Jurnas.net – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-20 terus berjalan lancar dan tepat waktu. Namun di balik kelancaran tersebut, jumlah jemaah wafat di Tanah Suci kembali bertambah menjadi enam orang, dan di saat bersamaan, jumlah calon haji yang mengalami penundaan keberangkatan juga meningkat menjadi 11 orang.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per Minggu, 10 Mei 2026, sebanyak 26.931 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Arab Saudi. Jumlah tersebut setara 61 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi sebanyak 44.080 orang.
Total kuota Embarkasi Surabaya tahun ini terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter). Pada 10 Mei 2026, Embarkasi Surabaya memberangkatkan tiga kloter tambahan yakni SUB 69, SUB 70, dan SUB 71 dengan total 1.137 orang. Dengan tambahan tersebut, total keberangkatan mencapai 71 kloter.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan seluruh penerbangan hingga saat ini berjalan sesuai jadwal tanpa keterlambatan maupun percepatan. “Seluruh kloter yang sudah diberangkatkan tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen. Ini menunjukkan koordinasi dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara berjalan optimal,” kata Anam, Senin, 11 Mei 2026.
Namun demikian, PPIH juga mencatat adanya dinamika dalam proses pemberangkatan. Hingga saat ini terdapat 112 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest jemaah. Mutasi tersebut terdiri dari jemaah sakit di daerah, jemaah dirawat di Rumah Sakit Haji, jemaah hamil, pendamping, penundaan keberangkatan, hingga jemaah wafat.
Dari total mutasi keluar tersebut, sebanyak 63 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk, baik dari daftar jemaah belum berkloter maupun perpindahan dari kloter lain. Langkah ini dilakukan untuk menekan jumlah kursi kosong dalam penerbangan.
“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan operasional pemberangkatan berjalan efektif,” kata Anam.
Di tengah proses pemberangkatan yang terus berlangsung, kabar duka datang dari Tanah Suci. Hingga 10 Mei 2026, jumlah jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat bertambah menjadi enam orang.
Enam jemaah tersebut masing-masing adalah Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D dari Kloter 47 Kabupaten Gresik, serta Suyono Reso dari Kloter 62 Kabupaten Jombang.
Menurut laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan medis, sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi berdasarkan ketentuan yang berlaku. PPIH juga terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Anam.
Selain itu, jumlah calon haji yang tertunda keberangkatannya juga mengalami peningkatan. Saat ini terdapat 11 orang yang masih tertahan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri dari delapan jemaah sakit dan tiga pendamping. Sebagian dari mereka masih menjalani observasi kesehatan, sementara lainnya menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Meski demikian, PPIH memastikan pelayanan terhadap jemaah terus dimaksimalkan, termasuk pemantauan kesehatan dan kesiapan keberangkatan setiap kloter. Pada fase pertama pemberangkatan haji tahun ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 asal Kabupaten Malang yang berusia 98 tahun.
Sementara itu, pada Senin, 11 Mei 2026, Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan 1.900 calon jemaah haji dalam lima kloter yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya. PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga akhir musim haji 2026.
Editor : Andi Setiawan