Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Online Antarprovinsi, Kerugian Capai Rp7 Miliar

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polda Jatim merilis sindikat penipuan mobil online antar provinsi. (Insani/Jurnas.net)
Polda Jatim merilis sindikat penipuan mobil online antar provinsi. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur membongkar jaringan penipuan online berskala nasional dengan modus skema segitiga dalam transaksi jual beli mobil. Sindikat yang beroperasi lintas provinsi itu diduga meraup keuntungan hingga Rp7 miliar dan telah menjerat banyak korban, terutama di wilayah Jawa Timur.

Dalam pengungkapan kasus yang dirilis pada Senin, 11 Mei 2026, polisi menangkap 11 tersangka di tiga kota berbeda, yakni Kediri, Batam, dan Samarinda. Para pelaku disebut memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi penipuan yang terorganisir dan sistematis.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim, Kombes Bimo Ariyanto, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi korban penipuan transaksi mobil secara daring pada 15 Februari 2026.

“Untuk tersangka kita amankan di beberapa wilayah, yaitu di Kediri, Batam, dan Samarinda. Total ada 11 orang tersangka yang diamankan di tiga lokasi berbeda,” kata Bimo.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa kelompok Kediri berperan sebagai penyedia rekening bank penampung dana hasil kejahatan. Modus yang digunakan tergolong unik, yakni merekrut warga untuk membuka rekening baru dengan iming-iming bonus satu liter minyak goreng.

Pelaku berinisial DS, RV, YD, dan DM diketahui mengumpulkan masyarakat untuk membuat rekening sekaligus mengaktifkan layanan mobile banking. Setelah aktif, rekening tersebut diserahkan kepada jaringan di atasnya untuk menampung uang hasil penipuan.

“Pelaku mencari rekening dengan mengumpulkan warga, kemudian diberikan bonus satu liter minyak goreng. Rekening tersebut lalu diserahkan kepada jaringan lain,” jelasnya.

Sementara itu, kelompok Batam yang terdiri dari MJ, AN, dan BD bertugas mencari calon korban melalui marketplace dan media sosial. Mereka mengambil foto dan data kendaraan dari platform jual beli mobil, lalu mengunggah ulang di Facebook Marketplace dengan harga jauh di bawah pasaran agar menarik perhatian calon pembeli.

Saat korban mulai tertarik, komunikasi diarahkan melalui pesan pribadi dan nomor telepon yang telah dikendalikan sindikat. Dalam tahap ini, para pelaku menjalankan skema segitiga dengan mempertemukan penjual asli, pelaku, dan pembeli tanpa saling mengetahui identitas sebenarnya.

Akibatnya, korban merasa sedang melakukan transaksi normal, padahal pembayaran diarahkan ke rekening penampung milik sindikat. “Korban seolah-olah bertransaksi normal, padahal pembayaran diarahkan ke rekening penampung milik sindikat,” terang Bimo.

Polisi menyebut kelompok Samarinda sebagai pusat pengendali utama jaringan kejahatan tersebut. AF diduga menjadi otak utama, RN bertugas merekrut anggota dan menghubungkan antarjaringan, SH mengatur pencairan dana, sedangkan WY mengelola rekening penampung akhir.

Lebih lanjut, penyidik mengungkap bahwa para pelaku di Samarinda merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas dari lembaga pemasyarakatan. Dalam penggerebekan, aparat menyita berbagai barang bukti bernilai tinggi yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Adapun barang bukti tersebut antara lain dua unit mobil, satu unit motor Kawasaki Ninja R, dua vendor rekening koran BCA, tujuh buku tabungan BCA, 30 telepon genggam, serta sejumlah aset lain yang mengarah pada tindak pidana pencucian uang (TPPU). Meski menggunakan rekening bank tertentu, Polda Jatim memastikan tidak ada keterlibatan pihak perbankan dalam praktik kejahatan ini. "Tidak ada keterlibatan dari BCA,” tegas Bimo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diperbarui melalui UU Nomor 1 Tahun 2024, serta pasal terkait penipuan elektronik dan tindak pidana pencucian uang. Para tersangka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Polda Jatim memastikan kasus ini masih terus dikembangkan lantaran ditemukan puluhan laporan serupa dari berbagai daerah yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut. Bimo pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi kendaraan secara daring, terutama jika menemukan harga yang terlalu murah dibanding harga pasar.

“Konferensi pers ini bukan sekadar penyampaian hasil ungkap kasus, tetapi juga bagian dari edukasi publik agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Krisis Air Bersih di Pasuruan, SIER Distribusikan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon

Krisis Air Bersih di Pasuruan, SIER Distribusikan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon

Sabtu, 07 Nov 2026 18:01 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 18:01 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

Wasit Jadi Sasaran Kritik Usai PSIM Tumbang dari Dewa United

Wasit Jadi Sasaran Kritik Usai PSIM Tumbang dari Dewa United

Sabtu, 07 Nov 2026 06:29 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 06:29 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta takhluk 1-2 saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 6…

Menjajal Konektivitas Antarmoda dan Rasakan Pengalaman Perjalanan dengan Whoosh

Menjajal Konektivitas Antarmoda dan Rasakan Pengalaman Perjalanan dengan Whoosh

Jumat, 06 Nov 2026 16:00 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 16:00 WIB

Jurnas.net - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengadakan kegiatan Media Tour ke Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh…

FKPP Gresik Dikukuhkan, Legalitas dan Kemandirian Pesantren Jadi Tantangan

FKPP Gresik Dikukuhkan, Legalitas dan Kemandirian Pesantren Jadi Tantangan

Jumat, 06 Nov 2026 15:09 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 15:09 WIB

Jurnas.net – Predikat Gresik sebagai Kota Santri tidak cukup hanya menjadi identitas daerah. Penguatan kualitas pendidikan, legalitas kelembagaan, hingga k…

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 5 November 2026. Kedatangannya untuk …

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Jurnas.net — Putra Sang Fajar Football Club (PSF FC) resmi diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran klub, skuad, dan jersey di Blitar, Kamis (5/11/2026). …

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Jurnas.net – Geopark Ijen berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah meraih Green Card atau Kartu Hijau dalam Sidang Dewan UGG ke-11 d…

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Pahlawan 2026, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Instalasi T…

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Jurnas.net - Aksi tutup paksa toko kelontong Madura oleh LSM ‘Keluarga Madura Yogyakarta' (KMY) kembali terjadi. Jika sebelumnya terjadi pada Juni 2026, di k…

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…