Sekretariat DPRD Surabaya Bekali Pegawai Teknik Fotografi, Tingkatkan Kualitas Dokumentasi Publik

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Workshop fotografi dasar bagi para staf dan pegawai Sekretariat DPRD Kota Surabaya. (Insani/Jurnas.net)
Workshop fotografi dasar bagi para staf dan pegawai Sekretariat DPRD Kota Surabaya. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net – Dokumentasi kegiatan pemerintahan tidak lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas memotret untuk keperluan arsip. Di era keterbukaan informasi publik, sebuah foto dituntut mampu menyampaikan pesan, merekam momen penting, sekaligus menjadi wajah lembaga di hadapan masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sekretariat DPRD Kota Surabaya menggelar mini workshop fotografi dasar bagi para staf dan pegawai di lingkungan Gedung Yos Sudarso, Rabu (5/8/2026). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam menghasilkan dokumentasi yang informatif, menarik, dan memiliki nilai komunikasi publik.

Workshop dipandu langsung oleh Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, yang selama ini dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia fotografi. Menurutnya, kualitas dokumentasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan kamera, tetapi juga kemampuan fotografer memahami momen, komposisi, pencahayaan, hingga menyusun cerita melalui sebuah foto.

"Setiap hari teman-teman mendokumentasikan berbagai kegiatan DPRD. Tujuannya agar seluruh aktivitas lembaga bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Namun selama ini, tidak semua memahami kaidah dasar fotografi sehingga sering kali hanya sekadar mengambil gambar," kata Musdiq.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan shutter speed, pengaturan ISO, depth of field, rule of thirds, penggunaan Guide Number (GN) flash, hingga teknik storytelling photography yang menekankan pentingnya menghadirkan narasi melalui sebuah foto.

Selain teori, peserta juga dikenalkan dengan fungsi berbagai tombol kamera serta mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai teknik pengambilan gambar, baik menggunakan kamera profesional maupun telepon genggam. Suasana workshop berlangsung dinamis. Para peserta aktif bertanya mengenai teknik mendapatkan komposisi terbaik, memilih sudut pengambilan gambar, hingga memaksimalkan kemampuan kamera smartphone yang kini banyak digunakan dalam dokumentasi kegiatan pemerintahan.

Menurut Musdiq, seorang fotografer tidak cukup hanya menguasai perangkat, tetapi juga harus memiliki kepekaan membaca situasi dan menentukan momen paling bernilai untuk diabadikan. "Kalau sebuah acara berlangsung berjam-jam, tentu tidak semuanya harus dipotret. Fotografer harus mampu memilih momentum yang paling penting dan paling bercerita," katanya.

Ia menambahkan, hasil dokumentasi seharusnya tidak berhenti sebagai arsip internal, melainkan mampu menjadi media komunikasi publik yang efektif dan menarik perhatian masyarakat. "Harapan kami, ketika masyarakat melihat dokumentasi kegiatan DPRD, mereka bisa langsung menangkap pesan yang ingin disampaikan. Foto yang baik adalah foto yang mampu berbicara tanpa harus dijelaskan panjang lebar," ujarnya.

Musdiq juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi smartphone memang membuat proses dokumentasi semakin mudah. Namun, kualitas hasil foto tetap sangat bergantung pada kemampuan fotografer memahami teknik dasar. "Kalau angle sudah salah, sulit diperbaiki. Cahaya mungkin masih bisa disesuaikan saat proses editing, tetapi komposisi yang keliru tidak bisa diselamatkan hanya dengan cropping. Yang paling penting, setiap foto harus memiliki pesan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia turut membandingkan penggunaan kamera DSLR dengan smartphone. Menurutnya, kamera profesional masih unggul dari sisi kualitas gambar, kemampuan zoom optik, serta fleksibilitas saat proses pengambilan foto. Meski demikian, smartphone menawarkan keunggulan dari sisi mobilitas dan kecepatan menangkap momen.

"Teknologi smartphone sekarang sudah sangat baik dan cukup untuk banyak kebutuhan dokumentasi. Tetapi apa pun alat yang digunakan, teknik memotret tetap menjadi kunci utama," katanya.

Musdiq mengungkapkan, pelatihan serupa berpeluang dilanjutkan apabila antusiasme peserta terus meningkat. Bahkan ke depan, Sekretariat DPRD Surabaya berencana mengembangkan materi hingga videografi dan penyuntingan video sebagai bagian dari penguatan komunikasi publik lembaga.

"Saya ingin melihat perkembangan teman-teman setelah pelatihan ini. Kalau sudah muncul minat, biasanya orang akan terus belajar. Dasar fotografi ini juga menjadi fondasi untuk videografi. Ke depan kami ingin mengadakan pelatihan editing video agar kemampuan dokumentasi semakin lengkap," ujarnya.

Di sela kegiatan, Musdiq juga berbagi kisah mengenai hobinya di bidang fotografi yang telah ditekuninya sejak awal 1990-an. Ia mengaku belajar secara otodidak dan pernah menggunakan berbagai merek kamera seperti Minolta dan Canon, sebelum kini lebih sering menggunakan kamera Sony.

"Saya memang hobi memotret sejak sekitar tahun 1990-an. Belajarnya otodidak karena bukan fotografer profesional. Sampai sekarang hobi itu masih saya pelihara," tandasnya.

Berita Terbaru

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Segera Diadili di Surabaya, Ini Modusnya

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 19:37 WIB

Jurnas.net - Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming yang melibatkan sindikat kejahatan siber internasional memasuki babak baru. Penyidik…

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Saatnya Indonesia Memikirkan Rumah Pasca Bencana

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:26 WIB

RUCANA, gagasan rumah tumbuh yang disiapkan sejak masa tanggap darurat Oleh: Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI (Afys) Setiap kali terjadi bencana besar, perhatian…

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

PKS Desak Pemprov Jatim Prioritaskan TPG Rp274,57 Miliar: Jangan Abaikan Hak dan Kesejahteraan Guru

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:33 WIB

Jurnas.net — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur menyoroti belum tuntasnya pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), termasuk komponen T…

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, 4 Pilar Jadi Dasar dan Penilaian Hingga Desember

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 14:18 WIB

Jurnas.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Lomba Kampung Pancasila mulai September hingga Desember 2026. Sebanyak 1.360 RW yang tersebar di 1…

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Jelang Kick-off Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan Venue

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 13:36 WIB

Jurnas.net — Turnamen Mini Soccer 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia memasuki tahap akhir persiapan. DPD Partai Golkar Jawa T…

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Tak Boleh Parkir Sembarangan, RW di Surabaya Terapkan Denda Rp500.000 Mulai Pukul 22.00

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 09:21 WIB

Jurnas.net — Jalan lingkungan di kawasan permukiman sering kali berubah fungsi menjadi tempat parkir ketika ketersediaan lahan di rumah warga terbatas. Kondisi …