Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) International Course & Experiential Learning: Islamic Justice. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) International Course & Experiential Learning: Islamic Justice. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net – Keramahan masyarakat Banyuwangi dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari menarik perhatian peserta konferensi internasional International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk Access to Justice in Southeast Asia 2026. Para delegasi dari berbagai negara menilai Banyuwangi menghadirkan contoh nyata bagaimana nilai keislaman diterapkan dalam tata kelola pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.

Salah seorang peserta asal Pakistan, Fehmida Kanwal, mengaku memperoleh perspektif baru selama mengikuti rangkaian kegiatan di Banyuwangi. "Saya banyak belajar di sini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dengan baik dalam berbagai aspek kehidupan," kata Fehmida, saat mengikuti salah satu sesi konferensi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi.

Kesan serupa disampaikan Destiny Perez Orozco dari Amerika Serikat. Menurut dia, kunjungan ke sejumlah lokasi di Banyuwangi dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai praktik nilai-nilai keislaman di tingkat lokal. "Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menjadi pembicara utama (keynote speaker) menegaskan bahwa nilai-nilai Islam menjadi landasan utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Menurut Ipuk, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan prinsip maqashid syariah sebagai pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan publik.

"Nilai-nilai maqashid syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Dengan demikian, seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik," ujar Ipuk.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, termasuk 26 delegasi internasional dari 12 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti konferensi, para peserta lebih dahulu menjalani rangkaian experiential learning dengan mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi. Program tersebut dirancang agar peserta dapat melihat secara langsung praktik kehidupan masyarakat, pelayanan publik, serta implementasi nilai-nilai keadilan dalam konteks lokal.

Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Banyuwangi sebagai pusat pengembangan keilmuan bertaraf internasional.
"Kami bercita-cita mewujudkan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup untuk berbagai kajian keilmuan, khususnya dalam pengembangan studi Islam di tingkat internasional," kata Agus.

Berita Terbaru

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Silaturahmi ke PHDI Jatim, Ali Mufthi: Golkar Rumah Besar bagi Semua Elemen

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:49 WIB

Jurnas.net — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan komitmen partainya untuk membuka ruang politik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa m…

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Memahami Literasi Kepemiluan Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume II

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Jurnas.net - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) memperkuat kapasitas internal dalam memahami tata kelola dan manajemen…

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Lansia di Kulon Progo Sodomi Bocah 16 Tahun Bermodus Cuci Gamelan

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 10:25 WIB

Jurnas.net - Seorang lansia berinisial SYT, 64, warga Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jadi tersangka dugaan tindakan…

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – PSIM Jogja genap menginjak usia ke-97 tahun pada Sabtu, 5 September 2026. Momentum pertambahan umur ini dirayakan manajemen Laskar Mataram dengan m…

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Pertamina Jatuhi Sanksi Terhadap 180 SPBU se-Jateng DIY Akibat Lakukan Penyalahgunaan

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Jurnas.net - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna memastikan produk subsidi pemerinta…

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jurnas.net — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, meluas hingga mendekati Pondok Bunder, salah satu jalur menuju Kawah Ijen. K…