 38.690 Jemaah, 12 Wafat dan 16 Calon Haji Tertunda

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam. (Insani/Jurnas.net)
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-28 dengan capaian 88 persen dari total kuota keberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Namun di tengah kelancaran proses pemberangkatan, jumlah jemaah haji wafat terus bertambah menjadi 12 orang, sementara calon haji yang mengalami penundaan keberangkatan juga meningkat menjadi 16 orang.

Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 18 Mei 2026, sebanyak 38.690 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci dalam 102 kelompok terbang (kloter).

Jumlah tersebut berasal dari total kuota Embarkasi Surabaya tahun 2026 sebanyak 44.080 orang, terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kloter.

Pada 18 Mei 2026, Embarkasi Surabaya memberangkatkan tiga kloter tambahan yakni SUB 100, SUB 101, dan SUB 102 dengan total 1.140 jemaah dan petugas. Sebelumnya, hingga 17 Mei 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan mencapai 37.552 orang dalam 99 kloter. Dari total jemaah yang telah diterbangkan, sebanyak 18.134 orang merupakan laki-laki dan 20.556 lainnya perempuan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan proses operasional haji sejauh ini berlangsung tertib dan sesuai jadwal berkat koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Alhamdulillah, operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga saat ini berjalan lancar dan tertib. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat berangkat menuju Tanah Suci dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Meski demikian, dinamika operasional masih terjadi selama proses pemberangkatan berlangsung. PPIH mencatat terdapat 162 mutasi keluar yang memengaruhi manifest penerbangan jemaah.

Mutasi tersebut terdiri atas satu jemaah sakit di daerah, 36 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, dua jemaah hamil di Asrama Haji, 18 pendamping jemaah, satu jemaah wafat di daerah, 37 jemaah tunda dari daerah, tiga jemaah tunda Mecca Route, 37 kursi kosong atau praman kosong, dua jemaah sakit di perjalanan, dua perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.

Untuk meminimalkan kursi kosong, PPIH melakukan optimalisasi pengisian manifest melalui mekanisme mutasi masuk. Hingga saat ini tercatat 92 mutasi masuk, terdiri dari 32 jemaah dari daftar belum berkloter dan 60 jemaah limpahan dari kloter lain. Langkah tersebut berhasil menekan jumlah kursi kosong atau open seat menjadi 70 kursi.

“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pemberangkatan jemaah berjalan efektif,” kata Anam.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, sebanyak 101 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa mengalami keterlambatan maupun percepatan jadwal. Namun di balik kelancaran operasional tersebut, kabar duka terus bertambah dari Tanah Suci dan embarkasi.

Hingga 18 Mei 2026, jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat tercatat mencapai 12 orang. Sebanyak 11 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, sementara satu lainnya wafat di embarkasi.

Sebelas jemaah yang wafat di Arab Saudi masing-masing Kamariyah Dul Tayib (85) asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid (71) Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita (53) Kota Malang, Sibiatun Saji (72) Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D (75) Kabupaten Gresik, Suyono Reso (58) Kabupaten Jombang, Dumaiyah Gopur (67) Kabupaten Pasuruan, Asraf Sudam (65) Kabupaten Probolinggo, Tarni Talikah Kastamun (66) Kabupaten Sidoarjo, Samanu Linggan (85) Kabupaten Malang, serta Ngatiyah Marijo (62) asal Kabupaten Jember.

Sementara satu jemaah wafat di embarkasi adalah Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya. "Kami turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Anam.

Selain angka kematian yang bertambah, jumlah calon haji yang mengalami penundaan keberangkatan juga meningkat menjadi 16 orang. Mereka terdiri atas delapan jemaah sakit, dua pendamping, dan empat kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan maupun menunggu penjadwalan keberangkatan lanjutan.

PPIH memastikan seluruh jemaah yang tertunda tetap mendapatkan pendampingan, pelayanan kesehatan, serta prioritas keberangkatan apabila kondisi memungkinkan. Pada fase pertama pemberangkatan tahun ini, jemaah tertua Embarkasi Surabaya tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang yang berusia 98 tahun.

Sementara itu, pada 19 Mei 2026 mendatang, Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan lima kloter dengan total 1.900 jemaah dan petugas yang berasal dari Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kota Kediri, dan Kota Malang.

"Tentu kami akan terus menjaga kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah hingga seluruh rangkaian operasional pemberangkatan haji tahun 2026 selesai dilaksanakan," pungkasnya.

Berita Terbaru

81 Tahun Merdeka, DPRD Jatim Soroti Akses Sekolah Negeri, Kesehatan hingga Lapangan Kerja

81 Tahun Merdeka, DPRD Jatim Soroti Akses Sekolah Negeri, Kesehatan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 18 Agu 2026 09:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 09:10 WIB

Jurnas.net — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup dimaknai melalui upacara dan capaian angka statistik. Momentum tersebut dinilai p…

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Tak Ada Intervensi Kekuasaan

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Minta Prabowo Pastikan Tak Ada Intervensi Kekuasaan

Selasa, 18 Agu 2026 08:24 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 08:24 WIB

Jurnas.net — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu independensi organisasi kembali mengemuka. Warga NU dan kiai kampung asal Situbondo, HRM K…

Semarak Merdeka, KAI Daop 6 Yogyakarta Ajak Penumpang Rayakan HUT ke-81 RI di Stasiun Yogyakarta

Semarak Merdeka, KAI Daop 6 Yogyakarta Ajak Penumpang Rayakan HUT ke-81 RI di Stasiun Yogyakarta

Senin, 17 Agu 2026 15:25 WIB

Senin, 17 Agu 2026 15:25 WIB

Jurnas.net - KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan di momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin,…

HUT ke-81 RI, PKS Jatim Tekankan Tiga Karakter: Siaga, Berani, dan Setia

HUT ke-81 RI, PKS Jatim Tekankan Tiga Karakter: Siaga, Berani, dan Setia

Senin, 17 Agu 2026 13:01 WIB

Senin, 17 Agu 2026 13:01 WIB

Jurnas.net — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai momentum untuk menegaskan k…

Suku Bawean Pertama Kali Duduk di Bangku Kehormatan Upacara HUT RI di Grahadi

Suku Bawean Pertama Kali Duduk di Bangku Kehormatan Upacara HUT RI di Grahadi

Senin, 17 Agu 2026 11:19 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:19 WIB

Jurnas.net — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Timur menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Pulau Bawean, K…

PSIM Yogyakarta Pinjamkan Reva Adi ke Borneo FC Samarinda

PSIM Yogyakarta Pinjamkan Reva Adi ke Borneo FC Samarinda

Senin, 17 Agu 2026 10:25 WIB

Senin, 17 Agu 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta memutuskan melepas salah satu pemain bertahannya, Reva Adi Utama, ke sesama klub Super League. Reva dipinjamkan ke Borneo FC Samari…